Wednesday, December 08, 2010

MONARKI.....????

Enggak usah diributin juga semua orang Indonesia pasti tahu,

bahwa Indonesia mempunyai sejarah tentang:

KERAJAAN-KERAJAAN.

Kerajaan Hindu-Budha berdiri di Indonesia sekitar Abad ke 5.

Kerajaan Islam eksis di Indonesia Abad ke 12.

Jadi, masyarakat Indonesia tidak usah kaget dengan istilah: KERAJAAN DI INDONESIA.


Tidak usah menafikkan fakta, bahwa hingga saat ini beberapa kerajaan masih: EKSIS.

Tidak perlu dibuang atau ditutup-tutupi.

Bahwa kerajaan-kerajaan tersebut masih: MEMPUNYAI PENGARUH UNTUK MASYARAKAT TERTENTU.

Misalnya Yogyakarta, masyarakat Yogyakarta sangat taat kepada Sultan.

Karena posisi Sultan secara kultur adalah RAJA buat MASYARAKAT YOGYAKARTA.


Tidak ada yang salah dengan posisi SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO.

Dia menjadi raja hanya secara KULTURAL.

Sedangkan secara STRUKTURAL beliau adalah seorang GUBERNUR DIY dibawah kekuasaan PRESIDEN.

Indonesia tidak bisa lepas dari: NILAI-NILAI KULTURAL.

Karena budaya nasional itu dibangun dari budaya-budaya LOKAL.


Berlebihan sepertinya jika pemerintah ketakutan tentang YOGYAKARTA.

Pemerintah seolah menuduh bahwa YOGYAKARTA akan menjadi KERAJAAN.

Sementara negara Indonesia menganut sistem: DEMOKRASI.

Sekali lagi tidak perlu dipersalahkan akan posisi Sultan.

Karena jelas, bahwa Sultan adalah seorang GUBERNUR secara STRUKTURAL KENEGARAAN.


Biarkan Yogyakarta dan daerah-daerah lain dimana kerajaannya masih eksis, menjalani kulturnya.

Perlu diingat bersama, bahwa sejarah itu tidak bisa di potong begitu saja.

Justru, sejarah itu harus mampu: MEMBERIKAN ILMU BAGI GENERASI BARU.


Posidi Provinsi Istimewa tidak hanya milik DIY.

Tetapi juga milik DIC dan DKIBlogger: Berjuang Untuk 'Nilai' - Buat Entri Jakarta.

Aceh Istimewa dengan: SYARIAT ISLAMNYA.

Sedangkan DKI Istimewa dengan: STATUSNYA SEBAGAI IBU KOTA.

Biarkan daerah Istimewa tersebut berkarya dan menunjukkan potensinya.

Yang terpenting adalah:

"MEREKA TETAP DI BAWAH NAUNGAN NKRI"


Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya memang TAAT DAN PATUH pada RAJA.

Tapi percayalah bahwa mereka juga: TAAT PADA PRESIDEN RI.

Sebagai Kepala Negara Indonesia.


Biarkan Yogyakarta menjalankan sistem kulturalnya dengan cantik.

Toh jika Yogyakarta maju dan berhasil, pasti Presiden SBY yang akan tersanjung.

Masa iya akan berakhir dengan: REFERENDUM??

Itu akan lebih bahaya lagi.

Bisa-bisa Indonesia akan kehilangan satu Provinsi lagi.


Pemerintah harus bijak menyikapi persoalan ini.

Jangan sampai masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya: MARAH DAN MENJADI BRUTAL.

Satu hal yang pasti:

"MASA KADER ITU LEBIH KOMIT DARI PADA MASA POLITIS"

Masa kader: RELA MATI.

Masa politis: RELA GANTI POSISI.


Ayolah pak SBY yang kami hormati.

Jangan menyulut api yang sudah padam.

Biarkanlah warga Yogyakarta menikmati historynya.

Toh mereka punya KTP dan KK kok.

Mereka juga memilih di PEMILU DAN PEMILUKADA.

Tidak usah takut kehilangan mereka.

Mereka juga bilang:

I LOVE YOU MY INDONESIA.
Continue Reading...

TIMNAS JAYA....

"Para pemain Timnas akan mendapat bonus sebesar Rp 2,5 Miliar karena berhasil lolos ke semifinal.

Mereka pun bakal mendapat bonus Rp 3 Miliar begitu berhasil melenggang ke babak final," tutur Nurdin Halid Ketua Umum PSSI.

Wow, tentu bukan jumlah kecil.

Iming-iming uang untuk Timnas sah-sah saja, karena Timnas memang punya hak untuk: DIHARGAI.

Timnas Indonesia memang layak diacungi: JEMPOL.

Timnas merangkai prestasi awal dalam piala AFF Suzuki 2010.

Di awal saja sudah keren, apalagi di semi final dan di final??

Pastinya: LEBIH OKE DAN LEBIH MANTAB.


Dalam kejuaraan AFF 2010 Indonesia menang atas Malaysia 5=1.

Menang atas Laos 6=0 dan menang atas Thailand 2=1.

Sekali lagi: WOW KEREN BUAT TIMNAS TERCINTA.

Jasamu mengukir nama tidak akan pernah kami lupakan.

Kami mencintai dan mendukungmu dengan: SEPENUH HATI.


Seperti kata pepatah:

HARI INI LEBIH BAIK DARI KEMAREN.

HARI ESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI.


Saatnya Indonesia bangkit untuk menang.

Tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia juga: BISA.

Saatnya olah raga di Indonesia mengukir prestasi nyatanya.

Cacian, makian, hujatan anggap sebagai: MASUKAN DAN SARAN.

Jangan diambil hati dan membuat Timnas pesimis.

Apapun yang disampaikan masyarakat tentang Timnas dulu, adalah bentuk: KASIH SAYANG.


Dak dik duk jantungku menyaksikan pertandingan sepak bola.

Apalagi yang main Indonesia.

Tentu tidak disertai pesimisme, tetapi optimisme.

Tapi saya yakin 1000% bahwa Indonesia pasti: JUARA.


Tidak ada lagi kata yang ingin kuungkap.

Satu lagi yang tersisa:

I LOVE TIMNAS INDONESIA.
Continue Reading...

Wednesday, December 01, 2010

Sobat Mudaku...

Hari itu saya tidak sengaja lewat depan sekolah kamu sobat, ternyata sedang ada insiden tawuran di depan sekolah kamu.

Ada pelajar dari sekolah lain yang sedang menyerang sekolah kamu dengan alasan: MEMBALAS.

Tapi entah benar atau tidak alasan tersebut, yang pasti anak-anak sekolahan kamu sedang tidak ada di tempat.

Wajar dung jika setelah itu, kamu dan teman-teman kamu: NGEBALIKIN.

Meski ngebalikinnya tidak separah penyerangannya.

Pokoknya seingat saya, keesokan harinya kamu dihukum oleh: SEKOLAH.

Dan ujung-ujungnya kamu kembali: TIDAK NAIK KELAS.

Berarti dua kali kamu tidak naik kelas.


Saya sebenarnya sedih mendengar berita itu.

Saya berharap kamu naik kelas seperti teman-teman kamu yang lainnya.

Tapi: APA MAU DIKATA?

Menaikkan atau tidak adalah hak: SEKOLAH.

Saya bukan siapa-siapa dan tidak punya hak atas itu.


Kamu sempat curhat kepada saya tentang nasib sekolah kamu.

Saya sempat menyarankan kamu agar: PINDAH CARI SEKOLAH SWASTA.

Tapi kamu sudah tidak minat dan memilih ikut: PAKET C.

Saya tidak bisa memaksa kamu sobat, karena pilihan ada padamu.

Bagaimanapun pendidikan itu adalah: PILIHAN PRIBADI.

Tidak bagus jika dipaksakan.


Setelah itu saya beberapa kali ketemu sama kamu kawan.

Terakhir di rumah almarhum SULARKA teman kamu.

Waktu itu kamu masih membaur bareng teman-teman sekolah kamu.

Meski kamu sudah: TIDAK SEKOLAH DISITU LAGI.

Saya masih melihat ceria dan tawamu bersama: TEMAN-TEMAN SEPERJUANGANMU.

Saya sempat ngobrol denganmu sobat, bercerita tentang beberapa hal.

Wajahmu masih asri dan penuh persahabatan.

Senyummu begitu: KHAS DAN MEMPESONA.

Hahahahaha.

Sumpah saya enggak bohong.


Terakhir sekali kamu sms saya dan bilang:

"Kak, cariin saya cewek dung? lagi ngejomblo ne, bosen banget enggak ada cewek."

Jawab saya:

"Ah kamu bisa ajah, bukannya cewek kamu banyak?"

Balas kamu:

"Cewek dari mana kak? orang saya lagi jomblo sih? beneran dech. Pengen banget ne punya cewek? hahahahaha."

Jawab saya:

"Gak janji ya? soale saya paling enggak enak ngenalin cewek, takut kesalahan aja sob."

Timpal kamu:

"Okeh dech, ditunggu ya kak?"


Beberapa waktu kemudian, tepatnya tanggal 29 November 2010.

Saya dapat kabar dari teman kamu lewat sms:

"Steven Kapal meninggal tanggal 28 November 2010 pukul 19.00 Wib."

Saya tersontak dan kaget: SETENGAH BINGUNG.

Saya kira cuma becanda atau bohongan.

Ternyata setelah saya kroscek, berita tersebut: BENAR DAN NYATA.

Langsung saya meluncur ke rumah kamu sore itu bersama murid-murid saya.


Sampai rumah kamu, jenazahmu sudah dihantar ke: TANAH KUSIR PUKUL 13.00 WIB.

Saya bertemu dengan ibundamu, dan baru satu kali itu saya bertemu dengan beliau.

Beliau bercerita dibantu sepupumu.

Bahwa kamu kecelakaan motor selepas main dari: GEREJA DAN SEDANG MAIN FUTSAL.

Kamu sedang membeli PLUIT bareng dengan teman kamu.

Selepas kecelakaan kamu masih hidup dan masih bisa: MENGELUH.

Kamu dibawa kerumah sakit A, tapi karena enggak bisa kamu di bawa ke rumah sakit B.

Dan karena TIDAK KUAT, kamu menghembuskan nafas terakhir pukul 19.00 Wib.

Usiamu kala kamu tiada adalah 19 tahun.

Usia sangat belia dan masih gagah.

Usia yang masih penuh harap dan angan masa depan.


Saya harus ikhlas sobat.

Meski belum lama saya: MENGENAL DAN BERSUA DENGANMU.

Ibunda kamu saja sangat: TEGAR.

Beliau begitu rela melepasmu dengan sedikit tangisan.

Senyum ikhlasnya begitu: AYU DAN LEMBUT.

Beliau sayang dan cinta sama kamu sobat.

Tapi kata beliau kala itu:

"Mungkin ini jalan yang terbaik buat anak saya, dia memang bandel dan usil, tapi dia begitu menyenangkan hati saya. Dengan keberadaannya di rumah, hati saya merasa selalu gembira. Keusilannya tidak membuat saya marah, tetapi membuat saya riang dan gembira. Mama sayang sama kamu sayang, mama yakin kamu bahagia disana, amien."


Selamat jalan sobat mudaku.

Terima kasih telah menjadi teman sebentarku.

Meski sebentar, ijinkan saya mencari "nilai" dari yang sebentar itu.

Bahagialah disana.

Amien.


Continue Reading...

Tuesday, November 30, 2010

ISLAM KTP...

Ada sebuah sinetron di salah satu stasiun televisi swasta yang berjudul: ISLAM KTP.

Lucu ajah kedengarannya, gimana gak lucu, masa agama kok di: KTP SAJA.

Kalau bicara legalitas hukum, agama memang harus masuk ke: KTP.

Karena di KTP ada kolom untuk agama.

Jadi kolom agama di KTP tidak boleh di: KOSONGKAN ATAU DI STRIP.

Indonesia adalah negara hukum, sehingga agama di Indonesia di: LEGALISASI.

Itu artinya WNI wajib dan harus punya: AGAMA.

Tidak boleh: ATHEIS (TIDAK BERAGAMA DAN TIDAK PERCAYA TUHAN)


Keharusan itu bersifat komunal atau struktural negara, bahwa ketika dia adalah WNI maka dia harus: TAAT HUKUM DI INDONESIA.

Jika dia tidak mau taat hukum, maka dipersilahkan untuk meninggalkan Indonesia.

Indonesia tidak akan rugi kehilangan orang, karena penduduk di Indonesia sudah sangat: BANYAK BAHKAN BANYAK SEKALI.

Kalau bisa malah jumlah penduduk di Indonesia dikurangi, sehingga pemerintah lebih bisa mensejahterakan rakyat Indonesia.

Semakin sedikit penduduk, maka pemerintah semakin: FOKUS.


Tidak usah jauh-jauh, kita bisa lihat: SINGAPURA.

Singapura negara kecil dengan penduduk yang tidak banyak.

Singapura termasuk negara: MAJU.

Masyarakatnya sejahtera dan berpendidikan tinggi.

Berbeda dengan negara: INDONESIA.

Geografis Indonesia sangat luas dan penduduk Indonesia: SANGAT BANYAK.

Sehingga wajar jika kesejahteraan rakyat Indonesia kurang: MERATA.

Meski atas nama apapun, menyengsarakan rakyat adalah: KESALAHAN.


Kembali ke Islam KTP.

Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslin terbanyak di dunia.

Secara kuantitas/jumlah itu adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri.

Tapi secara kualitas, mari kita tanya pada: DIRI MASING-MASING.

Sudahkan Islam kita menjadi Islam yang berkualitas?

Benarkah keimanan kita sudah teruji?

Sungguhkah kita menjadikan agama sebagai pedoman dalam hidup?

Sudah banyakkah amal ibadah kita?


Agama memang sesuatu yang sifatnya adalah: HAK.

Masing-masing punya hak untuk memilih agama yang: DISUKAINYA.

Bahkan secara hukum, ortu tidak punya hak memaksakan agama kepada: ANAKNYA.

Meski secara emosional, ortu menjadi sangat berhak atas agama anaknya.


Ibadah sifatnya sangat personal, dan menjadi hubungan antar seseorang dengan: TUHANNYA.

Tetapi yang personal itu hendaknya bisa mengaplikasi dalam bentuk hubungan antar manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.

Bahwa orang yang taat beribadah, maka akhlaknya juga: MULIA.

Bahwa orang yang beriman, amalnya juga: BANYAK.

Bahwa orang yang rajin sholat, bicaranya juga: SANTUN.

Bahwa orang yang alim, tidak pernah menggunjingkan: TEMANNYA.


Semoga penganut-penganut Islam KTP mulai merefleksi dirinya.

Semoga mereka bisa mereview keyakinannya.

Bahwa Agama tidak cukup hanya secara tekstual, tetapi juga musti secara: KONTEKSTUAL.

Sama dengan makan, tidak cukup kenyang hanya melihat resep, tetapi harus memakan fisik makanannya.


Yang jelas, Tuhan tetap memberi kesempatan kepada hambanya untuk: MENCARI DAN MENCARI.

Karena menerima secara mutlak juga bisa menyesatkan.

Akal yang melekat dalam tubuh manusia hendaknya dimanfaatkan dengan: SEMAKSIMAL MUNGKIN.

Karena tidak mungkin Tuhan menciptakan otak dengan sempurna tanpa: FUNGSI DAN MANFAAT.


Intinya: JADILAH ORANG BAIK YANG SELALU TERSENYUM UNTUK BANYAK ORANG.

(SALAM DAMAI)
Continue Reading...

Jangan Kerasi Perempuan...

"Hari internasional anti kekerasan terhadap perempuan jatuh pada tanggal 25 November"

(Say No To Violence Against Women)

Laki-laki jg harus peduli lho....!!!!

Sayangi dan cintai perempuan,

Berikan kesempatan yg sama buat perempuan,

Jadikan perempuan partner laki-laki,

Hargai perempuan sesuai dg kapasitasnya,

Jangan lecehkan perempuan,

Jangan tindas perempuan,

Ajaklah perempuan berdiskusi,

Sekolahkan perempuan setinggi-tingginya,

Berikan pekerjaan yang layak buat perempuan,

(Say We Love To Women)

Berikut Bentuk-Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan:

1. Pemukulan terhadap istri

2. Membentak istri

3. Pelecehan seksual kepada perempuan

4. Pemerkosaan terhadap perempuan

5. Penyiksaan terhadap pembantu perempuan

6. Perdagangan perempuan

7. Memaksa perempuan jadi pelacur

8. Tidak menyekolahkan anak perempuan

9. Menjadikan tubuh perempuan sebagai iklan

10. Melarang perempuan berkarir

11. Melarang perempuan aktif di organisasi/parpol/LSM

12. Mendiskriminasi perempuan dalam dunia kerja

13. Dalam pacaran, laki-laki sudah mulai mengatur perempuan

14. Pembunuhan terhadap perempuan

15. Dll...

Ingat:

Perempuan juga manusia yang punya hati dan punya rasa.

Perempuan juga ingin dihargai dan dihormati.

(Hargai Perempuan Jangan Di Hargakan)

Salam Damai

Continue Reading...

Wednesday, November 24, 2010

Menolong.........

Suatu ketika saya pernah jalan sama murid saya anak SMA, saya enjoy jalan sama dia karena dia orangnya asyik dan humorin.

Sebut saja namanya Endah Partini.

Endah ternyata termasuk anak yang tidak suka di rumah karena: BANYAK ALASAN.

Dia merasa kurang nyaman jika harus berdiam diri di rumah.

Sementara bapak dan ibunya tidak suka jika Endah sering keluar rumah, maklum: PEREMPUAN.

Beberapa kali dia jalan sama saya, dan saya juga meminta ijin sama ibunya.

Gila ajah kalau saya enggak ijin, tar dikiranya saya: PENCULIK.

Hahahahaha.


Suatu ketika, ibunya telephone saya, dan katanya Endah beberapa waktu terakhir suka jalan dan pulang malam.

Dan parahnya, Endah bilang kalau dia selalu pergi sama: SAYA.

Saya panik dan kaget, karena seingat saya, beberapa waktu terakhir saya tidak jalan sama: ENDAH PARTINI.

Tapi karena saya menghormati Endah, saya mencoba mengiyakan apa kata ibunya Endah.

Tentu, setelah itu saya: KONFIRMASI DENGAN ENDAH.

Dan jawaban Endah adalah: MAAFIN ENDAH KAK, ENDAH BOHONGIN MAMA.

Terus kalau sudah begitu, mau diapain lagi?

Palingan juga saya hanya bisa berkata: IYA, BESOK LAGI JANGAN DIULANGI YA ENDAH?

Kata dia dengan ekspresi wajah memelas: BERES KAK.


Cerita II


Tiba-tiba teman saya datang ke rumah, dia minta tolong saya untuk anterin teman ceweknya yang sudah sehari semalam: TIDAK PULANG.

Nah kata teman saya itu, tu anak cewek gak berani pulang sendirian karena takut di: MARAHIN.

Yaudah deh, saya anterin tu anak cewek: PULANG KE RUMAHNYA.

Ternyata dia tidak pulang ke rumah, tetapi pulang ke rumah: PAKDE DAN BUDHENYA.

Sampai dirumah pakde dan budhenya saya langsung masuk dan duduk di ruang tamu.

Saya sebenarnya sangat: TIDAK ENAK.

Maklum, pakde dan budhenya pasti akan menyalahkan saya.


Akhirnya kita berempat: KUMPUL DI RUANG TAMU.

Pakdenya mulai bertanya kemudian disusul oleh budhenya.

Saya bilang: DIA NGINEP DI RUMAH SAYA.

Saya juga minta maaf karena tidak memaksa dia pulang, sehingga dia tidak berangkat sekolah.

Pakde dan budhenya sepertinya: PERCAYA NGGAK PERCAYA.

Wajar sih, dan saya juga tidak punya hak untuk memaksa agar mereka: PERCAYA SAMA SAYA.


Kurang lebih satu jam pakde dan budhe tu cewek nyeramahin ponakannya.

Saya juga ikut diceramahin.

Pengen ketawa sih, tapi: TIDAK TEGA.

Akhirnya saya cuma bengong dan diam: SERIBU BAHASA.

Eh tu cewek malah cuek banget dan malah smsan.

Hahahahaha.


Kesimpulan


Ehm, apa ya?

Semua anak pasti pernah konflik sama: ORTUNYA.

Entah konflik besar atau konflik kecil.

Karena persepsi dan latar pengalaman ortu dan anak: BERBEDA.

Ortu terlalu tua untuk memahami dunia: ANAKNYA.

Anak terlalu muda untuk bisa mengerti dunia: ORTUNYA.

Tapi percaya deh, kalau sejatinya tidak ada ortu yang: JAHAT SAMA ANAKNYA.

Apapun yang diinginkan dan dipaksakan ortu kepada anak, pasti demi kebaikan dan demi: MASA DEPAN ANAK.


Ingat teman-teman, ortu kita tu sayang banget sama kita.

Ibu kita mengandung kita selama sembilan bulan sembilan hari.

Dia ikhlas dan tidak pernah: MENGELUH.

Kalau ibu kita mengeluh, pasti dia sudah meletakkan perutnya di rumah.

Setelah kita dilahirkan, beliau masih harus: MENYUSUI.

Setelah itu beliau masih harus membesarkan dan menyekolahkan kita sampai kita: PINTER.

Bapak juga tidak kalah sibuknya, beliau mencari uang buat menghidupi keluarga.

Keringat yang menetes tidak: DIHIRAUKANNYA.


Yang ada di fikiran ortu kita cuma satu:

BAGAIMANA AGAR ANAK-ANAKNYA BISA MAKAN, BISA SEKOLAH, BISA SUKSES, DAN JADI ORANG HEBAT.


Ortu kita tidak pernah mengharap imbalan dari kita.

Apa yang diberikannya sangat: TULUS.

Mereka tidak punya kepentingan terhadap kita.

Mereka hanya ingin agar kita: SELALU BAHAGIA.


Percaya sama saya.
Continue Reading...

Friday, November 19, 2010

Ban Bocor.....

Pulang dari Kemayoran maen ke tempat teman, saya lewat Kalideres karena ada kepentingan, dan tiba-tiba ban saya bocor di daerah Kalideres dekat dengan terminal Kalideres.

Saya sebenarnya sudah tidak kaget, karena ban luar saya sudah gundul kata tukang tambal ban.

Akhirnya saya pasrah dengan keadaan, dan saya menunggu ban motor belakang saya di tambal bannya.

Saya masih beruntung, karena pas bocor pas ada: TUKANG TAMBAL BAN.


Setelah di tambal saya menyempatkan untuk makan terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Jakarta Selatan.

Tiba-tiba pas sampe di Puri Kembangan ban motor saya bocor untuk kedua kalinya.

Kaget dan terperangah karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 malam.

Bukan masalah takut, tetapi saya sudah sangat mengantuk dan ingin segera menyentuh kasur buluk di kontrakan saya.

Tapi apa mau dikata: SUDAH TERLANJUR OM DAN TANTE.


Setelah kelar ditambal saya langsung melanjutkan perjalanan ke arah Ciledug.

Pelan-pelan tapi pasti, maklum licin karena habis hujan ditambah saya sudah sangat ngantuk sekali.

Pas sampai di Karang Tengah, tiba-tiba ban motor belakang saya kempes lagi untuk yang: KETIGA KALINYA.

Parah banget dan bikin puyeng kepala.

Sebenarnya enggak percaya dan terasa aneh bin janggal.

Tapi masa iya saya mau percaya sama yang: ENGGAK-ENGGAK.

Saya masih terus berfikir secara: LOGIS DAN RASIONAL.

Bahwa ban motor luar bagian belakang memang sudah gundul dan harus segera diganti.

Maklum, motor saya jarak tempuhnya sangat jauh.

Mungkin kalau motor saya bisa bicara dia pasti akan berkata: TUAN, SAYA LELAH SEKALI DAN TIDAK SANGGUP MENJALANI KEHIDUPAN SEBAGAI MOTOR TUAN.

Hahahahahaha.


Selesai menambal ban waktu menunjukkan pukul 23.30 malam.

Saya langsung meluncur untuk pulang dengan sebelumnya mampir dulu di rumah teman karena ada keperluan.

Heran dan aneh, saya telephone sampe 10x tidak diangkat, dan saya sms juga tidak di balas.

Karena susah dibangunin dengan teknologi, akhirnya saya paksakan untuk: MENGGEDOR PINTU RUMAHNYA.

Ternyata benar dugaan saya, teman saya tengah: TERTIDUR NYENYAK DAN HP NYA DI SILENT.

Pas saya masuk ke rumah dia, dia tertawa dan meminta maaf.

Tapi sepertinya dia setengah sadar dan setengah tertidur dech.

Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk diajak bicara, saya memutuskan untuk cabut dari rumahnya.


Sampai rumah pukul 24.00 malam.

Saya lelah dan sangat suntuk.

Saya juga pengen bisa langsung istirahat tidur dan melepas lelah di kasur butut saya.

Tidak perlu banyak berfikir tentang yang aneh-aneh.

Kejadian seperti apapun bentuknya pasti ada: SEBAB DAN AKIBATNYA.

Tidak perlu memperpanjang suatu kejadian.

Meskipun kadang kejadian itu terasa: ANEH DAN LUCU.

Tetapi bukan berarti kita tidak percaya dengan sesuatu yang sifatnya: DARI ALAM BAWAH SADAR ATAU SUGESTI.

Karena manusia memang dilengkapi dengan kelebihan-kelebihan yang sifatnya di bawah alam bawah sadar.
Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog