Thursday, April 26, 2012

Surat dari teman...

Surat Keadilan untuk Tuhan

Surat ini untuk aku, kamu, dia, kita, kalian semua, dan juga TUHAN
Salam damai untuk semua
Aku adalah seorang anak lelaki yang diajari menunggang kuda, memanah, memanjat pohon yang paling tinggi di kampungku, juga diajari beladiri…
Aku adalah laki-laki sejati
Aku adalah seorang anak Kyai yang diajari mengaji, mendekatkan diri dengan tuhan, menjadi anak yang sholeh, dan juga diajari makna dan arti agama…
Aku adalah lelaki sejati
Aku adalah seorang anak yang ditumbuhi banyak rambut, dari rambu di kepalaku hingga rambut di kakiku, badanku cukup tinggi 180 cm berat badanku 60…
Aku adalah lelaki sejati

Aku memulai suratku dengan puisi, aku hanya ingin bercerita melalui surat ini. bercerita tentang aku, sudah 25 tahun umurku disaat aku menemukan hidupku yang sebenarnya.
Aku diciptakan oleh tuhan beralat kelamin penis (yang disebut orang sekitarku lelaki), aku juga konstruk oleh keluarga dan lingkungan untuk mencintai dan menyayangi manusia ciptaan tuhan yang beralat kelamin Vagina (yang disebut orang sekitarku perempuan) aku hanya boleh berhubungan seks dengan perempuan.
Maka akupun melakukan itu untuk membuktikan bahwa aku adalah lelaki.

Di usiaku ke 25 tahun aku menemukan seorang teman lelaki yang sering menemaniku untuk berdiskusi dan berdialog tentang hidup yang tidak adil, ntah berapa lama kami berteman akhirnya ada rasa yang mengalir di setiap rongga tubuh kami, ketika tak berjumpa ada rindu yang menggelora, ketika tak bersua ada murung di raut wajah kami berdua.
Tak pernah teridentifikasi siapa lelaki dan siapa perempuan diantara kami, yang ada hanyalah cinta, tulus, ikhlas dan kasih sayang manusia yang diberikan oleh Tuhan.
Hingga suatu waktu yang tak pernah diinginkan oleh orang disekitarku tapi itu diinginkan oleh aku dan dia, malam yang penuh kasih menumpahkan segala dahaga cinta dalam lautan asmara anak manusia.

Sebelum aku dan dia memadu rasa, kamipun meminta izin kepada tuhan berdoa dan sholat sebagaimana yang perintahkan agamaku. Kami berdoa “ya rabb jika rasa ini salah, laknatkanlah kami dalam siksamu sekarang juga, tapi jika rasa ini adalah darikebenaranmu ya rabb izinkah kami memadu kasih itu karena ridhamu”, setelah berdoa kedua anak manusia itu menunggu apa yang akan terjadi pesan apa yang tuhan sampaikan, tapi aku sangat takjub aku merasakan sayup, sepi, indah seperti cerita kyai pondokku pertanda lailatul qadar akan turun, saat itulah aku memutuskan untuk menentukan hidupku dialah lelaki itu menjadi pasangan hidupku karena Tuhan mengizinkannya..
Sepenggal kisahku, kini kami di caci maki oleh orang disekitar,, mereka semua menjelma menjadi Tuhan mengadili kami bahkan menghukumi kami padahal itu tugas tuhan bukan tugas manusia.

Aku ingin bertanya dengan kalian semua :
Firman Tuhan manakah yang menyalahkan kami ? atau itu hanya firman manusia ?
Jika tuhan melaknat rasa kasih diantara kami mengapa Tuhan memberi rasa kasih ini kepada kami ?

Jakarta, 17 maret 2012
Continue Reading...

Tuesday, April 17, 2012

Cepat sembuh kawan muda ku....

Seminggu lalu ketika tengah mengajar di kampus Poris saya mendapat kabar dari teman saya,

Bahwa si A teman tongkrongan saya masuk rumah sakit jadi korban pengeroyokan dalam tawuran minggu dini hari (tepatnya saat adzan subuh),

Sontak kaget setengah mati apalagi beberapa waktu sebelumnya masih ketemu dalam keadaan sehat wal afiat,

Sepulang ngajar saya memutuskan untuk langsung besuk ke rumah sakit di daerah Ciledug,

Masya Allah sedihnya saya melihat teman saya terkapar di ranjang rumah sakit,

Hanya bisa menangis dan sedih,


Satu yang saya fikirkan saat itu semoga teman saya ini adalah korban yang terakhir,

Dan tidak perlu lagi ada korban-korban yang berikutnya,

Sedihlah jika musti banyak korban berjatuhan dalam aktivitas tawuran (aktivitas ilegal yang membudaya di negeri kita tercinta),

Ada banyak yang terluka dan sedih di sekeliling korban tersebut,

Ada orang tua yang menangis, ada saudara-saudara yang sedih, ada teman-temannya yang juga risau,


Teman saya tersebut di rawat di rumah sakit di daerah Ciledug,

Keadaannya lumayan parah,

Hampir sebagian besar tubuhnya terluka dan terluka,
Kondisi psikisnya juga saya yakin jauh lebih parah dari pada fisiknya,


Semua keluarga dan semua saudara begantian jaga,

Begantian menjenguk dan melihat perkembangannya,

Bergantian memberi motivasi dan support agar teman saya tersebut lekas pulih,

Amien ya Tuhan,

Biarkan teman saya ini sembuh sehingga dia bisa kembali masuk sekolah seperti sedia kala,

Tidak tega saya melihatnya terluka dan terkapar di rumah sakit menahan pilu dan perih,


Bolak-balik saya ke rumah sakit sekedar untuk memastikan bahwa teman saya tersebut baik-baik saja,

Saya bertemu dengan banyak teman-teman dia yang juga begitu setian bolak-balik ke rumah sakit,

Selain teman-temannya ada juga dua abangnya dan kedua orang tuanya,

Saya tahu keluarganya jauh lebih was-was dan jauh lebih sedih lagi,

Terpancar dari sorot mata mereka yang menyiratkan duka mendalam,

Tapi disinlah kita semua menjadi sadar bahwa bagaimanapun keberadaan keluarga begitu berarti dalam kehidupan kita sehari-hari,


Satu hal yang luar biasa saya dapatkan dari peristiwa ini adalah; kesetiaan dan perhatian teman-teman si A yang begitu luar biasa,

Teman-temannya rela menginap di sekitar beranda rumah sakit hanya untuk menemani si A,

Teman-temannya bolak-balik cari dana sekedarnya untuk membantu biaya pengobatan dan rumah sakit bagi si A,

Tidak ada yang merasa lelah dan tidak juga ada yang mengeluh,

Semuanya tersenyum dan semuanya bangga bisa menjadi sahabat baik buat si A,


Puncak dari aktivitas teman-temannya adalah mengamen,

Dan saya ikut serta dalam aktivitas itu,

Wow,

Seru sekali bisa ngamen di sepanjang jalan raya Ciledug bareng sama teman-teman muda saya,

Luar biasa ekstrim,

Membawa kotak kardus yang ditempeli foto-foto si A,

Ada yang sinis, ada yang care, ada juga yang acuh tak acuh,

Tapi kita semua membawanya dengan happy,


Saya dan anak-anak menyebar dan tidak satu kelompok,

Supaya dapat dana lebih banyak,

Dua jam kemudian kami semua kumpul di pelataran rumah sakit,

Begitu bahagia dan cerianya kami saat membawa kardus yang telah berisikan dana,

Meskipun tidak begitu banyak,

Tetapi sungguh begitu berarti bagi sebuah perjuangan,

Perjuangan untuk membantu teman yang sama-sama kami sayangi,


Cepat sembuh kawan,

Berbahagialah kamu mempunyai sahabat-sahabat sejati yang senantiasa setia menemanimu dalam suka maupun duka,

Bebanggalah kamu mempunyai keluarga yang begitu care sama kamu,

Jadikan ini semua sebagai pelajaran yang berharga dalam hidup kamu,

Amien,

Continue Reading...

Friday, April 06, 2012

Mengapa...??

Mengapa kita bisa lebih dekat dengan orang lain dari pada dengan saudara kita?
Mengapa kita bisa lebih perhatian dengan orang lain dari pada dengan saudara kita?
Mengapa kita bisa lebih membantu orang lain dari pada membantu saudara kita?
Mengapa kita bisa lebih bersaudara dengan orang lain dari pada dengan saudara kita?

Jawabannya pasti bervariasi, tetapi saya akan menjawab sebagai berikut:
Kita bisa lebih menjadikan orang lain sebagai bagian hidup kita dibandingkan saudara kita karena dengan orang lain tersebut kita tidak memiliki ikatan darah, sehingga kita lebih sungkan dan lebih hormat dengan orang lain.
Selain sungkan, dengan orang lain kita tidak munkin emosi dan marah-marah.
Dengan orang lain juga kita tidak mungkin kesel atau menyalahkan.
Sementara dengan saudara kita, sejak dari kecil kita sudah hidup bersama sehingga rasa sungkannya sudah hilang.
Karena rasa sungkan itu sudah hilang, maka hawa yang terbangun adalah hawa ego dan emosi.
Kecuali untuk keluarga-keluarga yang membelajarkan rasa kekeluargaan yang tinggi pada anggota keluarganya.

Saya sering meluangkan waktu dan tenaga untuk teman-teman saya.
Selagi saya bisa pasti akan saya lakukan.
Meskipun saya dalam keadaan lelah yang berpayah-payah.
Saya kurang suka jika teman-teman muda saya malas sekolah dan pasti saya akan berusaha semaksimal mungkin agar dia mau sekolah.
Atau jika teman-teman muda saya ada kasus di sekolah, saya juga ingin sekali membantu mereka sampai tuntas.
Pokoknya saya ingin sekali bisa mengabdikan hidup saya untuk sebanyak-banyaknya teman-teman saya yang membutuhkan saya.

Adek laki-laki saya meninggal setahun yang lalu dalam kecelakaan lalu lintas.
Alhamdulillah adek saya tersebut tidak pernah ada masalah dengan sekolah.
Sugy cenderung mencontoh saya dalam urusan pendidikan.
Sehingga lepas dari SMA N 1 Weleri Kendal, dia langsung kuliah dan alhamdulillah diterima di Universitas Negeri Jendral Soedirman Purwokerto Banyumas Jateng Jurusan Sastra Inggris.

Seminggu lalu saya dapat kabar dari guru BP SMK M 1 Weleri Kendal dimana adek saya yang kedua sekolah.
Adek saya Septi namanya duduk di bangku SMK kelas X.
Guru BP tersebut bilang bahwa Septi mogok sekolah sudah dua minggu.
What...????
Kaget, stress, bingung, puyeng, down, dan frustasi.
Kata guru BP Septi, Septi sudah didatangi Wali Kelasnya dua kali tapi tetap tidak mau sekolah.
Wow......!!!
Kira-kira apa yang musti saya lakukan kawan...???
Sontak saya langsung sms Septi tanya kenapa dia tidak mau sekolah.
Jawab dia: "saya males sekolah, saya ada masalah sama teman-teman saya mbak."
Setelah saya cek ke guru BP nya katanya sih tidak ada masalah dengan teman-temannya.
Saya ngotot ke guru BP nya supaya di cek ada apa sebenarnya dengan Septi...???

Bukan apa-apa ya.
Septi itu termasuk anak pinter waktu di TK, MI, dan SMP.
Dia selalu dapat rangking pertama kalaupun merosot juga masing di tiga besar.
Usut punya usut guru BP Septi menemukan sebuah temuan mencengangkan, bahwa uang SPP Septi belum di bayar selama tujuh bulan.
What...???
Saya sontak tidak percaya, karena meskipun ibu saya bukan orang kaya beliau tidak pernah bermasalah dalam urusan uang SPP/sekolah.
Ternyata benar, uang tersebut sudah dikasih ke Septi tetapi tidak dibayarkan.

Takut tambah runyam.
Saya memutuskan menghubungi teman-teman alm Sugy untuk mendekati Septi.
Saya menghubungi Maria mantan Sugy, Koco, Budi, Inul agar bisa membujuk Septi sekolah lagi.
Untuk urusan SPP biar saya dan keluarga yang mikirin.
Toh yang paling penting kan gimana caranya Septi mau sekolah lagi.
Uang itu kan musti tidak ada masih bisa dicari lagi, meskipun harus hutang.
Akhirnya Inul saudara saya datang ke sekolah dan mengajak guru BP nya Septi datang ke rumah.
Setelah sampai rumah, ada juga Budi teman dekat alm Sugy.
Mereka negosiasi dengan Septi kurang lebih tiga jam lamanya.
Sampai akhirnya saya dapat kabar bahwa Septi mau sekolah lagi asal teman-temannya di sekolah tidak tahu menahu masalah Septi.
Alhamdulillah, akhirnya mau juga Septi sekolah.
Terima kasih untuk teman-teman saya yang telah membantu saya membujuk Septi agar mau sekolah lagi.

Beberapa hari kemudian saya dapat kabar dari adek-adekkan saya.
Dia juga cerita bahwa adeknya yang masih kelas lima SD juga mogok sekolah selama dua minggu.
Waduh, kok bisa sama masalahnya??
Kebetulan si adeknya yang anak kelas lima SD itu kenal juga sama saya.
Akhirnya adek-adekkan saya tersebut minta tolong sama saya agar mau menemui adeknya, supaya saya menanyakan kenapa dia tidak mau sekolah? dan tentunya berharap agar adeknya tersebut mau sekolah lagi.
Setelah perjuangan panjang, dirayu secara bersama-sama, dan diajak nginap di rumah teman saya, si adek tersebut berjanji senin depan bakalan sekolah lagi.
Hemmm.
Memang kocak dan lucu dunia ini.
Pengen tertawa tapi pengen nangis juga.

Tuhan.
Berilah hikmah dalam semua hal yang terjadi dalam hidup saya.
Saya yakin Tuhan sayang sama saya.
Makasih Tuhan.

Continue Reading...

Wednesday, April 04, 2012

Keong Sawah,..

Jalan-jalan menyusuri Kota Bogor dengan Vanni,..

Tiba-tiba di daerah Yasmin Kota Bogor saya melihat penjual Tutut/Keong sawah,..

Tanpa babibu saya langsung meminggirkan motor berniat membeli dan menikmati si Tutut/Keong sawah tersebut,..

Waktu meunjukkan pukul 17.00 WIB mustinya saya sudah tidak boleh makan kecuali minum shake, makan buah, makan sayur dan minum air putih yang banyak,..

Maklum saya sedang melakukan diet ketat, hehehe,..

Sontak Vanni langsung ngomel-ngomel kata dia begini:

"Sudah tidak boleh makan lho kak, soalnya sudah kelewat jam nya."

Saya sama sekali tidak menggubris omongan Vanni,..

Karena melihat Tutut/Keong di panci membuat saya teringat akan masa kecil saya di kampung halaman,..


Saya tinggal di daerah Batang Jawa Tengah,..

Di belakang rumah saya terdapat sawah dan sungai,..

Sewaktu kecil saya dan beberapa teman saya suka main ke sawah untuk mencari: belut, keong, semanggi, dan centongan untuk di makan,..

Sehingga saya begitu bahagia ketika melihat penjual Tutut/Keong di daerah Bogor,..

Rasa nikmat Tutut/Keong sudah bisa dibayangkan,..

Saya kemudian memesan dua mangkok, satu untuk saya dan satu lagi untuk Vanni,..


Tiga hari kemudian saya kembali mendatangi si ibu penjual Tutut/Keong,..

Kali ini saya datang seorang diri tanpa Vanni,..

Dan kali ini saya makan Tutut/Keong pada jam dimana saya boleh makan,..

Karena waktu itu menunjukkan pukul 14.45 WIB,..

Makan di pinggir jalan sambil ngobrol dengan si ibu yang ternyata orang Jawa Tengah asli,..

Tidak terasa saya telah menghabiskan tiga mangkok Tutut/Keong,..

Hahahahaha,..

Sontak sayapun tertawa geli membayangkan kerakusan saya menyantap Tutut/Keong,..

Tidak hanya saya yang tertawa, si ibupun ikut tertawa terbahak-bahak,..

Alhasil malam harinya perut saya mules dan saya diare gara-gara kebanyakan makan Tutut/Keong sawah,..


Disela makan Tutut/Keong, si ibu cerita tentang kehidupan pribadinya,..

Dia cerita bahwa suaminya lebih muda 8 tahun dari dirinya,..

Dengan suaminya sekarang dia mempunyai dua anak kembar usia 3,5 tahun,..

Sedangkan anak dengan suami pertamnaya berusia 18 tahun (kelas 3 SMK),..

Dia bercerita lika-liku menjalani biduk rumah tangga dengan laki-laki yang lebih muda darinya,..

Dia yang musti banyak mengalah,..

Dan dia juga yang musti banyak menjadi penasehat dalam rumah tangga,..

Apalagi anak pertamanya kurang cocok dengan suaminya,..


Ehm,..

Saya cuma bisa bilang ke ibu,..

Bahwa cinta itu memang unik dan aneh,..

Cinta itu tidak mengenal usia dan kasta,..

Dan cinta juga tidak bisa dilogika dengan rasio yang jernih,..

Cinta lebih sering menggunakan rasa dan realitas,..

Sehingga dalam kenyataan di masyarakat, banyak orang yang terpuruk oleh cinta,..

Dan banyak juga orang yang sukses karena cinta,..

Tergantung masing-masing individunya bagaimana memanajemen cinta yang berkembang dalam dirinya,..


:)
Continue Reading...

Sunday, March 04, 2012

Hidup ini indah lho...

Kegundahan itu ada pada otak kita masing-masing.

Orang lain hanya bisa memberi masukan, tetapi tidak mampu menyelesaikan dengan tuntas.

Hanya kita yang mampu menyelesaikan persoalan kita dengan sempurna.

Yang seharusnya dilakukan adalah memanajemen diri agar bisa menyelesaikan persoalan yang ada.

Sehingga persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut hingga melebar luas.



Mengakhiri hidup bukan solusi terbaik, karena akan meninggalkan masalah baru bagi yang ditinggalkan.

Lagipula mengakhiri hidup adalah perbuatan yang bodoh dan tidak cerdas.

Mengakhiri hidup disini tidak selalu bunuh diri, tetapi bisa yang lain seperti membawa diri menjadi stress.

Stress berat bisa menyebabkan kegilaan.

Dan kegilaan jelas membawa masalah baru bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar.



Ada banyak cara menyelesaikan persoalan dalam hidup diantaranya:

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan

2. Memperbanyak do'a

3. Curhat ke teman dekat yang bisa dipercaya

4. Refreshing ke tempat yang menarik misanya pantai

5. Menyendiri dan berkontemplasi

6. Nonton konser atau bioskop

7. Makan yang banyak

8. Sharring sama psikiater



Dalam kenyataan sering tidak selaras dengan idealitas.

Kita paham tentang teori menyelesaikan masalah.

Tetapi dalam kenyataanya kita sering terjebak pada masalah itu sendiri.

Tapi satu yang musti kita ingat bersama bahwa:

Tuhan memberikan cobaan sesuai dengan porsi kemampuan kita.

Masalah apapun yang diberi oleh Tuhan adalah sebuah kepercayaan dari Tuhan.

Tuhan yakin kita pasti mampu menyelesaikannya dengan cantik.

Karena janji Tuhan pasti ada hikmah dalam semua kejadian.



Tidak ada manusia yang jalan hidupnya selalu mulus.

Tidak ada orang yang lahir langsung dalam keadaan bahagia dan kaya.

Masing-masing manusia mempunyai sejarah dalam kehidupannya.

Karena begitulah kehidupan.

Begitu unik, menarik, indah, dan penuh warna warni.

Tinggal bagaimana kita memaknai hidup itu sendiri.



Keterpurukan itu sebuah pelajaran yang berarti.

Teteskan air mata seperlunya.

Karena menangis adalah salah satu cara untuk berekspresi.

Tidak ada manusia yang tidak pernah menangis.

Menangis bukan cengeng.

Menangis adalah ungkapan jiwa yang indah.



Cinta, harta, rumah tangga, persahabatan, pekerjaan, dan perjuangan adalah beberapa hal yang sering menjadi persoalan dalam hidup.

Cinta tidak bisa lepas dari kehidupan.

Karena cinta adalah salah satu ruh dalam hidup manusia.

Tidak ada manusia yang hidup tanpa cinta dan kasih sayang.

Kehidupan menjadi unik dan harmonis karena adanya perasaan cinta.



Banyak cerita-cerita hikmah yang berceloteh tentang cinta.

Jadikan sebagai pengalaman dan pelajaran.

Bahwa diatas cinta yang subjektif ada cinta yang universal.

Terlalu sempit kiranya jika cinta dimaknakan hanya sebatas hubungan dua insan.

Masih banyak ruang hidup yang musti kita cintai seperti:

Keluarga, teman-teman, tetangga, orang yang seiman, atau orang-orang yang membutuhkan kasih sayang kita.



Boleh memaknai cinta dalam kaca mata subjektif.

Tetapi tolong untuk tidak menafikkan cinta yang lebih objektif.

Manusia dalam kenyataannya sering terjebak pada cinta yang subjektif.

Sehingga kehidupannya sering merasa terganggu oleh subjektifitas cinta tersebut.



Hidup ini indah kawan.

Hidup ini menarik.

Hidup ini menggairahkan.

Jangan korbankan diri untuk hal-hal yang kurang penting.

Banyak hal yang bisa kita lakukan agar hidup kita lebih bermakna misalnya:

Menolong orang yang susah, mendampingi anak-anak yang bermasalah, berbagi ilmu, dan aktivitas lainnya yang tidak mungkin saya list satu persatu.



Keep smile and so must go on.



Park Hotel Cawang

4 Maret 2012
Continue Reading...

Monday, December 19, 2011

Kisah mengharukan penuh makna.......

Kisah I

Sekitar pukul 17.00 sore saya lewat depan laundry langganan.

Di depan toko laundry ada mbak Ernie pegawai laundry.

Akhirnya saya memutuskan untuk menemani dia bengong.

Lagipula jarang-jarang juga saya bisa ngobrol sama mbak Erni.

Mbak Erni usianya empat tahun diatas saya.

Dia perempuan lugu yang ketika menulis nama saya di bon laundry selalu salah.

Mbak Erni cantik, putih, dan ramah.

Saya menikmati ngobrol dengan mbak Erni.

Ngobrol tentang bos nya dia yang kebetulan saya juga kenal.

Mbak Erni cerita bahwa bos nya sangat baik dan ramah.

Bos nya menyuruh mbak Erni pakai jilbab tetapi mbak Erni merasa belum siap.

Begini dialog saya dengan mbak Erni:

Saya: dikau sudah kawin mbak?

Erni: sudah mbak.

Saya: sudah berapa lama nikah?

Erni: sudah 11 tahun tetapi saya belum punya anak.

Saya: owh, ehm mungkin belum dikasih mbak sama Allah.

Erni: mungkin Allah tahu bahwa saya belum siap secara ekonomi jika diberi anak sekarang.

Saya: kok gitu?

Erni: iyalah mbak, orang buat bayar kontrakan saja kadang ngutang.

Saya: memang suami mbak Erni kerja apa?
Erni: itu suami saya yang lagi mangkal di pangkalan ojek, yang sudah tua mbak.

Saya: owh yang itu? selisih usianya kayaknya jauh ya mbak?

Erni: 20 tahun mbak, anaknya dia saja sudah kawin dan punya anak.

Saya: memangnya dia duda?

Erni: sekarang duda, tadinya mah bininya ada 5 kali, tapi alhamdulillah sekarang tinggal saya doang.

Saya: busyet, banyak amat bininya. Kok bininya pada mau ya sama suamimu mbak di madu?

Erni: dulunya dia kaya mbak, dia orang asli betawi asli, tanah warisannya banyak. Tapi sekarang sudah habis sama istri-istri yang sebelum saya.

Saya: sekarang sudah tidak punya apa-apa mbak?

Erni: iya, orang rumah saja ngontrak mbak, motor yang dia pakai buat ngojek itu juga sewa mbak.

Saya: ehm, memang tidak bisa beli motor sendiri mbak?

Erni: uang dari mana mbak, wong dia sudah tidak punya uang sama sekali mbak, rumahnya saja sudah kejual buat berobat dia selama setahun lebih.

Saya: ehm, keren keren, tetep semangat ya mbak, insya Allah kelak ada jalan yang terbaik kok mbak.

Erni: makasih ya mbak doanya?

Saya: iya mbak sama-sama.

Kisah II

Setelah berbincang dengan mbak Erni saya menuju rumah sehat Giant.

Saya mengecek kesehatan sama karyawatinya yang bernama Vani.

Setelah berkonsultasi dengan Vani saya mencoba beramah tamah dengan dia.

Terjadilah dialog dengan Vani:

Saya: usianya berapa?

Vani: 20 tahun mbak.

Saya: kok gak kuliah dek?

Vani: pengen sih, tapi nanti dulu, lagi bantuin bokap ngurusi adek yang masih SD.

Saya: memang tidak ada ibu?

Vani: ibu saya kabur sekitar 6 tahun yang lalu dan sekarang tidak tahu dimana rimbanya.

Saya: ehm, sudah cerai maksudnya?

Vani: kata bapak sih sudah, tapi kita ketiga anaknya tidak tahu menahu, tahu-tahu sudah kabur dari rumah.

Saya: sedih sekali ya Vani, sebenarnya cerai sih hak orang tua Vani, tapi seharusnya ibu jangan menghilang begitu saja, bagaimanapun kan dia punya 3 anak.

Vani: saya juga tidak tahu mbak, malah sudah kawin lagi dianya mbak.

Saya: kata siapa?

Vani: saya pernah telephone yang ngangkat suaminya.

Sayai: ehm, yasudahlah Van, jaga keluarga Vani terutama bapak, kasihan juga kan bapak sendirian.

Vani: saya sudah nyuruh bapak buat kawin mbak, dan banyak lho perempuan yang mau sama bapak, tapi bapaknya yang tidak mau mbak.

Saya: memang apa alasan bapak tidak mau kawin lagi Van?

Vani: kata bapak, dia pengen fokus ngurus ketiga anaknya dan tidak minat buat kawin lagi, takut kasih sayangnya kebagi antara anak dengan istri barunya kelak.

Saya: subhanallah.

Kisah 3

Nngobrol sama Vani telah usai, dan saya melanjutkan kunjungan berikutnya.

Saya maen ke rumah tetangga yang kebetulan baru saja melahirkan anak ketiganya.

Namanya juga bertetangga, tidak bisa kita cuek dengan para tetangga kita.

Beginilah dialog saya dengan tetangga:

Saya: maaf ya mbak baru bisa nengkok?

Mbak: tidak apa-apa mbak, lagipula kan mbaknya sibuk terus.

Saya: hehehe, normal kan mbak lahirnya?

Mbak: alhamdulillah normal meski sempat di induksi terlebih dahulu.

Saya: tapi alhamdulillah bayinya sehat ya mbak?

Mbak: syukurnya begitu, jadi saya sangat senang melihatnya.

Saya: keluarga dari Wonogiri tidak datang mbak?

Mbak: terlalu jauh mbak, makanya tidak saya suruh untuk kemari.

Saya: lama saya tidak pergi ke Wonogiri, adem ya mbak daerah Wonogiri?

Mbak: kalau tempat saya adem, unik, menarik, dan masih kejawen gitu mbak.

Saya: masih percaya mitos-mitos maksudnya?

Mbak: yah begitulah mbak, malah sampai sekarang masyarakat masih percaya bahwa anak-anak desa saya tidak boleh menikah dengan anak-anak desa sebelah, desa saya dan desa sebelah dibatasi oleh kali sangat besar.

Saya: memang kenapa mbak?

Mbak: masyarakat percaya bahwa jika terjadi pernikahan dengan tetangga sebelah maka akan ada bencana pada kedua pasangan tersebut atau pada keluarga kedua pasangan.

Saya: meninggal maksudnya?

Mbak: iya.

Saya: wah ngeri juga ya, memang sampai sekarang masih berlaku mbak adat itu?

Mbak: iya sampai sekarang masih dipercaya dan dianut mbak.

Saya: padahal sudah canggih ya jaman kita?

Mbak: namanya juga adat-istiadat mbak.

Saya: iya juga sih mbak.
Continue Reading...

Sedikit Memalukan...

Partai Demokrat Pusat mengadakan pertandingan sepak bola antara anggota DPR RI dengan wartawan di ibu kota.

Pertandingan tersebut dilaksanakan pada hari minggu tanggal 11 Desember 2011 di lapangan tempat latihan Timnas di Senayan.

Karena saya adalah anggota Partai, saya diminta oleh ibu Andy Nurpaty untuk menjadi panitia konsumsi.

Sebenarnya saya tidak siap, karena saya tidak tahu menahu tentang dunia makanan.

Yang saya tahu hanya memakan bukan menyiapkannya.

Hahahaha.

Hari minggu telah tiba.

Saya memesan makan nasi padang di rumah makan punya teman.

Minggu jam 10.00 konsumsi harus sudah sampai Senayan.

Tiba-tiba jam 07.00 saya di telephon oleh teman, bahwa nasi harus ampe Senayan jam 08.30.

Kontan saya kaget dan jadi sangat panik, akhirnya saya langsung ngacir ke rumah makan padang punya teman tersebut.

Sampai sana ternyata makanan belum siap dan sedang di pak-pak.

Kontan untuk mempercepat kerja, saya langsung ambil posisi dan membantu para karyawan yang sedang sibuk menyiapkan pesanan saya sejumlah 100 dus makan besar.

Telephone saya berdering berkali-kali tetapi tidak saya gubris.

Saya hanya berani sms dan bilang bahwa makanan sedang disiapkan dan akan segera diantar ke Senayan.

Saya melihat jam sudah menunjukkan jam 09.00, sudah kelewat dari yang diharapkan teman saya.

Akhirnya ditengah kepanikan saya, saya dan karyawan rumah makan tersebut memasukkan semua makanan ke dalam mobil.

Ternyata yang nyetir si bunda pemilik rumah makan padang.

Sampai Senayan jam 09.30, alhamdulillah kami tiba tepat waktu.

Karena saya lihat pemain sepak bola baru saja menyelesaikan pertandingannya.

Mobil dimasukin ke dalam arena tetapi masih berada di pinggir lapangan tempat Timnas latihan.

Tiba-tiba teman saya datang menghampiri dan bilang:

Teman: irma ayo cepat, soale sudah pada selesai pertandingannya.

Saya: siap bos, segera kita hantar kesana. Tapi ngomong-ngomong berat juga ne kalau dibawa satu-satu.

Teman: yaudah kata ibu Andy dibawa masuk saja ke arena, kamu minta bantuan saja sama si ibu pemilik rumah makan.

Saya tidak memperhatikan perintah dari teman saya.

Tiba-tiba saya menyuruh si bunda memasukkan mobilnya ke arena lapangan tempat Timnas latihan.

Mobil perlahan-lahan mulai mendekati para kerumunan yang baru saja bermain sepak bola.

Tiba-tiba terjadi hal yang sangat tidak diinginkan oleh saya dan bunda.

Orang-orang: woi mbak ini lapangan hijau, tidak ada mobil yang boleh masuk ke lapangan ini, ini lapangan di rawat dan dijaga dengan baik, jadi tidak boleh rusak oleh benda berat seperti mobil.

Saya dan bunda sangat panik dan tegang, sambil menahan rasa takut dan malu, sesegera mungkin saya menurunkan dus-dus makanan ke lapangan.

Segera setelah dus-dus nasi tersebut turun, saya langsung masuk mobil dan segera mengajak bunda untuk ngacir dari arena lapangan tersebut.

Maklum, disitu banyak sekali wartawan.

Sudah gitu, itu kan acara yang diadakan oleh Partai Demokrat.

Partai besar pemenang pemilu 2009.

Saya dan bunda tidak bisa bicara apa-apa kala itu, kecuali tertawa terbahak-bahak menahan geli sekaligus malu yang tiada tara.

Seolah saya dan bunda ingin membenamkan kepala di bantal dan tidak keluar rumah selama satu bulan.

Hahahahaha.

Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog