Tuesday, July 03, 2012

Konferensi Pers Muktamar Nasyiah Ke-12


Untuk kepentingan syiar Muktamar ke XII Nasyiah mengundang wartawan cetak dan elektronik pada tanggal 3 Juli 2012 pukul 11.00-13.00 WIB di Aula Asrama Haji Bandar Lampung tempat berlangsungnya Muktamar Nasyiah. Konferensi pers ini dihadiri oleh 21 wartawan dari media cetak dan elektronik diantaranya yaitu: RRI, Tribun, Trans TV, Lampung Post, SCTV, Tegar TV, Republika, Radar TV dll nya. Dalam konferensi pers ini pematerinya yaitu: Abidah Muflihati (Ketua Umum PPNA), Erni Zuhriati (Ketua SC), Rohmah Wahyuniati (Ketua OC), Rita Pranawati (Jajaran Ketua di PPNA), dengan Mahendra sebagai moderatornya.

Dalam konferensi pers tersebut dibahas tentang beberapa hal berikut:
1.      Partisipasi Nasyiah dalam partai politik
2.      Tentang acara pendukung Muktamar
3.      Seputar Tanwir dan Muktamar Nasyiah
4.      Focus program Nasyiah
5.      Perhatian Nasyiah tentang pendidikan
6.      Sejarah Nasyiah
7.      Syarat menjadi ketua Nasyiah

Nasyiatul Aisyiyah tidak menutup mata terhadap dunia politik, Nasyiah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anggota Nasyiah untuk aktif dan berpartisipasi di dunia politik, selama posisi anggota tersebut di Nasyiah bukan sebagai pengurus harian. Bagaimanapun Nasyiah sadar dengan sepenuhnya bahwa pengambilan kebijakan pemerintahan di negara Indonesia masih melalui jalur politik. Salah satu bentu partisipasi Nasyiah dalam dunia politik adalah menempatkan beberapa kader Nasyiah untuk masuk dalam struktur partai politik yang ada, Nasyiah juga bekerjasama dengan JPPR dalam kurun waktu belakangan ini. Nasyiah juga melakukan komunikasi politik aktif dengan beberapa pejabat politik dalam rangka transfer informas kebijakan pemerintah.

Beberapa acara pendukung Muktamar yang telah dialakukan oleh Nasyiah yaitu:
1.      Talk show kesehatan reproduksi untuk remaja dilaksanakan pada tanggal 01 Juli 2012 bertempat di Aula PW Muhammadiyah.
2.      Donor darah dan seminar nasional tentang advokasi terhadap kekerasan dan anak dilaksanakan pada tanggal 03 Juli 2012 bertempat di Aula Asrama Haji.

Tanwir Nasyiah dilaksanakan pada tanggal 03 Juli 2012 dan dibuka pada pukul 16.00 WIB di Aula Asrama Haji Bandar Lampung. Sedangkan pembukaan Muktamar akan dilaksanakan pada tanggal 04 Juli 2012 pada pukul 08.00-12.00 WIB yang bertempat di Gedung GSG Unila. Untuk pembukaan besok kepada seluruh peserta dimohon menggunakan seragam Nasyiah sekaligus untuk syiar keberadaan organisasi Nasyiatul Aisyiyah.

Program Nasyiah konsentrasi pada pendampingan perempuan (ibu muda) dan anak-anak. Nasyiah semaksimal mungkin mengupayakan pemberdayaan terhadap perempuan (ibu muda) dan anak. Bagaimanapun perempuan (ibu muda) dan anak biasanya berada pada kondisi rumah tangga yang masih labil. Kelabilan tersebut berkisar pada seputar kondisi baru mengurus anak, kondisi baru menapak karir, dan kondisi baru menyesuaikan dengan dunia keluarga yang seringkali menghadapi beberapa problem yang pelik. Kondisi pelik tersebut jika tidak segera diselesaikan maka akan berdampak negative misalnya perceraian, karir si istri berhenti karena suami yang tidak mengijinkan, tertundanya memiliki momongan, atau sampai pada tidak terurusnya anak dengan baik.

Nasyiah juga peduli dengan pendidikan di Indonesia, Nasyiah semaksimal mungkin membantu anak-anak yang tidak mempunyai kesempatan bisa berpendidikan tinggi. Bukti nyata pedulinya Nasyiah terhadap dunia pendidikan yaitu bahwa kader-kader Nasyiah di level Wilayah sampai ke Pusat minimal pendidikannya yaitu Sarjana. Bahkan untuk level pusat tidak sedikit pengurus Nasyiah yang berpendidikan hingga level Magister dan Doktoral.

Nasyiah berbeda dengan Aisyiyah, jika Aisyiyah focus pada pendampingan ibu-ibu yang rumah tangganya sudah mapan, Nasyiah focus mendampingi ibu-ibu muda yang baru saja menikah dan baru juga melahirkan anak bayinya. Nasyiah termasuk salah organisasi perempuan yang usianya sudah cukup tua. Dari jaman terbentuknya sekitar 80 tahun yang lalu, Nasyiah telah membentuk kader-kader perempuan yang cerdas dan komitmen. Bagi Nasyiah, perempuan tidak hanya bertugas di wilayah dapur tetapi perempuan juga musti punya karya dan kreativitas nyata dalam kehidupannya sehari-hari.

Mengenai syarat menjadi ketua Nasyiah yang paling penting adalah etika/moral keagamaan. Hal lain yang perlu diperhatikan untuk menjadi ketua Nasyiah adalah kecerdasan tekstual dan kecerdasan kontekstual. Kecerdasan tekstual sangat tidak cukup karena Nasyiah adalah organisasi dakwah social yang musti selalu up date terhadap persoalan-persoalan yang ada di sekitar masyarakat. Selain up date persoalan social masyarakat, kecerdasan kontekstual juga dibutuhkan untuk memunculkan humanisme dalam system pergerakan Nasyiatul Aisyiyah. Satu hal yang pasti dan perlu kita semua ingat adalah bahwa Nasyiah adalah organisasi dakwah bukan organisasi jabatan. Kurang pantas jika iklim yang dimunculkan dalam Nasyiah adalah iklim yang elit dan strukturalis. Sehingga dalam realitasnya aktif di Nasyiah terasa hambar bagai sayur yang lupa digarami.

0 comments:

Post a Comment

 

Blogroll

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog