Thursday, October 10, 2013

Kematian Pasti Datang...

Ketika bapakku meninggal dunia, umurku tengah jalan 7 tahun.
Sehingga aku belum begitu paham betapa sakitnya ditinggal oleh bapak untuk selama-lamanya.
Tapi aku ingat bahwa beberapa minggu sebelum meninggal, bapakku sakit-sakitan terlebih dahulu baru meninggal dunia di rumah orang tua kandungnya di Desa Kalimanggis Kecamatan Subah Kabupaten Batang.
Bapakku meninggal karena sakit komplikasi, badannya kurus sekali saat meninggal.
Meski tidak lama mempunyai bapak, aku masih ingat betapa sayangnya bapak terhadapku dan almarhum adekku.
Bapak sering membawaku dan adekku ke pantai untuk berjalan-jalan.
Dan bapak juga sering membelikanku dan adekku jajanan.
Yang pasti bapak bagiku dan adekku adalah orang yang sangat baik dan sabar terhadap anak-anaknya.

Mantanku juga pernah ada yang meninggal dunia.
Seminggu sebelum meninggal aku bareng satu kegiatan dengan dia.
Dia orang yang sangat baik, sopan, dan sabar.
Banyak memberikan siraman rohani untuk aku.
Dan sering datang ke Semarang hanya untuk meminjamiku buku-buku Islam.
Setelah dia meninggal, aku baru sadar bahwa masih banyak buku-buku dia yang di tempatku.
Seperti sudah mempunyai firasat, seminggu sebelum meninggal saat bareng satu kegiatan dia berpamitan dengaku dan menitipkan salam untuk keluargaku.
Satu yang aku baru tahu setelah dia meninggal yaitu bahwa ternyata dia adalah anak yatik piatu yang selama hidupnya tinggal di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah.
Bahkan dia bisa sekolah hingga Perguruan Tinggi karena beasiswa dari Muhammadiyah.

Adek kandungku juga akhirnya meninggal dunia.
10 hari sebelum dia meninggal alhamdulillah aku bersama dia di rumah.
Sehingga aku merasa cukup puas dan berterima kasih kepada Allah karena telah memberiku waktu untuk melihatnya selama 10 hari penuh.
Tidak ada yang mengira bahwa dia akan meninggal secepat itu.
Karena sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.
Semua kaget dan semua yang mengenalnya sangat sedih atas kematiannya yang mendadak.Tapi akhirnya semua yakin bahwa itu sudah merupakan jalan Allah.
Yakin bahwa Allah sayang dengan adekku sehingga memanggilnya lebih dahulu.

Teman-teman, kematian itu datang tiba-tiba dan tidak mengenal kompromi.
Sehingga terkadang kita tidak cukup waktu untuk bersiap-siap.
Kematian adalah rahasis Allah mutlak.
Manusia hanya bisa berhati-hati dan selalu waspada agar meninggal dalam keadaan baik.Karena jangan sampai meninggal dalam keadaan berbuat maksiat.
Oleh karena itu, mari bersama-sama selalu koreksi diri agar dijauhkan oleh Allah dari hal-hal yang negatif.
Bagaimanapun hidup hanya satu kali, mari kita gunakan untuk berbuat kebaikan dan kemanfaatan.
Jadilah orang baik yang selalu bisa membuat orang lain tersenyum dan merindukan kehadiran kita.
Semoga.
Amien.
Continue Reading...

Thursday, July 25, 2013

Tidur di motor....

Dari kuliah saya mulai terbiasa bawa motor dan hingga sekarang saya masih bawa motor.
Inginnya sih bawa mobil, tapi belum ada mobil yang bisa dibawa.
Hahahaha.
Bagi saya mengendarai motor sangat menarik dan mengasyikkan.
Saya bisa melewati banyak keunikan-keunikan di jalanan.
Ada saja tingkah polah manusia yang berada di kanan kiri jalan yang saya lewati.
Ada pejalan kaki, ada penjual makanan, ada kerumunan orang, dan masih banyak hal lain yang berseliweran di kanan kiri jalan.
Oleh karena itulah saya lebih senang mencari jalan yang membuat saya nyaman.
Meskipun jalan tersebut sesungguhnya sangat jauh atau lebih jauh kata orang-orang.

Saya tidak peduli jika orang bilang begitu.
Toh jauh dan dekat itu bisa jadi sangat relative.
Dekat jika jalanan jelek dan kanan kiri tidak menarik untuk apa?
Mending lebih jauh tapi jalanannya bagus dan kanan kirinya unik serta menarik perhatian.
Pasti dilaluinya menjadi dalam waktu yang sama.
Hehehehe.

Saya termasuk yang suka berpetualang dengan motor.
Lagi-lagi karena punyanya motor, hihihihi.
Semarang dan Jawa Tengah yang begitu luas hampir sudah saya jelajahi dengan menggunakan motor.
Luar biasa menarik bisa keliling Jawa Tengah menggunakan motor.
Pasti semua tahu betapa indah alam Jawa Tengah yang terdiri dari daerah Pantura dan beberapa jalur-jalur perbukitan hampir menyerupai gunung-gunung pendek.
Wow pasti semua orang yang menikmati indahnya alam Jawa Tengah akan berdecak kagum.
Seperti jalur dari Semarang menuju Purwokerto, kita harus melewati Ungaran, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga baru tiba di Purwokerto.
Jalur tersebut sungguh memukau mata yang memandang.
Membuat kita takjub kepada alam ciptaan Tuhan yang sungguh luar biasa bagus dan anggun.

Sekarang hampir 8,5 tahun saya tinggal di Jakarta.
Dan selama itu pula saya telah menjelajahi Jakarta dan sekitarnya dengan motor saya.
Ehm mungkin kanan kiri Jakarta dan sekitarnya tidak semenarik di Jawa Tengah.
Karena menurut saya lebih unik alam alami dari pada gedung-gedung bertingkat.
Meski saya juga salut kepada para manusia yang sanggup menciptakan gedung-gedung pencakar langit tersebut.
Bagaimana tidak kagum, wong saya itu orang kampung yang merantau.
Dan di kampung saya tidak ada gedung-gedung seperti di Jakarta.
Adanya hanya sawah, kali, laut, jalan pedesaan, lapangan, dan hutan asri.

Tapi tidak ada kekosongan dalam ruang manapun.
Dimanapun kita berada disitulah kita harus mengais nilai kehidupan.
Sehingga kita tidak miskin dengan nilai dan pengetahuan.
Dengan prinsip itulah saya selalu mencoba menikmati ibu kota Jakarta dengan subjektifitas saya.
Supaya saya tidak kelelahan berkendara motor di jalan raya Jakarta dan sekitarnya.
Maaf ya, kenyataannya banyak orang yang tidak sanggup naik motor keliling Jakarta dikarenakan tidak kuat dengan keadaan lingkungan Jakarta yang macet, pengap, polusi, dan terlalu sesak oleh kendaraan.
Meskipun masih banyak juga orang yang bertahan dengan motornya.
Sebagian nyaman, sebagian biasa saja, dan sebagian lain sangat menikmati berkendara motor di Jakarta.

Tidak tahu mengapa sebabnya?
Akhir-akhir ini saya mulai kelelahan berkendara motor seorang diri, dan lebih senang ketika dibonceng dari pada membonceng orang lain.
Lebih nikmat di belakang dari pada harus mengendari motor.
Meski menurut adek saya lebih seru di depan dari pada di belakang.
Kata dia di belakang/membonceng bikin pegel pinggang dan membosankan.
Hahahaha, begitulan adek saya.

Lain adek saya lain pula dengan saya.
Bagi saya hal terenak ketika naik motor adalah saat di belakang/di bonceng.
Karena saya merasa lebih rileks dan enak.
Nyaman dan juga tidak tegang karena takut jatuh.
Bagaimanapun memboncengkan orang itu musti disertai dengan tanggung jawab yang tinggi.
Karena memboncengkan orang adalah bagian dari amanah.
Sehingga jika terjadi apa-apa dengan yang di bonceng maka kitalah yang seharusnya bertanggung jawab.

Ehm ada satu hal lagi yang membuat saya sangat suka di bonceng motor yaitu saya bisa tidur.
Tidak tahu kenapa, setiap saya di bonceng motor pasti saya tertidur.
Bukan tertidur biasa lho, bahkan sampai pulas tidurnya.
Hahahaha, sangat parah dan bahaya.
Tapi saya santai dan seolah nikmat saja.
Meski pihak yang membonceng saya sering protes karena takut saya jatuh gara-gara tidur.
Kata pihak yang membonceng tidur itu tidak sadar, sehingga kemungkinan jatuhnya besar.
Jadi saya dilarang tidur ketika di motor.
Hehehehe, saya cuma bilang iya insya allah dan tetap melanjutkan tidur saya di motor.

Percaya tidak?
Saking seringnya tidur di motor saat di bonceng, saya seolah bisa menyeimbangkan diri.
Dan tidur saya posisinya bisa aman dan tenang.
Ketika ada gangguan jalan rusak misalnya, saya pasti langsung terbangun dan waspada.
Apalagi ada razia sepeda motor oleh polisi, pasti saya langsung segar bugar bahkan mata saya sampai melotot.
Hihihihi.

Jangan ditiru ya kebiasaan saya tidur di motor saat di bonceng.
Karena tidak semua orang bisa seimbang saat tertidur.
Karena kondisi tertidur itu kondisi dimana kita dalam keadaan tidak sadar secara sempurna.
Saya pribadi juga menyadari bahayanya tidur di motor.
Meski sampai saat ini saya masih bandel dan masih merasakan nikmatnya tidur di motor.
Dan bahkan saya merasa ketika kurang istirahat malam harinya, di motorlah saya akan tertidur.
Memenuhi hak tidur saya yang terkurangi oleh pekerjaan-pekerjaan.

Tapi hanya boleh ketika di bonceng ya teman?
Tidak berlaku bagi yang membawa/mengendarai motor di depan.
Karena sangat berbahaya jika kita tidur sambil membawa motor.
Continue Reading...

Monday, July 08, 2013

Baik...

Naik Gunung
Dia menemani peserta yang kelelahan dan tertinggal di belakang, peserta tersebut baru pertama naik gunung sehingga belum terbiasa oleh medan pegunungan yang sangat terjal dan curam.
Dia mungkin menjalankan tugasnya sebagai panitia, yang memang harus bertanggung jawab atas keselamatan para peserta.
Tapi sepertinya dia memang sangat baik dan nothing tulus.
Sehingga dalam peristiwa tersebut ada seseorang yang merasa berhutang budi oleh dia, seseorang tersebut merasa terselamatkan oleh kebaikan dia.
Bagaimana tidak, hampir-hampir seseorang tersebut lunglai oleh sugesti negatifnya.
Sugesti negatifnya mengatakan bahwa dirinya seolah tidak sanggup melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.
Fisiknya mungkin kuat, tetapi sugesti negatif itu terus bergelayut mesra di support oleh derasnya air hujan yang turun dan dinginnya suasana dipegunungan yang sangat mencekam.
Sungguh beruntung seseorang tersebut, ditemani oleh dia dan seolah diberi kekuatan lewat energi positif dari si dia.
Dengan energi positif tersebut, seseorang itu kemudian mencoba untuk bersugesti positif dan terus bangkit menatap kedepan dengan keyakinan penuh bahwa dirinya mampu menggapai puncak gunung dengan selamat dan sehat.

Nganterin Pulang
Beberapa waktu kemudian dia berkomunikasi dengan seseorang itu, biasalah untuk menjalin silaturahmi.
Toh hidup ini kan sejatinya untuk saling bersilaturahmi satu sama lainnya, karena manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dan support dari orang lain.
Suatu hari seseorang tersebut sedang melayat di rumah temannya yang kebetulan bapaknya meninggal dunia karena sakit.
Seseorang tersebut kebetulan bodynya kurang fit karena pasca kecelakaan motor, dengan suka rela si dia datang  untuk ikut melayat dan akhirnya menemani/mengantarkan seseorang tersebut untuk pulang ke rumah yang jaraknya luamayan jauh dari ibu kota Jakarta.
Hohoho, "baik banget ini bocah, dengan riang gembira mau menemani".
Tapi sebenarnya biasa saja, karena memang tugas manusia itu untuk berbuat baik.
Justru yang aneh adalah jika ada manusia yang hobby berbuat kejahatan dan kerusakan di muka bumi ini.

Nemenin Jalan Di Jalanan
Beberapa waktu kemudian lagi dia janji akan main ke rumah seseorang itu, malam itu hujan turun begitu lebatnya sehingga seseorang itu berfikir bahwa si dia pasti tidak jadi datang.
Ternyata di luar dugaan, si dia datang menepati janjinya mesti harus menembus hujan yang begitu lebat dan deras.
Keesokan harinya dia menemani seseorang itu jalan-jalan keliling Jakarta mendampingi teman-teman muda seseorang itu.
Teman-teman muda dari seseorang itu kebetulan sedang merayakan kelulusan pasca ujian nasional.
Sebenarnya sih tidak perlu dirayakan, tapi sepertinya itu semua sudah menjadi tradisi di Jakarta.
Sehingga dengan penuh resiko seseorang tersebut memutuskan mendampingi teman-teman mudanya, supaya bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
Subhanallah, si dia begitu setia menemani seharian penuh tanpa mengeluh.
Senantiasa senyum dan senyum dengan tulus ikhlas.

Nemenin Pas Ada Korban
Sore itu seseorang itu mengajar di daerah Jakarta Timur, karena di telephone oleh adek-adekkan bahwa ada temannya yang juga adek-adekkan dari seseorang itu terluka oleh pelajar sekolah lain, seseorang itu langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Ketika seseorang itu tiba di lokasi korban sudah dibawa ke rumah sakit oleh temannya dibantu sama orang lain yang kebetulan lewat di lokasi kejadian.
Tiba di rumah sakit kurang lebih pukul 17.00 Wib dan ternyata korban telah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu.
Seseorang itu lunglai dan lemah, hilang semua kekuatan body nya.
Sungguh memilukan dan membuatnya sangat-sangat sedih tidak berdaya.
Seseorang itu hanya sanggup menangis dan berdo'a di Masjid Rumah Sakit hanya untuk menenangkan dirinya yang kala itu sungguh pilu yang luar biasa.
Hingga malam hari seseorang tersebut tiba di rumah korban bersama dengan semua teman-teman korban.
Karena butuh pendamping dan butuh support seseorang meminta si dia untuk datang menemani.
Dan benar saja seperti biasanya, si dia datang menghampiri seseorang tersebut untuk membantu memulihkan kepiluan di malam itu.
Meski jarak yang ditempuh lumayan jauh, si dia tidak keberatan dan merasa biasa saja.
Bagi si dia, bisa memberi support kepada seseorang itu jauh lebih berharga dari segalanya.

Mimpi
Dia cerita kepada seseorang;
Semalam aku mimpi tau kurang lebih jam 02.00 malam, aku mimpi kalau kamu itu dikejar-kejar sama polisi terus ditembak.
Karena aku panik aku langsung bangun dari tidur dan langsung siap-siap mau ke rumah kamu.
Aku pikir itu bukan mimpi tapi kenyataan, makanya aku langsung pakai jaket dan siap-siap mau mengeluarkan motor dari rumah.
Aku takut kamu kenpa-kenapa dan saat itu aku sangat khawatir sekali dengan keadaan kamu.
Pas aku mau keluar tiba-tiba bapakku menyadarkanku bahwa saat itu jam menunjukkan angka 02.00 malam, sehingga sepertinya aku hanya mimpi belaka, itu kata bapakku.
Akhirnya aku melihat jam dan akhirnya melihat hp, ternyata ada sms dari kamu yang isinya kamu baik-baik saja dan kata kamu alhamdulillah panas badannya sudah lumayan turun.
Kebetulan malam itu kamu sakit, makanya aku kepikiran dan sampai kebawa ke dalam alam mimpi.

Helm
Seseorang sedang nonton bersama si dia, dan tiba-tiba hujan turun begitu lebatnya.
Bukan nonton film di bioskop ya, tetapi nonton bola di gelora bung karno.
Si dia teringat bahwa salah satu helmnya tidak tertutup alias kebuka, otomatis pasti akan basah kena air hujan.
Si dia bilang gini;
Eh itu hel kita satunya lagi kebuka dech, tar basah dung ya?
Ehm yaudh dech tidak apa-apa, nanti yang basah aku yang pakai, kamu pakai helm yang masih kering saja.
Biar kamu tidak sakit karena helmnya basah.

Jaket
Beberapa kali jalan dengan si dia, seseorang banyak merepotkan si dia.
Seseorang sering bawa jaket tipis yang sebenarnya tidak cocok untuk udara malam hari.
Dan alhamdulillahnya si dia selalu bawa jaket yang luamyan tebal sehingga lebih hangat dan nyaman.
Nah karena keadaannya begitu, seseorang sering memakai jaket si dia untuk digunakannya.
Dan si dia memilih tidak memakai jaket, karena memakai jaket seseorang terlalu tipis dan terkadang terlalu kecil.
Padahal mustinya keduanya harus sama-sama menjaga body, supaya sama-sama tidak sakit.
Kan tidak lucu jika salah satu sakit demi berkorban untuk salah satunya.
Hahaha, seperti sinetron saja keliahatannya, lucu sekali.

Nemenin Pas Sedih
Si dia memang baik dan pengertian, ketika suatu saat seseorang sedang ada masalah besar, si dia bersedia hadir di samping seseorang dengan setia.
Memberikan support positif dan memberi masukan-masukan agar seseorang bisa menyelesaikan masalahnya.
Merasakan yang dirasakan oleh seseorang.
Ternyata benar, kehadiran si dia sungguh berarti bagi seseorang.
Karena yang paling dibutuhkan orang dalam keadaan pelik adalah seorang teman baik yang mau mendengarkan dan memberinya saran.

Sabar Mencari Alamat
Tidak semua orang sabar mencari alamat baru.
Karena mencari alamat baru begitu rumit dan membuat kepala puyeng.
Apalagi alamatnya terkadang tidak jelas dan abstrak.
Sehingga sepertinya hanya orang-orang yang sabarlah yang bisa mencari alamat baru.
Dan ternyata si dia termasuk orang yang sabar mencari alamat baru hanya untuk menemui seseorang tersebut.
Dimanapun dan sesulit apapun, si dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari alamat baru dan alamat baru.
Dan pasti selalu ketemu dan tidak ribet.
Luar biasa si dia, benar-benar hebat dan siap melakukan apa saja untuk seseorang tersebut.
Semoga yang terlihat benar adanya, bukan hanya isapan jempol atau hanya sekedar lipstik belaka.
Misalnya hanya untuk kepentingan sunjektifnya.
Akan menjadi naif jika hal itu benar adanya.
Continue Reading...

Thursday, June 27, 2013

Cinta dan Rasa...


Kata Emak saya, cinta itu anugerah dari Allah jadi harus di syukuri.
Kata Embah saya, boleh cinta-cintaan tapi harus tau batasan.
Kata almarhum adek saya, cinta itu sesuatu yang terkadang menarik tetapi terkadang sangat membosankan.
Kata Pak Kyai, cinta itu harus dibingkai dengan cinta kepada Allah.
Kata teman-teman saya, cinta itu unik dan penuh warna-warni.
Kata anak sekolah, cinta itu sering bikin galau.

Lho kok cinta?
Sebenarnya yang mau di bahas cinta atau rasa ya?
Memang beda ya antara cinta dan rasa?

Kalau menurut saya rasa itu bagian dari cinta, sehingga keduanya saling menyatu satu sama lain.
Rasa yang dikembangkan secara terus-menerus maka akan berubah menjadi cinta.
Rasa yang dimatikan secara berkelanjutan maka akan menjadi kebencian yang mendalam.
Beruntunglah orang-orang yang mempunyai rasa positif yang kemudian bisa menjadi cinta.
Yang kemudian cinta itu bisa bermakna untuk orang-orang yang disekitarnya.
Karena dengan cinta itulah orang bisa saling memberi dan mengasihi satu sama lain.

Saya mungkin tidak bisa mendefinisikan cinta dengan detail.
Kerena menurut saya cinta itu lebih menarik jika dirasakan dari pada dijabarkan.
Cinta itu bukan hitung matimatis dan bukan juga hitung ekonomis.
Cinta itu adanya dihati dan bersifat sangat suci dan mulia.
Maka teruslah dijaga dan disirami dengan kesejukan sehingga tidak pernah sirna.

Tidak salah saling mencintai antara lawan jenis karena itu fitrah.
Justru bahaya bagi manusia yang tidak mempunyai cinta.
Atau bagi manusia yang mati-matian berusaha membunuh cinta dengan alasan keyakinan misalnya.
Karena semakin dibunuh, cinta itu akan semakin membabi buta merekahnya.
Bagaimana tidak, kan yang memberi cinta itu adalah Allah.
Sehingga tidak layak jika kita menafikkanya apalagi mengingkarinya.

Yang kemudian perlu dijaga dan diwaspadai adalah cinta buta yang menghalalkan segalanya.
Cinta yang hanya melihat seseorang dari fisiknya saja.
Cinta yang menerawang seseorang hanya dari hartanya saja.
Cinta yang hanya berpatokan pada nafsu duniawi saja.
Cinta yang berlebihan.
Cinta yang melupakan nilai substansi dari cinta itu sendiri.

Boleh kok mencintai dan dicintai.
Boleh juga kok menjalin rasa.
Boleh juga berkomitmen.
Tapi tolong secara sehat ya?
Jika tidak bisa secara sehat, mending tidak usah dulu berkomitmen.
Banyak hal yang musti diraih sepertinya dalam hidup kita.
Dan orang tua juga kayaknya menuggu kesuksesan kita lho ya.
So, cintailah dengan sehat dan sederhana.
Continue Reading...

Wednesday, May 22, 2013

Kiss First Film,..

Saya sedang menginap di rumah yunior saya di apartemen Kalibata City.
Yunior saya tersebut mengajak saya menonton film Thailand yang berjudul "first kiss".
Dia tidak menceritakan tentang kisah dalam film tersebut, dia hanya bilang kalau film tersebut lumayan lucu dan menarik untuk di tonton.
Akhirnya sama mencoba untuk menontonnya bersama dengan beberapa yunior saya.
Awalnya hanya terkesan lucu dan benar-benar kocak.
Belum terlihat pesan moral yang tersimpan dalam film tersebut.
Hingga akhirnya saya mulai terpesona dengan cerita dalam film tersebut.


Ceritanya sebagai berikut:
Ada seorang perempuan pekerja (karyawan) sebut saja Sa jatuh cinta dengan teman lamanya (satu sekolah) tetapi bertepuk sebelah tangan.
Karena laki-laki tersebut ternyata memilih perempuan lain yang juga teman satu sekolahnya.
Tetapi suatu ketika laki-laki tersebut tiba-tiba muncul dalam kehidupan Sa.
Akhirnya mereka jalan dan Sa pikir laki-laki tersebut telah lepas dari kekasihnya Pam.
Ternyata laki-laki tersebut justru hendak menikah dengan Pam.
Bagai di sambar petir di siang bolong, Sa kaget dan merasa sangat di bohongi oleh laki-laki tersebut (Ohm).


Tiba-tiba Sa ketemu dengan laki-laki muda yang masih SMA sebut namanya Bass.
Menurut Sa, Bass adalah laki-laki muda yang menarik dan baik hati.
Bass bisa mengobati luka hati Sa oleh Ohm.
Hari-hari Sa akhirnya dijalani bersama dengan Bass.
Mereka merajut tali kasih tulus.
Mereka berdua bahagia dalam balutan rasa sayang yang agung.
Meski dalam perjalanannya teman-teman Sa kurang setuju karena persolan beda usia yang terlalu jauh yaitu 8 tahun.
Berbeda dengan teman-teman Bass, mereka lebih welcome dengan Sa.
Disini terlihat bahwa terkadang pemikiran orang dewasalah yang terkadang seperti anak kecil.
Dan anak muda bisa jauh lebih dewasa dibandingkan dengan orang tua.

Konfliknya Bass harus kuliah di luar negeri dipaksa oeh bapaknya.
Dan bapaknya sengaja memisahkan Sa dari Bass karena supaya Sa bisa kembali dengan Ohm.
Karena ternyata Pam mantan istri Ohm adalah perempuan simpanan bapaknya Bass.
Lagi-lagi disni anak mudalah yang dikorbankan oleh orang dewasa.
Mustinya bapaknya Basslah yang harusnya berkorban dengan mengembalikan Pam kepada Ohm.
Dan membiarkan Bass anaknya bahagia dengan Sa perempuan pilihannya.

Sa tidak mau kembali kepada Ohm.
Meski Ohm memohon dan meminta kepada Sa dengan serius.
Sa memutusan untuk tetap setia kepada pilihannya yaitu Bass.
Sa sangat yakin bahwa Bass adalah laki-laki terbaik dalam hidupnya.
Dan Basslah yang kelak akan mendampinginya mengukir sejarah rumah tangga.

Lima tahun kemudian Bass kembali kepelukan Sa.
Dan Bass membuktikan kepada Sa dan semua masyarakat disana bahwa kekuatan cinta mengalahkan segalanya.
Termasuk mengalahkan klaim-klaim culture yang mengatakan bahwa seolah-olah laki-laki harus lebih mapan dan laki-laki harus lebih kaya dari perempuan.
Laki-laki juga seolah harus lebih tua dari perempuan.
Sehingga jika ada pasangan yang perempuannya lebih tua dari laki-lakinya, masyarakat akan mencibirnya.

Padahal mayoritas orang Indonesia muslim.
Dan di Islam sendiri ada contoh nyata yaitu kisah cinta Nabi Muhammad dan Khadijah.
Khadijah jauh lebih tua 15 tahun dari Muhammad.
Khadijah jauh lebih mapan dan kaya dari Muhammad.
Dan Khadijah pulalah yang pertama naksir/suka Muhammad dan melamar Muhammad.
Adakah masalah dengan pernikahan dan rumah tangga mereka berdua?
Sangat tidak ada, bahan Nabi sangat mencintai Khadijah.
Dan Khadijahlah orang pertama yang percaya tentang kenabian Muhammad.

So untuk kita semuanya, mulailah untu tidak mengklaim/menyalahkan sesuatu yang beda.
Karena pada dasarnya beda itu indah.
Dan beda itu adalah fitrah dari Tuhan.
Continue Reading...

Monday, April 29, 2013

Menjadi Orang Baik...

Cerita I
Bagi saya orang terbaik dalam hidup saya adalah keluarga saya tercinta.
Bapak saya yang telah meninggal ketika saya tujuh tahun, beliau sangat sayang kepada saya.
Beliau sering membawa saya ke pantai untuk jalan-jalan.
Beliau juga sering mengajak saya liburan ke rumah nenek di Kalimanggis Subah
Beliau juga sering mengajak saya keliling kampung dengan bersepeda.
Bagi saya bapak saya adalah orang baik yang saya kenal dalam hidup saya.

Nenek saya juga sangat baik dengan saya.
Gimana tidak baik, dari saya bayi neneklah yang mengasuh saya.
Dan saya tinggal bersama dengan nenek saya.
Nenek sudah seperti ibu kedua saya setelah Umi kandung saya.
Nenek selalu sabar mengasuh dan mendidik saya sehingga saya mulai mengerti tentang hidup dan kehidupan.
Meskipun saya badung dan ngeyel, nenek saya selalu sabar dan sabar.
Jarang sekali nenek marah dan mengeluh.
Hanya sesekali nenek kesal dengan sikap badung saya.
Itupun cepat sekali berlalunya.

Umi saya tentu orang yang begitu luar biasa buat saya.
Mengandung dan melahirkan saya adalah bukti pengorbanannya buat saya.
Bekerja mati-matian buat saya juga suatu keseriusannya mengurusi saya sebagai anaknya.
Umi rela menjadian kaki sebagai kepala dan sebaliknya hanya agar anak-anaknya kelak menjadi orang-orang hebat di negeri ini.
Umi tidak penah mengeluh dan merasa lelah atas tugasnya sebagai ibu.
Umi selalu tegar dan senyum di depan saya.
Seolah ingin bilang; nak tenanglah umi dalam keadaan baik-baik saja.
Terima kasih untuk Umi tercinta.
Maaf belum bisa membalas jasa-jasa umi yang begitu besar.

Adek saya almarhum juga sangat luar biasa sekali.
Supportnya buat saya begitu berarti.
Keikhlasannya memandang sesuatu sungguh memberikan inspirasi buat saya.
Semangatnya dalam menatap hidup sungguh berapi-api.
Bagi dia hidupnya harus sukses demi menyenangkan umi dan nenek.
Dia juga selalu yakin bahwa saya kelak akan menjadi orang hebat di negeri ini.
Karena bagi dia laki-laki dan perempuan sesungguhnya sama saja.
Keduanya mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih mimpi di dunia ini.
Terima kasih adek sayang, harapmu akan saya wujudkan dengan serius.

Cerita II
Saya pernah mempunyai teman dekat namanya mbak Lela.
Bagi saya dia adalah teman baik dan sangat pengertian.
Bagaimana tidak baik, dia selalu mengalah dengan saya dan selalu membantu setiap kali saya butuhkan.
Dia juga selalu senyum di depan saya meskipun sedang banyak masalah.
Dia selalu berprinsip akan membahagiakan orang lain selalu meskipun dirinya sedang dilanda pilu dan lara.
Bahagia tidak terhingga bisa mempunyai teman sebaik mbak Lela.
Sayapun sering main ke rumahnya di Kudus dan menginap disana.
Di rumahnya sayapun sudah dianggap anak oleh bapak dan ibunya mbak Lela.
Subhanallah bahagia sekali rasanya bisa menjadi bagian dari keluarga mbak Lela.

Setelah kelar kuliah di UT Semarang mbak Lela menikah dan tinggal di rumah suaminya di Pekalongan.
Saya juga merantau ke Jakarta untuk kembali menuntut ilmu yang lebih tinggi lagi.
Karena jarak yang lumayan jauh kamipun jarang bertemu dan hanya bisa komunikasi via telephon.
Tapi ikatan kami tidak pernah memudar, kami tetap saling menyayangi sebagai sahabat dan saudara.
Beberapa kali mbak Lela main ke Jakarta dan mbak Lela juga main ke rumah ketika pasca lebaran idul fitri.

Allah memang selalu berkuasa atas apapun juga.
Mbak Lela sahabat baik saya harus berpulang ke sisi Allah setelah melahirkan putrinya.
Meninggal alam usia yang sangat muda.
Dengan meninggalkan seorang putri yang sangat cantik mirip dengannya.
Saya ikhlas dengan sepenuh hati dan yakin bahwa itulah yang terbaik untuk dirinya.
Saya juga yakin bahwa Allah sangat mencintainya sehingga mbak Lela diambil begit cepat.
Mungkin Allah takut jika lebih lama hidup mbak Lela akan berbuat sedikit ketidakbaikkan.
Maha suci Engkau ya Allah yang telah mengambil mbak Lela sahabat baik saya.
Continue Reading...

Friday, April 26, 2013

Kematian Kadang Mengagetkan,...

Kemaren di ruang guru temanku bu Sri cerita detail tentang kematian buah hatinya.
Aku jarang sekali ketemu dengan bu Sri karena hari mengajar kami berbeda.
Kebetulan juga saat anaknya meninggal, aku sedang dalam keadaan kecelakaan di Sawangan.
Aku peluk bu Sri dan aku ucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Faiz anak tercintanya.
Dia bercerita dengan detail dan gamblang.
Air matanya berurai dan raut wajahnya menggambarkan kesedihan yang mendalam.
Aku benar-benar bisa merasakan apa yang dia rasakan.
Bahwa begitu menyayat hati kehilangan orang yang disayangi.
Apalagi kehilangan untuk selama-lamanya.

Jadi ingat saat adek kandungku meninggal dunia dua tahun lalu.
Aku sempat down dan kehilangan gairah hidup.
Bagaimanapun dia adalah adek kandungku cowok satu-satunya.
Dan dialah pula yang selalu support aku untuk menjadi orang hebat di negara Indonesia tercinta.
Hingga aku kembali bangkit oleh kalimat yang terlontar dari teman adekku Sukoco yang sudah aku anggap sebagai adek kandungku: "Lho mbak mau sedih sampai kapan? toh adek mbak tidak akan pernah kembali lagi ke dunia ini, dia sudah tidak ada di dekat kita mbak? jadi tolong relakan dan ikhlaskan, mbak wong nabi Muhammad saja meninggal dunia apalagi kita-kita yang hanya manusia biasa?"
Sejak itulah aku mulai bangkit dan kembali menata diri sendiri.
Aku sadarkan nalar logisku bahwa semua yang hidup ini pasti akan kembali kepada pencipta-Nya.

Berbeda ketika bapak meninggal dunia.
Kala itu aku masih tujuh tahun, jadi tidak begitu ingat kronologisnya.
Yang aku ingat, orang ramai di rumah nenekku dan aku mendapat banyak uang jajan kala itu.
Sehingga aku lupa apakah aku menangis tersedu atau tidak.
Yang jelas, ibuku tercinta sangat lemas dan sedih di pojokkan menunggui jenazah bapakku.
Lama memang aku tidak punya bapak.
Sehingga ketika adekku meninggal aku begitu sedih.
Karena aku merasa telah kehilangan dua orang sekaligus yang sangat aku cintai dan sayangi.

Hari ini UJ meninggal dunia.
Meskipun aku tidak kenal sama dia tidak ada salahnya turut berduka cita.
Dan turut mendoakan kepergiannya.
Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Dan satu yang musti kita ambil hikmahnya adalah; bahwa begitu banyak orang yang kehilangan UJ.
Spiritnya yaitu bagaimana supaya kita sebagai manusia yang beriman bisa meninggal dalam keadaan dikenang dan diingat kebaikannya oleh orang lain.
Amin ya Allah.

Hidup hanya satu kali mari gunakan untuk berbuat selalu kepada kebaikan dan kemanfaatan.
Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog