Wednesday, January 13, 2010

Merah Putih Saykoji...

merah putih berkibar begitu gagah
cerminan akan bangsa yang perkasa
kuhormati dengan penuh rasa bangga
indonesiaku bersatu sepanjang masa

merah putih, hormaat grakkk!
buat semua bangsa lain tersentak
kibarkan sang saka dengan serentak
harumkan nama ibu pertiwi serempak

di bawah langit biru berkibar tertiup angin
bangga jadi orang indonesia ku semakin
terpacu tuk memajukan bangsa
tunjukkan kita kuat kita bukan mangsa

berbeda suku, beda golongan dan agama
bhinneka tunggal ika kami yang pertama
bahu membahu bimbing saling membimbing
berat sama dipikul ringan sama dijinjing

ini nusantara kita satu darah
satu nusa bangsa bahasa dan satu arah
takkan kulupakan selama lamanya
bangsaku, INDONESIA NAMANYA!

merah putih berkibar begitu gagah
cerminan akan bangsa yang perkasa
kuhormati dengan penuh rasa bangga
indonesiaku bersatu sepanjang masa

apapun mereka bilang tekadku takkan hilang
jalanku masih panjang garis akhir kupandang
jangan lupa kita macan asia
pancasila kita yang menjadi rahasia

untuk bisa bersatu dalam satu semangat
untuk membela tanah air semua berangkat
tak lupakan keringat dan darah yang tertumpah
dari para pahlawan negriku aku bersumpah

memegang erat bendera merah putihku
singsingkan lengan baju jauh lebihi siku
untuk bang-sa-ku, aku berkarya
sumber a-lam-ku begitu kaya

kami tidak takut, garuda di dadaku
semangat empat puluh lima, ada padaku
aku tergugah untuk berani rasanya
bangsaku, INDONESIA NAMANYA!

merah putih berkibar begitu gagah
cerminan akan bangsa yang perkasa
kuhormati dengan penuh rasa bangga
indonesiaku bersatu sepanjang masa

Syair lagu Saykoji di atas sungguh luar biasa dan membuat saya menitikkan air mata dengan tulus. Sebuah lagi semangat dan cinta tanah air. Sebuah lagu persembahan berharga buat para generasi muda yang tengah pesimis menghadapi kondisi bangsa yang selalu terpuruk dalam berbagai bidang kehidupannya.

Masing-masing orang punya hak untuk mengklaim Indonesia ini, meskipun sebenarnya klaim tidak layak kita tujukan kepada negeri sendiri. Tapi apa mau dikata jika keadaannya memang demikian, bahwa Indonesia memang layak diklaim dan di justifikasi.

Indonesia memang negara dengan beragam persoalan, Indonesia memang negara yang saat ini belum begitu layak untuk dibanggakan secara sempurna. Terlalu malu rasanya untuk mengakui kelebihan-kelebihan bangsa Indonesia yang sesungguhnya memang ada. Kelebihan-kelebihan itu tertutupi oleh banyaknya kekurangan-kekurangan.

Tetapi benar yang dikatakan Saykoji, seperti apapun Indonesia kita, kita tetap harus bangga menjadi warga negara Indonesia. Kita harus salut dan tetap optimis dalam menyongsong masa depan. Kita harus terus maju menggapai cita-cita dan asa. Tidak ada alasan untuk terpuruk dalam pesimisme dan kemandulan berfikir. Teruslah berkarya dan berbakti untuk memajukan negeri ini. Karena jika bukan kita sebagai generasi muda, siapa lagi yang akan peduli??

Bukan salah pancasila atau hukum yang ada, bukan pula salah generasi muda yang tengah layu dan terpuruk melihat kondisi bangsa Indonesia. Ada satu kesalahan besar yang mustinya disadari secara bersama-sama, bahwa sistem yang ada di Indonesia telah mendarah daging dan hampir membusuk. Bahkan sudah hampir mengeluarkan belatung dari kebusukan tersebut.

Bukan tidak bisa dirubah, karena tidak ada yang mustahil di dunia ini. Semua bisa diperbaiki menjadi lebih baik lagi. Tentu dengan usaha yang keras dan proses yang tidak cepat. Semua harus saling bekerjasama dan saling bahu-membahu. Singkirkan ego masing-masing individu dan satukan ego kelompok. Bangkitlah atas nama masa depan bangsa Indonesia tercinta.

Terima kasih Saykoji telah memberi saya inspirasi yang luar biasa, syair-syair lagumu begitu menggetarkan jiwa saya sebagai seorang pengajar PPKn. Saya memang tidak begitu mengenalmu Saykoji, saya mengenalmu lewat lagu jomblo dan kecoak. Kala itu saya sedang main di tempat teman yang kebetulan penjaga persewaan novel dan komik. Dia menawarkan mengirim lagu itu kepada saya, awalnya saya menolak karena saya tidak mengenal lagu-lagu Saykoji. Tapi teman saya tetap maksa mengirim lagu tersebut, akhirnya lagu tersebut masuk ke HP saya.

Saya dengarkan berulang-ulang ketika mengendarai sepeda motor, ternyata lagu jomblo dan kecoak cukup unik dan lucu. Saya jadi agak tertarik untuk melihat-lihat koleksi lagu-lagu Saykoji, dan saat itu tiba-tiba saya yakin bahwa lagu-lagu Saykoji yang lain pasti tidak kalah bagusnya dari jomblo dan kecoak. Mulailah saya mendownload lagu-lagu lain seperti: merah putih, andai aku bisa, online, so waht gitu loh, pengen kurus, dan lain-lainnya. Luar biasa kawan, lagu-lagu Saykoji sungguh luar biasa dan menggugah semangat saya untuk berekspresi lebih baik dan lebih sempurna lagi.
Continue Reading...

Tuesday, January 12, 2010

Jalan Menuju Syurga...

Jalan menuju syurga tentu sangat banyak dan bermacam-macam, sehingga poligami yang dianggap sebagai jalan menuju syurga menurut saya sangat berlebihan dan hanya sebagai alasan semata-mata. Beberapa jalan menuju syurga diantaranya yaitu: membangun masjid, membangun musholla, menyantuni anak yatim, menyantuni para jompo, memberi beasiswa untuk pelajar pandai, memberi bantuan buat pelacur, memberi bantuan kepada pengemis dan jalan lainnya yang masih banyak lagi.

Sore itu saya menuju rumah Pak Nusa dosen Filsafat Ilmu Lanjutan untuk menyerahkan tugas makalah yang terlambat saya serahkan. Saya ke rumah Pak Nusa bersama dengan teman sekelas yaitu Pak Kerdit, beliau adalah dosen universitas kristen indonesia yang juga belum menyerahkan tugas makalah. Saya dan Pak Kerdit menggunakan dua motor, dan sekitar pukul 19.00 saya tiba di Bekasi Timur. Kami berdua menemui masalah yaitu alamat yang dikasih teman kami ternyata salah, dan kami berdua sempat muter-muter untuk mencari alamat Pak Nusa. ALlhamdulillah setelah lelah mencari akhirnya kami berdua menemukan rumah Pak Nusa.

Saya pribadi bangga dengan koleksi rumah Pak Nusa yang sangat meriah dengan segala pernak-perniknya, ternyata rumah Pak Nusa bergandengan dengan Play Group pribadinya. Pak Nusa juga mempunyai TK di beberapa tempat, juga membangun masjid untuk sholat warga sekitar masjid. Beliau bercerita bahwa hidup harus berguna untuk banyak orang, karena hidup hanya satu kali. Masih kata beliau tidak harus alim secara fisik, tetapi alim secara substansial sudah sangat bernilai dan cukup.

Beliau juga menceritakan tentang natal, perbedaan dan cara mengajari anak-anaknya agar menghargai pluralitas. Beliau mengajarkan bahwa hidup berdampingan tidak perlu melihat latar belakang agama tetapi lebih baik melihat persamaan-persamaan yang dimiliki. Beliau bercerita bahwa beliau suka bagi-bagi vcd natal bagi tetangga yang merayakan natalan. Sungguh akan membahagiakan jika semua orang berprinsip sama seperti Pak Nusa.

Pada prinsipnya saya sepakat bahwa hidup ini harus berguna dan bermanfaat untuk banyak orang, karena hidup kita memang hanya satu kali saja. Tentu berguna itu pasti sama secara makna, bahwa semua orang pasti membutuhkan bantuan dan pertolongan orang lain. Manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa melibatkan orang lain. Sehingga menolong dan memberikan manfaat untuk banyak orang adalah bukan lagi pilihan tetapi hampir seperti kewajiban.

Terima kasih Pak Nusa telah memberikan makna tanpa sengaja kepada saya secara pribadi, saya tahu dan pasti semua orang tahu bahwa di Jakarta sebagai ibu kota masih banyak persoalan-persoalan kemiskinan yang harus diselesaikan. Persoalan kemiskinan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dalam realitasnya pemerintah seolah lepas tangan dan tidak mampu menyelesaikan persoalan itu dengan sempurna.
Continue Reading...

Banjir...

Jam 15.00 wib saya selesai kuliah Metode Penelitian oleh Dr. Kadir, rencana saya akan langsung meluncur ke kampus Pasar Rebo untuk mengajar kelas intensif geografi. Turun dari lantai tiga saya menuju ke pintu depan kampus pasca sarjana UNJ. Saya baru sadar bahwa ternyata hujan sangat deras sehingga saya memutuskan untuk menunggu hujan reda hingga pukul 15.45 wib. Saya tahu saya pasti terlambat ke Pasar Rebo, tapi batin saya bicara apa salahnya mencoba untuk tetap datang meskipun terlambat. Saya menghubungi mahasiswa saya untuk tetap menunggu meskipun saya terlambat, dan mahasiswa sepakat untuk tetap menunggu saya hingga sampai kampus Pasar Rebo.

Setelah agak reda saya meluncur dengan menggunakan mantel baju saya yang tidak menutupi kaki, mantel itu hanya sampai lutut dan jika dipakai pun pasti rok saya tetap basah kuyup. Tapi bayangan saya dari pada tidak memakai apa-apa mending mantel itu tetap saya pakai. Saya meluncur lewat jalan Cawang lurus ke Uki kemudian melewati Clilitan, Pasar Kramat Jati dan terakhir di Pasar Rebo. Boro-boro sampe Pasar Rebo jalanan direndam oleh banjir yang hampir selutut. Saya awalnya nekat menerobos banjir tersebut dan tidak ada bayangan akan mogok, ternyata prediksi saya salah dan hari itu saya belum beruntung. Motor saya mogok dan sama sekali tidak mau jalan, alhamdulillah ada bapak-bapak yang berhenti dan menolong memebetulkan motor saya.

Ternyata saya baru sadar bahwa yang mengalami kemogokan bukan hanya saya, motor-motor dibelakang saya juga banyak yang mogok. Setelah dibetulkan kurang lebih selama 15 menit saya mencoba melanjutkan perjalanan dan sebelum itu saya menghubungi mahasiswa saya untuk pulang dan mencari tugas di rumah. Bukan tidak yakin tapi jam sudah menunjukkan pukul 16.30 wib, saya takut saja jika di depan banjir lebih parah lagi. Karena saat itu hujan belum berhenti dan masih mengucur dengan derasnya.

Ternyata dugaan saya benar, di depan mata saya selang 300 meter air menggenang cukup tinggi dan lagi-lagi saya harus menerobos air tersebut. Kontan motor saya mogok lagi dan sayapun harus menghentikan motor sebentar untuk memperbaikinya. Lagi-lagi motor yang lainpun banyak yang mogok, sehingga jalanan ketika itu sudah seperti bengkel berjalan. Masing-masing orang saling tolong-menolong dan bahu-membahu satu sama lain, persis seperti yang diajarkan dalam konsep pancasila.

Saya sempat jatuh karena licin dan jalanan begitu macet, saya terjatuh waktu mau naik ke jalur bus way. Motor saya tidak kuat ngangkat bodynya dan saya terpeleset dengan cepat, kaki kanan saya lecet-lecet dan agak sedikit ketekuk. Tidak ada yang menolong dan saya memaklumi ditengah kondisi macet dan panik seperti saat itu. Saya tetap sabar melanjutkan perjalanan, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 wib dan saya masih terjebak ke dalam kemacetan.

Normal perjalanan Rawa Mangun Bintaro paling lama hanya satu jam, saat itu saya sudah dua jam dan masih berada di daerah Uki. Ternyata kemacetan sudah mengelilingi Jakarta, dan untuk bisa sampai ke Bintaro saya membutuhkan waktu sekitar empat jam. Sungguh luar biasa Jakarta, persoalan jalan tidak hanya macet dan polusi tetapi juga persoalan banjir dan sampah. Seingat saya hujan tidak terlalu lama tetapi akibatnya sudah sungguh luar biasa yaitu banjir yang tinggi dan cukup lama.

Sepertinya Gubernur DKI Jakarta harus cepat melakukan strategi yang jitu dan tepat guna untuk mengatasi banjir di Jakarta. Proyek pembuatan taman dan sejuta bunga adalah proyek yang sangat mulia dan harus segera diwujudkan, termasuk membuang sampah pada tempat yang disediakan, meski terkadang susah mencari tempat sampah di Jakarta. Tentu masalah banjir bukan hanya masalah Gubernur semata, tetapi menjadi masalah bersama yang juga harus diselesaikan secara bergotong-royong dan bahu-membahu. Karena harus diakui secara jujur bahwa terkadang masyarakat sendiri belum memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Continue Reading...

Sunday, January 10, 2010

Full Activities...

Pagi hari saya sudah harus sampe sekolah, dan pagi itu ternyata sangat pagi bagi bagiku karena saya harus mengajar di smu pukul 06.30. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak terlambat meskipun malam harinya saya pulang malam dan kecapean. Alhamdulillah hari itu saya tidakt terlambat dan bahkan termasuk datang kepagian kurang lebih 15 menit. Saya langsung absen dan langsung meluncur naik ke lantai tiga ruang guru. Ternyata di ruang guru ada yang lebih pagi lagi yaitu bu yani dan pak rusdiono.

Pukul 06.30 saya langsung masuk kelas dan mulai mengajar, seperti biasa saya berbasa-basi dulu dengan murid saya dan sedikit bercerita tentang hal-hal yang menurut saya layak untuk diperbincangkan bersama teman-teman smu saya. Usai mengajar dua kelas sekita pukul 09.30 Wib dan saya harus segera menuju ke LG untuk mengecek apakah hp saya sudah kelar di servise. Kelar dari LG Blok M saya langsung ke Rawa Mangun untuk ketemu dan berkonsultasi dengan Dokter Erna, yaitu Dokter spesialis kulit (kecantikan).

Pukul 11.00 saya sudah duduk di bangku panjang khusus untuk pelanggan setia Dokter Erna. Saya mengambil nomor antrian dan membayar uang untuk faical dan vitamin jerawat. Saya agak panik karena pukul 13.00 saya sudah harus sampai ciledug untuk mengajar di STAI Bina Madani Tangerang. Sementara antrian saya nomor urut 135 dan yang dipanggil baru setengahnya. Sambil sedikit panik saya memutuskan untuk tidak membayar terlebih dahulu dan hanya mengantri untuk ditusuk jarum di wajah oleh Dokter Erna. Alhamdulillah Dokter Erna menyarankan saya agar mengikuti dia, dia yang akan langsung menangani saya tanpa saya harus antri terlebih dahulu. Ini terjadi bukan kong kalikong tetapi lebih pada saya adalah pasien lama yang sebenarnya sudah tidak berjerawat dan tiga bulan terakhir ini sedang menanggung musibah berupa jerawat.

Saya langsung mengikuti Dokter Erna menuju ruangan lain yang berbeda bersama dengan tiga pasien lainnya yang juga ditangani oleh Dokter Erna. Saya langsung masuk dan ambil posisi aman di kasur pasien, kasur pesakitan tempat pasien yang berjerawat akan disiksa oleh jarum jerawat. Bagi yang tahan dia akan diam saja, bagi yang tidak tahan dijamin dia akan berteriak karena kesakitan saat jerawatnya dipencetin oleh sang Dokter. Saya mendapat bagian kedua dan Dokter bilang bahwa jerawat saya harus dibakar, tidak hanya sekedar dimasker atau di faical saja. Karena jerawat saya yang sekarang berbeda dengan jerawat yang kemaren-kemaren.

Sambil sedikit panik saya memutuskan untuk tidak membayar terlebih dahulu dan hanya mengantri untuk ditusuk jarum di wajah oleh Dokter Erna. Alhamdulillah Dokter Erna menyarankan saya agar mengikuti dia, dia yang akan langsung menangani saya tanpa saya harus antri terlebih dahulu. Ini terjadi bukan kong kalikong tetapi lebih pada saya adalah pasien lama yang sebenarnya sudah tidak berjerawat dan tiga bulan terakhir ini sedang menanggung musibah berupa jerawat.

Saya langsung mengikuti Dokter Erna menuju ruangan lain yang berbeda bersama dengan tiga pasien lainnya yang juga ditangani oleh Dokter Erna. Saya langsung masuk dan ambil posisi aman di kasur pasien, kasur pesakitan tempat pasien yang berjerawat akan disiksa oleh jarum jerawat. Bagi yang tahan dia akan diam saja, bagi yang tidak tahan dijamin dia akan berteriak karena kesakitan saat jerawatnya dipencetin oleh sang Dokter. Saya mendapat bagian kedua dan Dokter bilang bahwa jerawat saya harus dibakar, tidak hanya sekedar dimasker atau di faical saja. Karena jerawat saya yang sekarang berbeda dengan jerawat yang kemaren-kemaren.

Sambil di faical saya berfikir bahwa rutin ke Dokter juga pasti akan memberatkan bagi orang-orang yang tidak mampu, apalagi bagi perempuan rumah tangga yang tidak bekerja sama sekali. Pasien Dokter Erna jumlahnya sangat banyak dan saya mengamati tidak semua dari kalangan orang berduit. Masih mending kalau suaminya mendukung dengan memberi uang, akan sangat menyedihkan jika suami menuntut istrinya cantik tetapi dia tidak memberi uang sepeserpun untuk ke Dokter kulit wajah.

Pasien Dokter Erna beragam usianya, dari yang masih SMP, mahasiswa, karyawan, artis, dan ibu-ibu rumah tangga biasa. Dokter Erna buka full seminggu penuh, dan meski sudah seminggu dibuka pasien Dokter Erna tiap harinya bisa mencapai angka seratus lebih. Masing-masing pasien kurang lebih habis 100.000-150.000. Sebenarnya harga yang relatif agak terjangkau oleh kantong manapun, apalagi obat-obatnya bisa dipakai selama sebulan penuh.

Sambil di faical saya berfikir bahwa rutin ke Dokter juga pasti akan memberatkan bagi orang-orang yang tidak mampu, apalagi bagi perempuan rumah tangga yang tidak bekerja sama sekali. Pasien Dokter Erna jumlahnya sangat banyak dan saya mengamati tidak semua dari kalangan orang berduit. Masih mending kalau suaminya mendukung dengan memberi uang, akan sangat menyedihkan jika suami menuntut istrinya cantik tetapi dia tidak memberi uang sepeserpun untuk ke Dokter kulit wajah.

Pasien Dokter Erna beragam usianya, dari yang masih SMP, mahasiswa, karyawan, artis, dan ibu-ibu rumah tangga biasa. Dokter Erna buka full seminggu penuh, dan meski sudah seminggu dibuka pasien Dokter Erna tiap harinya bisa mencapai angka seratus lebih. Masing-masing pasien kurang lebih habis 100.000-150.000. Sebenarnya harga yang relatif agak terjangkau oleh kantong manapun, apalagi obat-obatnya bisa dipakai selama sebulan penuh.

Sambil difaical saya mencoba berspekulasi kepada Dokter Erna tentang jerawat saya yang tiga bulan terkhir ini tumbuh subur. Saya bilang ke Dokter mungkin penyebabnya karena: debu jalan, kurang tidur, atau karena cuci muka tidak bersih. Kata Dokter Erna mungkin penyebabnya faktor makanan atau stress. Bicara stress saya jadi ingat jangan-jangan saya memang lagi stress karena ambil s3. Dokter Erna tertawa dan akhirnya bercerita bahwa pasiennya yang kebetulan presenter televisi juga sedagn jerawatan, dan katanya dia stress gara-gara sedang ngambil s3 juga.

Selesai dirawat alias dibakar jerawat saya, saya langsung berpamitan kepada Dokter Erna untuk segera meluncur ke Kampus STai Bina Madani Tangerang. Jam menunjukkan pukul 12.30 sedangkan saya harus ngajar pukul 13.00, saya tahu tidak akan sampai tepat waktu dan akhirnya saya menghubungi TU ijin datang terlambat. Saya jalan dan ketika baru sampai Dukuh Atas tiba-tiba hujan sangat deras dan saya terpaksa berhenti dulu untuk ngiyup sambil makan pecel lele dan es dawet durian. Tidak mengecewakan, ternyata sambal pecel lele di daerah Dukuh Atas sangat enak dan gurih saya sampai ketagihan ingin datang kesitu lagi. Selesai makan waktu sudah pukul 13.00 dan saya paham dengan sepenuh hati bahwa saya pasti benar-benar terlambat.

Saya jalan dan berusaha untuk ngebut agar tidak begitu terlambat sampai kampusnya, pukul 14.00 saya tiba di kampus Bina Madani Tangerang. Saya langsung masuk kelas dan segera meminta maaf kepada mahasiswa yang telah menunggu dengan ikhlasnya. Dan seperti biasa, mahasiswa pasti tidak akan marah dengan dosen. Karena bagaimanapun dosen bagi mahasiswa adalah manusia yang layak untuk dihormati. Tapi bagi saya, bagaimanapun saya harus tetap meminta maaf kepada mahasiswa saya atas keterlambatan itu. Bagaimanapun mereka punya hak untuk tidak didzalimi oleh saya sebagai dosen.

Selesai mengajar pukul 16.00 wib seharusnya saya masih harus bimbingan skripsi ke Mampang, tetapi saya merasa sudah tidak sanggup lagi meluncur ke Mampang. Bukan karena jauh tetapi lebih pada saya sudah tidak sanggup lagi melawan ngantuk saya ketika mengendarai motor. Fisik saya terlalu lelah dan mata sayapun kadang tidak bisa diajak kompromi. Sehingga saya akhirnya memutuskan untuk menghubungi mahasiswa saya, bimbingan saya alihkan hari senin sore. Alhamdulillah lagi-lagi otoritas dosen berkuasa dan mahasiswa langsung setuju dengan usulan saya. Saya terus terang bukannya bangga sebagai dosen, cuma saya berpesan untuk diri saya sendiri bahwa lain kali harus lebih pintar lagi mengatur waktu. Sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang terkecewakan oleh saya baik sengaja maupun tidak sengaja.
Continue Reading...

Tuesday, January 05, 2010

Gas Meledak...

Pagi itu saya ujian akhir semester mata kuliah filsafat ilmu lanjutan, terus terang belajar saya belum maksimal alias belum tuntas. Bukan males tapi saya benar-benar sedang lelah karena habis pulang dari Purwokerto bersama mahasiswa-mahasiswa Uhamka tercinta. Tapi seperti apapun saya tetap semangat datang ke kampus dan berusaha siap menghadapi ujian akhir semester. Diri saya terus terang agak panik dan ketakutan jika tidak bisa mengerjakan soal uas, dan karena panik tiba-tiba perut saya sakit dan ternyata saya sangat lapar. Lepas mengerjakan soal uas, saya langsung ngacir menuju kantin di sebelah timur dekat fbs, karena kantin dekat pasca sudah terlihat sesak oleh lautan manusia.

Saya ngacir sendirian tanpa menunggu teman-teman saya yang juga pastinya akan makan siang, bukan tidak mau bareng sama teman tetapi lebih pada perut saya benar-benar sudah keroncongan dan ingin segera dimasuki oleh nasi. Saya langsung menuju etalase tempat nasi dan lauk-pauk bertengger dengan cantiknya. Saya memesan nasi dengan gudeg, tahu-tempe, dan ampela ati, kemudian saya memesan es teh tawar. Es teh karena saya merasa sangat ingin minum es, tahu sendiri Jakarta begitu panasnya, tawar karena saya sudah lama tidak minum manis.

Saya baru sadar bahwa ternyata tempat duduknya sudah penuh sesak dan saya sama sekali tidak kebagian bangku meski hanya satu biji. Akhirnya saya memutuskan duduk di bangku dalam punya ibu kantin, saya makan dengan lahap dan dengan cepat nasi di depan saya telah habis. Saya melanjutkan ngobrol dengan ibu pemilik kantin tentang macam-macam, dan si ibu ternyata sedang curhat tentang banyaknya mahasiswa yang nongkrong dan tidak bisa dibuat gantian tempat duduknya. Kata si ibu jika sedang tidak ramai sih tidak apa-apa, tapi jika sedang ramai dia beraharap sekali para mahasiswa bisa sedikit mengerti untuk tidak berlama-lama duduk di kantin.

Tiba-tiba semua orang di dalam kantin teriak-teriak dan berhamburan keluar kantin sampai bertabrakan, dan saya melihat beberapa orang hampir terjatuh. Saya kira ada gempa bumi atau ada kejadian kemalingan kemudian malingnya digebugin rame-rame sampai babak belur. Cukup lama saya dan si ibu mengerti dan mencari tahu tentang apa yang terjadi. Ternyata kantin ujung timur mengalami masalah karena gasnya meledak dengan kerasnya. Setelah tahu saya ikut agak kaget dan panik dan hampir lari ke luar kantin, tapi kemudian kembali karena saya ingat bahwa saya belum bayar makanan dan minuman yang saya pesan.

Selain itu saya juga penasaran dengan meledaknya gas tersebut, curi-curi saya menuju ke arah terjadinya ledakan dan saya melihat api tengah menyambar-nyambar dengan ganasnya. Ada orang yang membawa air, ada yang mencari karung untuk disirami air, ada juga yang mencoba mengambil alat pemadam api yang terdapat di kantin. Akhirnya api padam oleh alat pemadam api, dan orang-orang sudah mulai tenang. Tetapi tiba-tiba ledakan kedua terjadi kembali dan orang-orang kembali panik, kemudian saya lihat ada bapak-bapak yang kembali mencari alat pemadam dan alhamdulillah api kedua berhasil dipadamkan.

Saya duduk lemas di bangku sambil menyaksikan para pelayan kantin membersihkan lantai yang kotor oleh sisa pemadam api. Saya tiba-tiba berfikir jangan-jangan para mahasiswa yang kabur dan saya lihat tidak kembali lagi mereka ternyata belum bayar makanan dan minumannya. Bukan apa-apa sih, tapi saya kasihan saja sama pemilik kantin, berarti dia harus menanggung kerugian akibat musibah meledaknya gas tersebut. Tapi biarlah, toh saya melihat pemilik kantin tidak begitu peduli dengan apa yang saya pikirkan, saya hanya melihat ekspresi ketakutan di wajah mereka akibat meledaknya tabung gas.

Selesai menenangkan diri, saya ngobrol dengan beberapa mahasiswa yang masih kembali ke kantin untuk melanjutkan makannya yang sempat tertunda. Baru setelah agak tenang saya menuju ke gedung pasca untuk kembali kuliah desain eksperimen. Satu hal yang saya dapatkan, bahwa kadang ada kejadian yang sangat mengagetkan kita yang kita tidak pernah siap dengan kejadian itu. Dan atas ketidaksiapan tersebut berarti kita memang harus senantiasa menjadi manusia yang eksis dan tangguh, sehingga separah apapun musibah yang kita hadapi, kita tidak terlalu stress dan mengeluh.
Continue Reading...

Friday, January 01, 2010

Tahun Baru 2010...

Euforia masyarakat Indonesia terhadap sesuatu yang berbau kebiasaan sangat luar biasa. Masyarakat sangat bangga dan senang dengan sesuatu yang sudah ada. Tidak banyak yang bertanya dan tidak banyak pula yang mengkritik. Hampir semua menerima keadaan yang ada dengan sepenuh hati bahkan hampir pasrah tanpa kompromi. Sebenarnya bukan menyalahkan kebiasaan yang ada, karena kebiasaan yang ada di masyarakat adalah sesuatu yang alami. Karena masyarakat tidak akan mungkin hidup tanpa kebiasaan atau tradisi.

Tahun baru atau pergantian bagi masyarakat Indonesia adalah suatu moment yang menarik untuk diperhatikan. Menarik karena ada ritual-ritual acara yang berlangsung hampir disetiap sudut ibu kota. Dan acara itu bertambah menarik karena berlangsung dalam waktu yang lama yaitu setahun sekali. Kata menarik tentu tidak pernah disepakati secara bersama-sama, kata menarik itu muncul dengan tiba-tiba dan diterima secara serentak.

Malam pergantian tahun baru dari 2009 ke 2010 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada pesta-pesta di sudut ibu kota seperti di Monas, Kota Tua, Ancol, TMII, Taman Menteng, Taman Suropati, Taman Kebun Sirih, Taman Barito dan pojok-pojok ibu kota lainnya. Bahkan tidak hanya di sudut ibu kota, perayaan pesta kembang api juga dirayain di kompleks-kompleks perumahan, di lapangan, di kampung-kampung dan hampir di semua yang disitu terdapat kehidupan bermasyarakat.

Beberapa hal menarik dalam perayaan pesta pergantian malam tahun baru yaitu:
1. Silaturahmi
Orang-orang dari masing-masing tempat tinggal mempunyai tujuan yang sama disuatu tempat dan akhirnya saling bertemu satu sama lain. Pertemuan yang tidak sengaja sekalipun bisa kita sebut dengan silaturahmi. Dan tentunya semua orang tahu bahwa silaturahmi dalam agama Islam memberikan banyak manfaat yaitu bertambahnya usia.

2. Melepas lelah
Orang-orang Jakarta adalah orang-orang yang hari-harinya padat akan aktivitas baik kerja maupun aktivitas sosialnya. Sehingga menurut saya orang-orang Jakarta memang perlu untuk merefresh dirinya. Kelelahan yang berkepanjangan tentu membutuhkan saat dimana tubuh dan jiwa kita harus beristirahat sejenak. Dan acara perayaan pergantian tahun baru adalah acara yang bisa menyegarkan otak warga ibu kota Jakarta.

3. Omset bagi tempat wisata
Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah pengujung Ancol pada hari biasa dan tahun baru berbeda berkali-kali lipat, dan itu pasti sangat menguntungkan bagi para pengelola tempat wisata. Tidak hanya bagi tempat wisata tetapi juga bagi para pedagang asoangan yang mangkal di dalam tempat wisata tersebut.

4. Melanggengkan tradisi
Bagaimanapun kebiasaan atau tradisi tidak boleh dihanguskan dari bumi Indonesia. Indonesia bisa terus eksis dan berjaya juga berkat adanya kebiasaan-kebiasaan di masyarakat. Tanpa kebiasaan Indonesia akan berjalan tidak seimbang, tidak akan ada etika yang dipertahankan dalam pola berhubungan di masyarakat.

5. Moment berkumpul dengan teman-teman atau keluarga
Berteman maupun berkeluarga juga butuh hiburan di tempat-tempat khusus dan dalam acara-acara tertentu. Karena dalam pertemanan maupun dalam berkeluarga pasti membutuhkan waktu khusus untuk bersendau gurau dan bergembira ria. Tahun baru yang dirayakan setahun sekali merupakan moment yang cocok untuk bisa bertemu dengan keluarga atau teman-teman dekat bahkan teman-teman lama.

Hal-hal yang menurut saya kurang menarik yaitu:
1. Tahun baru dijadikan ajang buat pacaran dan berbuat mesum
2. Penggunaan kembang api yang berlebihan sehingga pemerintah harus menghabiskan banyak dana sekedar untuk merayakan malam pergantian tahun
3. Ketidaktertiban para pengguna jalan
4. Sampah berserakan dimana-mana karena para pengunjung tidak sadar membuang sampah pada tempatnya
5. Tahun baru dijadikan tempat untuk berfoya-foya
6. Tahun baru disakralkan sebagai acara yang seolah-olah wajib dan harus diikuti

Tidak ada yang salah dengan perayaan tahun baru, karena bagaimanapun prosesi perayaan itu dibutuhkan dalam sesi kehidupan manusia. Sama halnya hidup manusia tidak akan senang jika tanpa hiburan dan kemeriahan. Ada yang lebih substansi dari perayaan tahun baru menurut saya, bahwa bagaimanapun agar pergantian tahun baru bisa kita jadikan refleksi dan sekaligus renungan buat hidup kita. Bahwa manusia tidak ada yang sempurna dengan segala harap dan inginnya. Bahwa manusia ada kalanya harus mengerti dan menyadari akan kesalahan-kesalahannya. Oleh karenanya jadikan moment pergantian tahun ini sebagai moment untuk memperbaiki diri, sehingga kehidupan kita ke depan jauh lebih baik dari yang sudah-sudah, amien.
Continue Reading...

Selamat Jalan Gus Dur...

Kematian adalah sesuatu yang pasti akan datang menghampiri setiap manusia, seperti apapun takutnya manusia terhadap kematian itu. Hampir semua manusia yang hidup pasti akan berhadapan dengan yang namanya kematian. Oleh karena itu hendaknya sebagai manusia yang berfikir dan berkeyakinan kita harus siap menghadapi kematian yang akan menjemput. Jika kematian bisa direncanakan dan diketahui datangnya mungkin kita akan bersiap-siap, tetapi sayangnya kematian datang secara tiba-tiba. Intinya apabila ajal datang menjemput, kita sebagai manusia tidak bisa menunda atau menolaknya.

Pada Tanggal 30 Desember 2010 tepatnya pukul 18.45 Gus Dur telah tutup usia tepatnya di RSCM Jakarta Pusat. Jenazah kemudian di bawa ke Ciganjur dan esok harinya di bawa ke tanah kelahirannya yaitu Jombang Jawa Timur. Jenazah dikebumikan di tanah kelahirannya berdasarkan wasiat dari Gus Dur sebelum meninggal dunia. Presiden SBY beserta kabinetnya menyempatkan datang ke upacara resmi pemakanan Gus Dur, dan beliau bahkan membatalkan beberapa acara untuk bisa menghadiri upacara pemakaman Gus Dur, sosok pemimpin yang pernah menjadi atasan SBY.

Lautan manusia baik yang merupakan saudara, santri, tetangga, dan para penggemar Gus Dur berkumpul di Pesantren Tebu Ireng Jombang. Tidak usah diragukan bahwa hampir seluruh rakyat Indonesia kehilangan Gus Dur. Beliau adalah sosok manusia yang luar biasa yang layak dijadikan panutan tidak hanya bagi warga NU tetapi juga untuk semua masyarakat Indonesia. Kepergian diiringi dengan simpati dan empati banyak orang adalah kepergian yang diharapkan semua orang. Karena itu berarti bahwa keberadaan orang tersebut sungguh disenangi dan diingini.

Gus Dur adalah mantan Presiden RI ke empat yang lahir di Jombang Jawa Timur pada tanggal 7 September 1940 dan meninggal di Jakarta 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun. Ketika menjadi Presiden beliau di dampingi oleh Ibu Megawati Soekarno Putri. Pada masa pemerintahannya yang meskipun tidak sampai tuntas, beliau menelurkan banyak hal-hal baru yang sangat kreatif dan sebelumnya belum pernah dilakukan.

Gus Dur menegaskan kembali kepada rakyat Indonesia agar menegakkan bhineka tunggal ika dengan benar, karena bhineka tunggal ika sesungguhnya simbol bagi bersatunya perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia. Gus Dur juga mendorong agar kong hu chu disahkan menjadi agama yang resmi di Indonesia, karena menurut Gus Dur kong hu chu sudah layak menjadi agama. Beliau juga mengusulkan agar TAP MPR No. XXV Tahun 1966 dicabut karena dirasa merugikan para anak cucu mantan PKI.

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara, beliau lahir dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan kakek dari pihak ibu adalah KH Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur yaitu KH Wahid Hasyim terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya Ny Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Pada Juni 1999 PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif dan PKB memenangi 12 persen, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen. Dengan kemenangan partainya, Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB. Pada bulan Juli Amien Rais membentuk Poros Tengah yang berisi koalisi partai-partai Islam.
Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah. Pada 7 Oktober 1999 Amien Rais dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999 MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.

Pada sambutannya saat pemakaman Gus Dur, SBY menetapkan Gus Dur sebagai bapak pluralisme dan multikulturalisme di indonesia. SBY mengatakan bahwa Gus Dur adalah sosok tokoh yang menghargai kemajemukan. Gus Dur dinilai oleh SBY sebagai tokoh yang sangat bijaksana dan banyak memberikan ide-ide moderat bagi negara Indonesia.
Selamat jalan bapak bangsa yang sungguh luar biasa, jasa-jasamu akan dikenang oleh negara Indonesia selama-lamanya. Pemikiran-pemikiranmu yang cerdas, kreatif, baru, dan berani sungguh memberikan inspirasi yang tidak ternilai untuk kita semunya.

Sekali lagi kematian adalah hak Tuhan, manusia tidak punya hak untuk mendikte Tuhan atas kematian. Tuhan mempunyai kuasa dan kehendak atas kematian hamba-hambanya. Dan kematian saya kira bukan akhir dari segalanya, karena Tuhan telah menjanjikan kehidupan yang abadi setelah kematian itu sendiri.

Tidak salah jika manusia takut dengan kematian, karena ada beberapa alasan kenapa manusia takut mati yaitu:
1. Belum siap untuk meninggalkan dunia
2. Takut akan rasa sakit saat nyawa dicabut dari badan
3. Merasa belum memiliki banyak karya
4. Terlalu takut dengan egonya sendiri
5. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab
6. Ketakutan akan dosa

Tetapi ketakutan-ketakutan tersebut hendaknya tidak menjadi belenggu dan momok yang mematikan potensi diri sendiri. Karena betapapun takut dan menghindarnya kita dari kematian, toh kematian tetap akan datang menghampiri. Bagi saya satu hal yang terpenting sebelum kita meninggal yaitu bahwa ketika kita meninggal hendaknya orang merasakan kehilangan. Itu artinya bahwa keberadaan kita selama hidup memberikan banyak konstribusi buat banyak orang, sehingga orang merasa bahwa kehadiran kita begitu dibutuhkan dalam kondisi apapun, amien.
Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog