Monday, January 07, 2013

Dongkol Banget....


Sore itu saya mengajar di kampus Tangerang, agak suntuk dan kesal karena sepanjang jalan hujan turun begitu derasnya. Gimana tidak kesal rok saya basah kuyup terkena air hujan, saya sesungguhnya sudah memakai mantel, tetapi derasnya hujan menembus mantel bagian bawahnya. Sebenarnya agak risih juga karena kondisi mengajar di ruang ber ac, saya pasti akan merasakan kedinginan yang luar biasa. Tapi mau gimana lagi, masa saya harus pakai mukena untuk mengajar? Hahaha.
Selesai mengajar kurang lebih pukul 17.00 WIB saya masuk ke ruang dosen, saya sengaja tidak pulang karena sesungguhnya malam itu janjian nonton dengan mahasiswa saya di CBD. Tiba-tiba ada dosen laki-laki yang wajahnya baru saya lihat, dosen itu masih lumayan muda tapi sepertinya dosen baru/mungkin dosen pengganti. Beginilah percakapan saya dan dia:
Dosen; ibu sudah berapa lama disini?
Saya; hah, iya pak?
Dosen; sudah lama disini bu?
Saya; sudah lima tahun.
Dosen; lama juga ya bu, wah hebat.
Saya; biasa saja pak.
Dosen; kuliahnya dimana?
Saya; kuliah apa?
Dosen; maksudnya dulu kuliah dimana?
Saya; di unnes, uhamka dan unj.
Dosen; lagi ambil program doktor?
Saya; iya bener banget.
Dosen; wah keren ya masih muda sudah mau doktor.
Saya; ah biasa saja pak.
Dosen; menurut saya keren dan hebat, apalagi ibu perempuan.
Saya; memang kenapa dengan perempuan?
Dosen; jarang perempuan yang bisa kuliah sampai tinggi.
Saya; ah menurut saya sudah banyak pak.

Saya sebenarnya agak dongkol karena saya merasa tidak kenal dengan dosen baru tersebut. Dan posisi saya sedang ada urusan dengan sms/telphon di hp saya. Tapi itu orang cuek banget dan merasa sok akrab, bahkan dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang sedang saya lakukan. Kesel banget rasanya, ditambah saya tipikal orang yang suka gk suka ma orang yang ribet dan tanpa basa-basi. Gimana gk ribet, kenal saja tidak tapi langsung nyerocos bla bla bla tidak berhenti. Bahkan sama sekali tidak memberi kesempatan kepada saya untuk membalas sms dan mengangkat telephon.

Dosen; tinggal dimana bu?
Saya; di parung bogor.
Dosen; kenapa tidak di jakarta saja?
Saya; wong rumah saya di parung kok disuruh tinggal di jakarta.
Dosen; owh rumah sendiri?
Saya; memangnya kenapa ya pak?
Dosen; hebat ya.
Saya; biasa saja pak.
Dosen; maenlah ke daerah saya di ciganjur.
Saya; insya allah pak.
Dosen; saya tunggu ya bu.
Saya; gak janji ya pak maaf.
Dosen; di tempat saya suka ada diskusi agama, tapi laki-laki semua yang datang.
Saya; owh.
Dosen; semoga sih ibu tidak masalah jika ketemu banyak laki-laki.

Sumpah pusing banget saya sama dosen tersebut, hati saya ngomel-ngomel tidak karuan. Rasanya pengen segera cabut dari ruangan itu supaya tidak mendengarkan ocehannya. Wajah saya sudah sangat tidak respek sama dia, bahkan saya sudah malas menjawab pertanyaan panjang dan bertubi-tubi dari dia. Mustinya saya tidak begitu, karena bagaimanapun kan dia adalah patner saya di kantor. Tapi pelajarannya adalah mohon agar siapapun orangnya, ketika baru pertama kali kenal orang mohon untuk tidak langsung banyak bertanya dan mohon lihat kondisi orang yang sedang diajak bicara. Siapa tahu orang yang diajak bicara tersebut sedang suntuk atau sedang mempunyai banyak hal yang musti segera diselesaikan.
Saya; saya mah laki-laki dengan perempuan sama saja, kan keduanya punya hak untuk mencari ilmu.
Dosen; bagus dech kalau begitu.
Saya; sip.
Dosen; dengan senang hati jika ibu mau datang.
Saya; J.
Dosen; ibu sepertinya sangat mandiri orangnya.
Saya; makasih ya bapak, oya mohon maaf bapak saya pamit duluan.
Dosen; owh mau pulang to bu?
Saya; yupz.
Tanpa babibu saya langsung cabut buru-buru dan berniat langsung pulang ke rumah karena tidak jadi menonton di CBD. Pulang dalam keadaan hati dongkol, meski agak merasa bersalah sih karena sudah sinis dan ketus sama orang lain. Mustinya sekesal apapun sama orang, kita tetap harus berbuat baik dan cinta kasih sama orang lain. Hingga selang perjalanan kurang lebih sepuluh menit tiba-tiba ban motor saya bocor, ban yang bagian belakang. Dan saya kaget karena jumlah motor yang bocor kurang lebih ada tujuh motor. Waduh kok bisa bersamaan ya bocornya? Jadi berburuk sangka lagi sama orang lain, jangan-jangan ada yang menebar paku di jalanan raya.
Masya Allah, tidak boleh berburuk sangka sama orang lain, karena saya yakin ban belakang motor saya yang bocor ini akibat sikap saya di kampus sama dosen baru tersebut. Saya yakin bahwa Allah selalu langsung menegur saya jika saya melakukan kesalahan. Karena tidak ingin berburuk sangka akhirnya saya berpikir bahwa memang ban motor belakang saya harus bocor, dan ternyata benar bocor bukan karena paku tetapi bocor alami. So untuk teman-teman semuanya agar selalu berbaik sangka sama siapapun dan dalam keadaan apapun. Karena yakinlah bahwa Allah itu tidak pernah tidur dan selalu mengamati semua tindak-tanduk hamba-hambanya.

Continue Reading...

Sunday, January 06, 2013

Romantika Anak Remaja...

Ada sebuah cerita, sebut saja Beny punya cewek namanya Sindy, mereka pacaran sudah lumayan lama.
Kedua orang tua mereka sudah oke dengan hubungan mereka berdua.
Artinya mereka berdua sudah mendapat lampu hijau untuk segera menikah.
Tiba-tiba, Sindy tertarik dengan cowok lain sebut namanya Dony.
Sindy dan Dony saling berkomunikasi dan akhirnya mereka berdua jalan.
Setelah dua bulan mereka jalan, akhirnya Sindy dan Dony memutuskan untuk pacaran.
Padahal Sindy telah mempunyai calon suami yang bernama Beny.

Hingga akhirnya Beny tahu bahwa Sindy telah selingkuh darinya.
Karena Beny cowok baik dan tidak mau ribet, dia meninggalkan Sindy dengan ikhlas.
Berharap Sindy bisa bahagia dengan Dony.
Meski patah hati dan kecewa, Beny tetap berusaha berbaik sangka sama semuanya.
Beny yakin bahwa Allah punya rencana yang indah kelak untuk hidupnya.

Sindy akhirnya pacaran dengan Dony.
Awalnya mereka bahagia dan berjanji untuk saling setia selamanya.
Hari-hari mereka lalui secara bersama-sama.
Suka dan duka jua dijalaninya berdua tanpa mengeluh.
Hingga suatu ketika Dony kenal dengan cewek sebut namanya Riny.
Riny ternyata jauh lebih menarik dari Sindy.
Dan gayung bersambut, karena Riny ternyata juga suka dengan Dony.

Dony mulai mengajak Riny jalan.
Dan selang beberapa waktu kemudian Dony jadian dengan Riny.
Tentu tanpa sepengetahuan Sindy.
Tetapi seperti biasa, akhirnya Sindy tahu bahwa cowoknya selingkuh.
Mengingat bahwa dia pernah melukai hati cowok sebelumnya Sindy memutuskan melepas Dony dengan ikhlas.
Dony akhirnya pacaran dan jalan dengan Riny.
Sejak itu Sindy memutuskan tidak lagi berkomunikasi dengan Dony dan Riny.
Kebetulan Sindy kenal juga dengan Riny.
Sakit hati banget sih, tapi Sindy sadar bahwa itu adalah balasan dari Allah atas kesalahannya.

Sindy berada dalam kesendirian.
Dia mencoba merefleksi hidupnya agar bisa lebih baik lagi.
Dia selalau mencoba dan mencoba untuk mencapai sukses dalam hidupnya.
Dia tidak begitu fokus untuk urusan cowok.
Yang penting buat Sindy saat ini adalah karirnya.
Hingga suatu ketika Sindy bertemu dengan cowok yang bernama Jajang.

Jajang terlihat aktif melakukan pendekatan kepada Sindy.
Sindy awalnya cuek dan tidak begitu respon.
Karena dia masih takut dengan beberapa hal kurang baik yang dialaminya berkenaan dengan cinta.
Tetapi hati Sindy luluh juga dengan Jajang.
Dan akhirnya Sindy memutuskan untuk jalan dengan Jajang.
Sindy belum mau membuat komitmen dengan Jajang.
Sindy hanya mau berteman dekat dulu.

Jajang begitu perhatian dan sayang dengan Sindy.
Apapun yang diinginkan Sindy dipenuhi oleh Jajang.
Jajangpun seolah selalu ada waktu buat Sindy.
Hingaa Sindy merasa sangat tidak enak sama Jajang.
Karena tidak enak dan merasa berhutang budi, Sindy akhirnya menerima Jajang sebagai pacarnya.
Sindy berbaik sangka dengan Jajang.
Dan yakin bahwa Jajang bukan cowok jahat.
Mereka berdua bahagia dan pacaran sungguh-sungguh.

Hingga suatu saat ada telephon ke Sindy dari seorang cewek sebut namanya Neni.
Neni mengaku sebagai pacarnya Jajang.
Neni mohon-mohon ke Sindy supaya melepaskan Jajang.
Karena Neni tidak bisa hidup tanpa Jajang.
Jajang adalah bagian hidup Neni.
Sindy kaget dan tidak percaya dengan semuanya.
Hingga akhirnya Sindy menemui Jajang.
Dan akhirnya Jajang mengakui bahwa dirinya memang mempunyai cewek yang bernama Neni.
Tapi Jajang memilih Sindy meski Sindy cewek yang keduanya.

Sindy teringat dengan kejadian sebelumnya yang selalu berulang.
Jika Sindy menerima Jajang dan membiarkan Neni terluka, Sindy yakin kedepan kejadian itu akan terulang lagi.
Karena Sindy yakin bahwa hidup ini tidak terlepas dari hukum alam.
Atau istilah agamanya Allah tidak pernah tidur dan pasti membela hambanya yang teraniaya.
Akhirnya Sindy memutuskan untuk tidak menerima Jajang dan menyuruh Jajang kembali kepada Neni.
Tetapi Jajang tidak mau dan tetap ngotot ingin bersama Sindy.

Hikmahnya :
Sindy menyakiti Beny.
Sindy dapat Dony.
Dony menyakiti Sindy.
Sindy dapat Jajang.
Sindy menyakiti Neni.

Teman-teman yang budiman, hidup ini hanya satu kali lho ya.
Mending kita gunakan untuk berbuat baik dari pada kita gunakan untuk menyakiti orang lain.
Yakin bahwa hukuman di dunia itu ada juga lho ya.
Mungkin istilah teman-teman adalah karma.
So, jadilah orang baik yang selalau berbuat baik dimanapun.
Jadilah orang baik yang selalu berbaik sangka dengan apapun.
Dan jadilah cowok dan cewek baik yang mengartikan cinta dengan 'nilai' bukan hanya nafsu.
Karena sesungguhnya cinta itu berhubungan dengan rasa, dan rasa itu sangat lembut.
Jika sedikit saja tergores maka lukanya akan lama sembuhnya.

Saya yakin teman-teman sepakat bahwa kita saja tidak suka disakiti dan dimainin.
Jadi orang lainpun pasti tidak suka jika kita sakitin dan mainin.
Apalagi yang kita sakiti adalah manusia, sedangkan kita tahu bahwa manusia itu punya hati dan pikiran.
Bayangkan yang sedang kita sakiti adalah adek kandung kita atau saudara kita.
Pasti kita menjadi orang pertama yang tidak terima dan marah-marah.
So, meski usia masih muda/remaja, tidak ada salahnya mulai belajar untuk SETIA.
Mulai belajar untuk JUJUR.
Mulai belajar untuk BERTANGGUNG JAWAB atas apa saja yang kita lakukan.

Selamat mencoba menjadi manusia BAIK.
Yakinlah bahwa BAIK itu CANTIK.
Dan semua manusia menyukai yang CANTIK.
Karena yang CANTIK itu MENARIK.
Continue Reading...

Thursday, January 03, 2013

Cinta Kok Ribet To...

Semua orang merasa paham tentang cinta.
Dan semua orang merasa ngerti arti cinta.
Semua orang merasa begitu karena rata-rata orang mengalami yang namanya mencintai dan dicintai.
Tentu indah rasanya bisa mencintai dan dicintai.
Karena tidak perlu munafik bahwa hidup ini butuh cinta dan kasih sayang.

Anak tidak akan tumbuh besar tanpa cinta kasih dari kedua orang tuanya.
Adek tidak bisa mandiri tanpa bantuan tulus dari kakak-kakaknya.
Murid akan cerdas dengan bantuan ikhlas dari para guru-guru.
Rakyat sejahtera karena cinta kasih dari pemimpinnya.
Manusia tidak akan eksis jika tidak ada Allah dalam hidupnya.

Cinta secara universal artinya mencintai dengan nilai dan untuk komunitas luas.
Sedangkan cinta secara subjektif yaitu mencintai antar lawan jenis.
Tentu lebih menarik bicara cinta subjektif ketimbang cinta yang universal.
Karena cinta subjektif mengkaji dan membahas cinta secara detail dan rinci.

Cerita Cinta I
Saya mempunyai teman deket sebut namanya Ety.
Dia mencintai seorang cowok sebut saja Hardi dari mereka sama-sama SMA.
Saya tahu cerita mereka setelah mereka sama-sama lulus kuliah.
Kala itu rata-rata usia cinta Ety yaitu tujuh tahun.
Saking terharunya saya mencoba membantu Ety supaya cintanya kesampaian.
Karena ternyata Hardi sama sekali tidak tahu tentang perasaan sahabatnya tersebut.
Saya mencoba membuat beberapa acara untuk mereka berdua, dan saya melakukan banyak hal untuk mereka berdua.
Kurang lebih setengah tahun saya berusaha dengan segenap daya untuk menyatukan mereka.
Dan setengah tahun itu tidak membuahkan hasil positif.
Sampai akhirnya Hardi memberitahu saya bahwa satu bulan lagi dia akan menikah.
Dia menikah dengan perempuan lain yaitu teman kerjanya.
Dan dia minta maaf kepada saya karena tidak bisa bersatu dengan Ety.
Hardi bilang; bahwa Ety perempuan sangat baik dan dia hanya bisa menjadi teman Ety tidak lebih.

Saya menangis dan berfikir bagaimana caranya menyampaikan berita ini kepada sahabat sekaligus kakak angkat saya Ety.
Mau tidak mau, berani tidak berani Ety harus tahu berita ini.
Sampai akhirnya saya menemui Ety dan menceritakan semuanya.
Ety menangis dan kemudian pingsan.
Setelah sadar dari pingsannya dia bilang; subhanallah, Tuhan selalu punya rencana untuk hamba-hambanya.

Hingga saat ini, pernikahan Hardi sudah tiga tahun jalan.
Dan Ety masih mencintai Hardi dan tidak pernah membuka hatinya untuk laki-laki lain.
Ety merasa bahwa cintanya untuk Hardi begitu besar dan dia akan selalu menjaganya sampai kapanpun.
Tidak peduli bahwa Hardi telah menikah dan mempunyai anak.
Bagi Ety cinta tidak harus bersatu.
Melihat Hardi bahagia dengan perempuan lain sudah cukup buat Ety.
Karena cinta bagi Ety yaitu melihat orang yang dicintainya bahagia dengan pilihannya.
Meski dirinya harus menjadi korban.

Cerita Cinta II
Sebut saja Dijah seorang janda berusia 50 tahun.
Dijah sangat kaya raya dan ditinggal mati oleh suaminya.
Anaknya ada tiga orang dan ketiganya sudah besar.
Dijah tidak pernah menikah lagi dan memutuskan hidup sendiri.
Sampai akhirnya Dijah ketemu dengan laki-laki yaitu mahasiswa ayahnya sebut saja Ahmad.

Kebetulan ayahnya dosen di kampus Negeri dan mengajar program Pascasarjana.

Usia Ahmad kala itu adalah 27 tahun, selisih 23 tahun dari Dijah.
Tetapi karena sering main ke rumah ayah Dijah, maka Ahmadpun sering ketemu Dijah.
Dan dalam proses pertemuan tersebut Ahamd jatuh cinta kepada Dijah.
Dan cinta Ahmad tidak main-main.
Saking seriusnya Ahmad melamar Dijah lewat ayah Dijah.
Dan ayah Dijah mengijinkan Ahmad menikahi Dijah.

Ahmad tahu bahwa Dijah sudah tidak dapat hamil karena usianya sudah 50 tahun.
Tapi tidak masalah bagi Ahmad karena Dijah telah mempunyai tiga orang anak.
Bagi Ahmad meski ketia anak Dijah bukan anak kandungnya dia akan menganggapnya sebagai anak sendiri.
Karena cinta bagi Ahmad bukan pada fisik atau usia tetapi lebih pada substansinya.
Bagi Ahmad bisa mendapatkan Dijah adalah sesuatu yang berharga.
Sehingga Ahmad berjanji kepada ayah dan anak-anak Dijah bahwa dia akan selalu membahagiakan Dijah hingga Dijah meninggal dunia.
Hingga kini Ahmad telah berusia 35 tahun dan Dijah telah berusia 58 tahun.
Delapan tahun pernikahan tidak membuat mereka bosan.
Bahkan hubungan mereka semakin romantis dan akur.
Hingga teman-teman Ahmad dan Dijah sangat iri melihat keromantisan mereka berdua.

Kesimpulan
Ety subhanallah, tidak banyak orang seperti Ety.
Meski sayang, masyarakat pasti akan menganggap Ety goblok.
Menunggu sesuatu yang tidak jelas.

Ahmad juga luar biasa, dan tidak banyak laki-laki yang seperti Ahmad.
Kebanyakan laki-laki mencari perempuan yang lebih muda dan cantik.
Jarang laki-laki mau sama perempuan  yang lebih tua.

Apa sih yang orang tau tentang cinta?
Cinta itu di hati, cinta itu dirasakan, dan cinta itu dibuktikan.
So, tidak usah mengklain tentang cinta.
Biarkan masing-masing individu membumbui cintanya sendiri.
Biarkan masing-masing orang menentukan pilihannya tanpa klaim dan tanpa justifikasi.

Wong yang menjalani bukan kita kok, tapi kita yang repot.
Continue Reading...

Malam Tahun Baru...


Malam tahun baru kemaren mustinya saya mau ke Cilongok Banyumas dengan teman saya.
Di Cilongok kebetulan ada teman dekat (sudah seperti adek) yang siap mengajak saya tahun baru di curug Cipendak Banyumas.
Kata teman saya, curug Cipendak sangat luar biasa dan pasti pas untuk tahun baruan.
Betapa senangnya saya seandainya bisa tahun baru disana, pasti akan sangat berkesan dan menyenangkan.
Apalagi suasana disana masih sangat asri, damai, lembut, dan alami.
Tapi sayang, teman saya tersebut yang berjanji menemani saya membatalkan acara ke Cilongok karena alasan tidak mendapat ijin.
Dia tidak mendapat ijin dari kedua orang tuanya, alasannya terlalu jauh untuk sebuah liburan tahun baru.
Mau tidak mau sayapun membatalkan acara ke Cilongok, karena tidak mungkin saya datang seorang diri.

Karena cancel ke Banyumas, saya terlanjur tidak mempunyai acara lain untuk tahun baru.
Karena tidak mungkin juga membuat acara tapi dadakan, saya yakinlah teman-teman saya yang lain pasti sudah mempunyai acara masing-masing.
Dan tidak elok juga jika saya tiba-tiba bergabung tanpa ikut merencanakannya.
Akhirnya saya memutuskan untuk tahun baru di rumah sambil tidur dan selimutan.
Saya membayangkan merayakan tahun baru di alam mimpi.
Pasti seru dan menarik, karena jarang orang yang menghayalkan merayakan tahun baru di alam mimpinya.
Sebenarnya sih bisa merayakan tahun baru dengan tetangga atau ikut gabung di komplek Telaga Kahuripan.
Karena tetangga juga mengadakan acara bakar-bakar ayam, sedangkan di komplek Telaga Kahuripan sudah dapat dipastikan sangat ramai.
Tapi saya sudah sangat tidak berminat untuk bergabung ke acara apapun.
Tekat saya sudah bulat untuk merayakan tahun baru di alam mimpi.
Hahahaha.

Sempat sih sms beberapa teman dan di sms beberapa teman untuk gabung ke acara mereka.
Tapi hampir yang menawarkan untuk gabung tempatnya sangat jauh dari Parung.
Saya membayangkan naik motor dari Parung ke Jakarta sendirian, malam-malam, dan jalanan macet.
Sungguh tidak sanggup saya membayangkannya, pasti saya akan kelelahan dijalanan dan dipastikan akan bete habis.
Karena bayangan serem itulah saya bulat memutuskan untuk tahun baru di alam mimpi.
Kira-kira pukul 20.00 WIB saya mencoba sma teman saya anak sini, saya bilang jika dia akan ke depan (Telaga Kahuripan) boleh jemput saya.
Dalam hati sih semoga dia tidak datang dan saya akan melancarkan rencana saya untuk tidur lebih awal.

Kira-kira pukul 21.30 WIB saya mendengar bunyi motor berhenti tepat di depan rumah saya.
Saya pikir tamunya budhe sebelah rumah, makanya saya cuek dan tidak keluar.
Ternyata motor-motor itu adalah motor teman saya anak sini asli.
Mereka sengaja nyamper saya dan bermaksud mengajak saya bergabung ke komplek Telaga Kahuripan untuk merayakan tahun baru disana.
Dia bercerita bahwa di depan sangat ramai, banyak orang jualan, banyak orang-orang datang untuk merayakan tahun baru bersama-sama.
Dan tradisi itu sudah berlangsung dari tahun ketahun.
Tertarik juga mendengar penjelasan dari teman saya tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk siap-siap dan jalan dengan teman saya tersebut.
Kira-kira jam 22.00 WIB saya jalan dengan teman saya tersebut, kebetulan teman saya itu juga membawa teman-temannya.

Akhirnya saya nongkrong di Telaga Kahuripan bagian depan.
Subhanallah begitu sangat ramai, ramai orang jualan dan ramai orang-orang.
Meski kondisi dalam keadaan hujan gerimis, orang-orang tetap eksis disitu dan tidak bergerak dari tempat duduknya.
Sepertinya hujan bukan halangan berarti bagi mereka semua yang bermaksud merayakan tahun baru.
Tidak hanya motor yang memenuhi Telaga Kahuripan, tetapi juga ada sepeda dan mobil-mobil.
Saya memastikan bahwa yang datang kesitu tidak hanya yang dekat dari komplek tetapi ada banyak orang yang juga datang dari jauh.
Sebenarnya sih tidak ada acara khusus seperti panggung, tetapi seolah mereka bersepakat bahwa perayaan tahun baru tidak perlu acara.
Cukup kebersamaan diantara mereka menjadi bukti bahwa mereka bisa merayakan tahun baru secara bersama-sama.
Meski satu sama lain tidak harus saling kenal dan saling paham.

Saya mencoba mengamati yang ada di depan mata saya kala itu.
Banyaknya pedagang dengan berbagai jenis barang dagangan menarik perhatian saya.
Dalam hati saya sempat berfikir; subhanallah banget orang-orang ini bisa memanfaatkan peluang yang ada.
Selain itu saya juga mengamati orang-orang yang datang kesitu.
Ternyata sebagian besar adalah anak-anak muda (remaja) yang datang dengan pasangannya.
Benar-benar hampir sebagian besar adalah muda-mudi yang berpasangan.
Sedangkan sebagian kecilnya sepertinya adalah suami istri dan anak-anaknya.

Muda-mudi yang datang ke tempat itu terlihat begitu romantis dan sangat dekat.
Ada yang mojok di tempat yang gelap, ada yang duduk di motor berduaan, ada yang duduk berdua di tempat ramai.
Tetapi sebagian dari mereka berdua di tempat yang gelap dan duduk di motor berduaan.
Waduh, pusing saya melihat keadaan itu.
Bukan iri karena tidak membawa pasangan, tetapi lebih berfikir bahwa kondisi pergaulan/pacaran anak sekarang menurut saya sudah berlebihan.
Saya hampir tidak bisa membedakan mana yang suami istri dan mana yang pacaran, karena mereka sama-sama begitu dekat dan romantis.
Yang idealnya mustinya ada perbedaan antara suami istri dan orang yang hanya berstatus pacaran.

Kenyataan di lapangan, anak-anak pacaran lebih berani menampilkan keromantisan di depan publik dari pada suami istri.

Kalau suami istri saya yakin sudah risih untuk bermesraan di ruang publik.
Karena mereka bisa bermesraan di rumah mereka.
Sedangkan anak muda yang pacaran kenapa mereka bermesraan di luar, karena mereka tidak mungkin bermesraan di rumah.
Mereka pasti tidak berani dengan orang tuanya masing-masing.
Yah itu memang hak, tetapi kok sepertinya tidak pantas dilihat mata telanjang.
Susah memang bicara idealisme, sementara negara ini tidak punya alat untuk mengatur itu semua.
Tidak ada undang-undang yang mengatur tentang pacaran di muka publik.
Sehingga masing-masing orang seolah punya hak untuk berekspresi dalam berpacaran.

Jam 24.00 WIB telah tiba, riuh suara terompet, petasan, kembang api, dan knalpot motor begitu membahana.
Semua serentak meramaikan tahun baru bersama-sama.
Luar biasa heboh dan bising, sehingga telinga saya begitu pengap.
Keadaan itu berlangsung cukup lama kurang lebih lima belas menit.
Saya juga hampir muntah karena terkena asap-asap kembang api, petasan, dan knalpot.
Tapi alhamdulillah saya bisa bertahan disitu dengan keadaan yang demikian.
Di tengah-tengah suasana tersebut, saya melihat beberapa polisi bertugas mengatur laju motor dan mobil yang begitu padat.
Para polisi tersebut berseragam sangat rapi.
Subhanallah, salut buat polisi yang mau mendampingi warganya yang merayakan tahun baru di Telaga Kahuripan.

Kurang lebih jam 01.00 WIB saya tiba di rumah.
Niatnya sih mau ikut teman saya nongkrong dulu, tapi tidak tahu kenapa teman saya mengantarkan saya pulang ke rumah.
Mungkin dia kasihan melihat saya yang terlihat lemas karena pengaruh asap knalpot, petasan, dan kembang api.
Saya langsung cuci muka, sikat gigi, cuci tangan, dan cuci kaki dan siap-siap tidur selimutan.
Cerita berubah, tidak jadi merayakan tahun baru di alam mimpi.
Tetapi bermimpi telah merayakan tahun baru di Telaga Kahuripan.

Satu hal yang pasti; bahwa memang begitulan culture orang Indonesia.
Orang Indonesia lebih senang berhura-hura dan bersenang-senang dibandingkan mikir yang rumit-rumit.
Kalau dipikir-pikir tahun baru itu menghabiskan uang, tenaga, dan waktu.
Tapi orang tidak peduli dengan itu semua, yang orang-orang tahu bahwa tahun baru satu kali dalam setahun.
Jadi musti dirayakan dengan megah dan dengan kenangan yang berarti.
Koreksi buat kita bersama bahwa boleh berhura-hura, tetapi diri kita secara pribadi mustinya punya karya berarti untuk bangsa ini.
Terima kasih.
Continue Reading...

Thursday, December 27, 2012

Hari Ibu 22 Desember 2012...

Hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember sabtu kemaren.
Hari ibu adalah momentum penghormatan bagi kaum ibu/perempuan yang telah melahirkan dan membesarkan anak-anaknya dengan tulus ikhlas tanpa kepentingan.
Tentu dengan dibantu oleh suami/bapak dari anak-anak.
Hari ibu adalah hari kebanggaan bagi seorang perempuan karena telah menjadi ibu.
Jadikan hari ibu sebagai hari untuk menghormati keberadaan sosok ibu yang begitu luar biasa.
Kita tidak akan bangkit berdiri tanpa support dan asuhan dari para ibu-ibu.
Bagaimanapun ibu adalah seorang pahlawan yang harus diberikan penghargaan.

Ibu bagi saya adalah sosok yang mengagumkan dan mulia.
Ibu saya adalah seorang yang gigih dan pekerja keras.
Beliau rela melakukan apapun untuk bisa menyekolahkan saya dan adek-adek saya.
Biarpun kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, ibu saya tidak pernah mengeluh.
Semua dilakukan untuk membuat anak-anaknya berpendidikan tinggi.
Meskipun dahulu banyak masyarakat yang mencibir ibu saya tatkala saya memutuskan untuk kuliah selepas SMK.

Perempuan sesungguhnya adalah manusia kuat dan tangguh.
Dia bisa lebih eksis dari pada kaum adam/laki-laki.
Ibu saya rela dan kuat tidak menikah lagi hanya demi sebuah pekerjaan.
Pekerjaan yang membuatnya bisa menguliahkan anak-anak tercintanya.
Perempuan lebih bisa fokus mengasuh anak dibandingkan dengan laki-laki.
Itu kenapa laki-laki memilih segera menikah lagi setelah istrinya meninggal dunia atau bercerai.
Sungguh betapa hebatnya kaum perempuan di muka bumi ini.

Kita sudah sepatutnya belajar banyak dari pengorbanan dan perjuangan seorang ibu kepada anaknya.
Tidak ada ibu yang jahat atau ingin anaknya terlantar.
Hampir semua ibu sayang dan cinta kepada anak-anaknya.
Bagaimana tidak, anak-anak tersebut di kandung sembilan bulan dalam rahim perutnya.
Kemudian dilahirkan ke dunia dengan taruhan nyawa.
Kemungkinannya hanya dua; selamat atau meninggal saat melahirkan.
Subhanallah, betapa hebat perjuangan seorang perempuan (ibu).

Ada beberapa kasus dimana ibu/perempuan tega membunuh bayinya.
Atau ada beberapa perempuan yang tega menggugurkan kandungannya.
Itu semua dilakukan pasti ada sebab-sebab yang menekannya misalnya kondisi hamil di luar pernikahan sehingga si perempuan ketakutan dengan klaim masyarakat dan ketakutan jika di usir dari rumah karena telah menorehkan aib.
Artinya ada alasan yang melatarbelakangi kenapa kemudian perempuan berani menghilangkan nyawa anak kandungnya sendiri.
Dalam posisi ini tentu laki-laki juga ikut bersalah.
Karena mustinya laki-laki menjaga kaum perempuan dengan sebaik-baiknya, bukan malah menghancurkan masa depan dari para kaum perempuan.

Teruntuk ibu saya tercinta dan tersayang.
Terima kasih untuk semua yang telah engkau berikan kepada kami anak-anakmu.
Kami tidak bisa membalas semua kebaikan dan ketulusanmu.
Kami hanya bisa mendoakan kepada Allah agar engkau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah untuk tetap eksis di dunia ini.
Akan ku kenang semua pengorbanan dan jasa-jasamu ibu.
Kami telah belajar banyak darimu ibu.
Maafkan kami yang belum bisa memberikan yang terbaik buatmu.
Doakan kami agar kami bisa menjadi anak yang baik dan selalu berbakti kepada orang tua.
Continue Reading...

Akhirnya Ke Banyumas Lagi...

Dua tahun sudah saya tidak berani berkunjung ke Banyumas Jawa Tengah dengan alasan kepergian adek kandung saya yaitu Sugi.
Tapi alhamdulillah tanggal 21-23 Desember 2012 kemaren saya akhirnya berani menginjakkan kaki saya ke Banyumas, tepatnya di Cilongok Pondok Pesantren Zam-Zam Muhammadiyah modern.
Kebetulan ada acara Musyawarah Wilayah Nasyiah Jawa Tengah, sebagai Pimpinan Pusat saya di utus oleh teman-teman Pusat untuk menghadiri acara tersebut.
Subhanallah, Purwokerto Banyumas tidak banyak berubah dan masih utuh dengan pesona kotanya.
Banyak kenangan yang saya ukir di kota tersebut.
Saya melakukan penelitian aliran kepercayaan untuk skripsi saya disitu, adek saya pun sengaja saya kuliahkan disitu karena menurut saya Purwokerto Banyumas adalah tempat yang menarik untuk membentuk karakter diri seseorang.

Adek saya meninggal dua tahun yang lalu saat mau menuju ke kampusnya di UNSOED.
Adek saya meninggal kecelakaan dan alhamdulillah kuliahnya sudah selesai tinggal sidang Skripsi.
Banyak kenangan yang saya ukir di Purwokerto bersama dengan adek saya.
Beberapa kali bahkan sering saya datang ke Purwokerto dengan di dampingi adek saya.
Benar-benar subhanallah Purwokerto di mata saya dan adek saya Sugi.
Begitu banyaknya kenangan yang tercipta, sehingga saya sempat trauma dan tidak berani datang ke Purwokerto Banyumas karena kepergian adek saya Sugi.
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki saya kembali ke Purwokerto untuk memberi sambutan pada Musywil Nasyiah Jawa Tengah.

Air mata tetap ada, tetapi hidup harus terus berjalan.
Saya sempat janjian dengan beberapa teman dekat Sugi, dan kita kembali bernostalgia tentang masa hidupnya Sugi.
Subhanallah, betapa bangganya saya mempunyai adek seperti dia.
Hampir semua teman-temannya merasa sangat kehilangan sosok Sugi, sosok yang begitu sabar dan banyak memberi inspirasi kepada teman-temannya.
Sosok yang begitu ramah dan gampang bersahabat dengan lingkunan sekitarnya.

Disana saya juga bertemu dengan beberapa teman-teman lama yang dulu bareng di Ikatan Remaja Muhammadiyah.
Sebagian besar sudah menikah dan mempunyai anak antara satu atau dua orang.
Hanya ada beberapa yang belum menikah seperti Tungguh dan Sabar.
Tentu ada beberapa alasan kenapa mereka belum menikah, yang pasti Tuhan belum memberikan jodoh yang pas buat mereka berdua.
Untuk sahabat saya yang sudah berkeluarga dan mempunyai keturunan, selamat buat kalian dan semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian berdua, amien.

Saya juga diantar jalan-jalan wisata kuliner sama Sabar yang sudah saya anggap adek saya sendiri.
Saya diajak makan Lumpia Bom di dekat UNSOED.
Luar biasa enak dan pedasnya mantap sekali.
Berkali-kali saya ke Purwokerto tetapi baru kali ini saya bisa merasakan betapa nikmatnya Lumpia Bom asli Purwokerto Banyumas.
Ukuran Lumpianya begitu besar dan mantap dilihatnya.
Rasanya juga sungguh nikmat dan berbeda dengan lumpia pada umumnya yang beredar di masyarakat.

Tentang Sabar adek saya, saya sudah lama sekali tidak bertemu dengan dia.
Kurang lebih enam sampai tujuah tahun saya tidak bersua langsung dengan dia.
Alhamdulillah akhirnya saya dipertemukan oleh Allah dengan dia.
Tidak banyak berubah dari Sabar.
Penampilannya masih seperti yang dulu, hanya saja Sabar sekarang jauh lebih cerdas dan kreatif.
Terima kasih Allah telah mempertemukan kembali saya dengan Sabar.
Saya main ke rumah Sabar dan bertemu dengan ibunda Sabar.
Ternyata ibunda Sabar masih ingat betul dengan saya.
Karena waktu dulu sabar sakit saya pernah membawa Sabar ke rumah sakit Roemani Semarang.

Tiga hari berlalu akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta.
Alhamdulillah dapat tiket kereta eksekutive.
Selama di Purwokerto dan Cilongok saya tidak menjatuhkan air mata setetespun untuk Sugi.
Mungkin saya terlalu lelah bahagia karena bertemu dengan banyak teman-teman lama saya.
Tiba-tiba ketika di kereta Purwojara air mata saya jatuh bercucuran tidak terbendung.
Saya benar-benar sedih yang tiada tara tatkala mengingat kepergian Sugi.
Begitu menyayat hati, dan kembali menyadarkan nalar sadar saya bahwa Sugi benar-benar sudah tidak ada.
Maha suci Allah dengan segala kelebihan dan keunikannya.
Hendaknya kita selalu mensyukuri apapun yang Allah berikan kepada kita selaku hambanya.
Continue Reading...

Selalu Baik...

Rasa itu menyesakkan hati tatkala tidak selaras dengan yang teringinkan, tetapi rasa itu bisa menyakiti hati tatkala ada yang tidak selaras.
Manusia itu adalah makhluk yang halus dan berperasaan, sehingga manusia butuh cinta dalam hidup dan kehidupannya.
Tidak ada manusia yang tidak butuh cinta, karena pada hakikatnya Tuhan menciptakan manusia harus berpasang-pasangan.Laki-laki membutuhkan perempuan, dan sebaliknya perempuan juga membutuhkan laki-laki.Laki-laki dan perempuan saling membutuhkan untuk saling melengkapi dan melanjutkan keturunan.
Bayangkan manusia akan punah jika laki-laki dan perempuan tidak saling mencintai dan menikah.
Tetapi alasan di atas tidak berarti membenarkan adanya hubungan bebas antara laki-laki dan perempuan atas nama CINTA/RASA.

Tetap perlu ada batasan-batasan dalam persoalan RASA/CINTA di atas.
Saya tidak bilang pacaran itu dosa/salah, tetapi mampukah anak-anak sekarang pacaran dengan SEHAT?
Jika anak-anak sekarang tidak mampu pacaran secara SEHAT, lebih baik mereka tidak usah pacaran.Masih banyak hal-hal posotive lainnya yang bisa dilakukan oleh para pelajar misalnya; aktif di eskul, belajar yang rajin, membuat karya nyata, membangun jaringan diskusi ilmiah antar pelajar, berprestasi di kancah nasional dan internasional, banyak membaca, dan banyak menulis.
Jika para pelajar komitmen dengan tugas-tugas yang seabrek itu, saya yakin para pelajar akan lupa dengan PACARAN.Toh memang belum waktunya pelajar fokus pada masalah RASA, mustinya mereka hanya fokus pada urusan study.

Tidak berpacaran bukan berarti tidak laku atau tidak GAUL.
Tidak berpacaran bisa jadi karena sebuah PRINSIP hidup atau sebuah KEYAKINAN akan hal-hal yang lebih penting dari pacaran.
Berpacaran boleh, asal bisa pacaran dengan SEHAT dan tetap mempunyai prestasi dalam belajar.
Jangan sampai pacaran jalan tetapi belajarnya KACAU dan berantakan.
Mending tidak usah pacaran dan fokus pada tugas utama pelajar yaitu BELAJAR dengan sungguh-sungguh.
Para pelajar harus refleksi diri dengan sungguh-sungguh tentang dirinya sendiri.
Apa saja yang sudah dilakukan dalam rangka membanggakan dirinya, keluarganya, sekolah, dan negara Indonesia?

Media dan informasi memang berpengaruh besar terhadap pola pikir anak-anak sekarang.
Akses info apapun bisa sangat cepat dan mudah diperoleh.
Tayangan televisi begitu vulgar dan tanpa batas.
Sinetron tentang percintaan MEREBAK dimana-mana seolah menyampaikan pesan bahwa WAJAR jika pelajar pacaran.
Tidak cuma pacarannya yang di ekspos tetapi juga pola-pola gang/group di ekspos sedemikian rupa.
Seolah wajar jika pelajar itu mempunyai gang/group.
Jika gang/group itu untuk hal-hal yang positive tidak masalah, tetapi sayangnya gang/group itu lebih kepada hal-hal negative.
Bagaimana tidak, gang/group pelajar biasanya memamerkan sesuatu yang fisik/tampak bukan hal yang substansial.

Yang saya herankan dari anak-anak remaja sekarang adalah; mereka sangat lemah dan biasa-biasa saja di bangku sekolah.
Malahan terkadang terlihat seperti anak KECIL dan masih manja kepada GURUNYA.
Dalam menangkap pelajaran juga terkadang masih SETENGAH-SETENGAH antara conect dan kurang conect.
Tapi giliran bicara masalah kekasih/pacar, anak-anak remaja tersebut tiba-tiba menjadi sangat DEWASA.
Tidak hanya dewas, mereka tiba-tiba berperan sangat agresif dan protektive terhadap pasangannya.
Saling tuker hp, saling memberi uang, saling cemburu, saling melindungi, saling mengawasi, saling ribut, dan saling ribet satu sama lain.
Kok bisa begitu ya?
Bukannya itu mustinya kondisi di dalam RUMAH TANGGA?
Tidak layaklah jika itu terjadi dalam hubungan pacaran, dimana usia anak-anaknya masih relative sangat muda.

Teman-teman saya yang budiman, maaf ya bukan bermaksud mengklaim.
Bukan juga bermaksud sok tau atau sok alim.Tetapi ingat dung, bahwa nasib bangsa Indonesia itu berada di tangan kalian lho ya.
Jika generasi tua sudah MANGKAT/PENSIUN, maka kalianlah yang akan melanjutkan tongkat perjuangan mereka.
Jika kalian tidak siap atau MAIN-MAIN, maka tunggulan kehancuran negeri ini.
Karena tidak ada lagi yang siap memimpin negeri tercinta ini.
Buka mata lebar-lebar kawan, dan buka hatimu dalam-dalam kawan, sisihkan sedikit relung hatimu untuk negeri ini.
Negeri ini membutuhkan belaian kasih sayangmu kawan.

Sedih rasanya jika mengingat PERJUANGAN para pahlawan di jaman penjajahan dulu.
Mereka sungguh luar biasa mempertaruhkan nyawanya untuk sebuah KEMERDEKAAN.
Untuk sebuah kemenangan sejati dan hakiki.
Jangankan memikirkan diri sendiri, jiwa dan raga mereka benar-benar diabdikan 100% untuk bangsa ini.
Semua yang mereka lakukan TULUS benar-benar atas nama CINTA terhadap negara Indoensia.
Tidak sedikit yang gugur di medan peperangan, dan tidak sedikit pula yang harta bendanya dipertaruhkan.
Semangat jiwa JUANG mereka begitu luar biasa dan tidak bisa dihargakan dengan UANG.
Sungguh kita patut bangga dan salut dengan mereka, sudah selayaknya kita meneladani mereka.

Teman-teman, mari kita bangkit dan berdiri TEGAK.
Mari kita selalu menatap masa depan.
Dan mari kita bersama TERSENYUM.
Berikan jiwa raga kita untuk Indonesia tercinta.
Jangan takut MATI untuk kemajuan dan kemandirian negeri tercinta Indonesia.

"Hidup Hanya Satu Kali Gunakan Untuk Kebaikan"
Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog