Tuesday, January 05, 2010

Gas Meledak...

Pagi itu saya ujian akhir semester mata kuliah filsafat ilmu lanjutan, terus terang belajar saya belum maksimal alias belum tuntas. Bukan males tapi saya benar-benar sedang lelah karena habis pulang dari Purwokerto bersama mahasiswa-mahasiswa Uhamka tercinta. Tapi seperti apapun saya tetap semangat datang ke kampus dan berusaha siap menghadapi ujian akhir semester. Diri saya terus terang agak panik dan ketakutan jika tidak bisa mengerjakan soal uas, dan karena panik tiba-tiba perut saya sakit dan ternyata saya sangat lapar. Lepas mengerjakan soal uas, saya langsung ngacir menuju kantin di sebelah timur dekat fbs, karena kantin dekat pasca sudah terlihat sesak oleh lautan manusia.

Saya ngacir sendirian tanpa menunggu teman-teman saya yang juga pastinya akan makan siang, bukan tidak mau bareng sama teman tetapi lebih pada perut saya benar-benar sudah keroncongan dan ingin segera dimasuki oleh nasi. Saya langsung menuju etalase tempat nasi dan lauk-pauk bertengger dengan cantiknya. Saya memesan nasi dengan gudeg, tahu-tempe, dan ampela ati, kemudian saya memesan es teh tawar. Es teh karena saya merasa sangat ingin minum es, tahu sendiri Jakarta begitu panasnya, tawar karena saya sudah lama tidak minum manis.

Saya baru sadar bahwa ternyata tempat duduknya sudah penuh sesak dan saya sama sekali tidak kebagian bangku meski hanya satu biji. Akhirnya saya memutuskan duduk di bangku dalam punya ibu kantin, saya makan dengan lahap dan dengan cepat nasi di depan saya telah habis. Saya melanjutkan ngobrol dengan ibu pemilik kantin tentang macam-macam, dan si ibu ternyata sedang curhat tentang banyaknya mahasiswa yang nongkrong dan tidak bisa dibuat gantian tempat duduknya. Kata si ibu jika sedang tidak ramai sih tidak apa-apa, tapi jika sedang ramai dia beraharap sekali para mahasiswa bisa sedikit mengerti untuk tidak berlama-lama duduk di kantin.

Tiba-tiba semua orang di dalam kantin teriak-teriak dan berhamburan keluar kantin sampai bertabrakan, dan saya melihat beberapa orang hampir terjatuh. Saya kira ada gempa bumi atau ada kejadian kemalingan kemudian malingnya digebugin rame-rame sampai babak belur. Cukup lama saya dan si ibu mengerti dan mencari tahu tentang apa yang terjadi. Ternyata kantin ujung timur mengalami masalah karena gasnya meledak dengan kerasnya. Setelah tahu saya ikut agak kaget dan panik dan hampir lari ke luar kantin, tapi kemudian kembali karena saya ingat bahwa saya belum bayar makanan dan minuman yang saya pesan.

Selain itu saya juga penasaran dengan meledaknya gas tersebut, curi-curi saya menuju ke arah terjadinya ledakan dan saya melihat api tengah menyambar-nyambar dengan ganasnya. Ada orang yang membawa air, ada yang mencari karung untuk disirami air, ada juga yang mencoba mengambil alat pemadam api yang terdapat di kantin. Akhirnya api padam oleh alat pemadam api, dan orang-orang sudah mulai tenang. Tetapi tiba-tiba ledakan kedua terjadi kembali dan orang-orang kembali panik, kemudian saya lihat ada bapak-bapak yang kembali mencari alat pemadam dan alhamdulillah api kedua berhasil dipadamkan.

Saya duduk lemas di bangku sambil menyaksikan para pelayan kantin membersihkan lantai yang kotor oleh sisa pemadam api. Saya tiba-tiba berfikir jangan-jangan para mahasiswa yang kabur dan saya lihat tidak kembali lagi mereka ternyata belum bayar makanan dan minumannya. Bukan apa-apa sih, tapi saya kasihan saja sama pemilik kantin, berarti dia harus menanggung kerugian akibat musibah meledaknya gas tersebut. Tapi biarlah, toh saya melihat pemilik kantin tidak begitu peduli dengan apa yang saya pikirkan, saya hanya melihat ekspresi ketakutan di wajah mereka akibat meledaknya tabung gas.

Selesai menenangkan diri, saya ngobrol dengan beberapa mahasiswa yang masih kembali ke kantin untuk melanjutkan makannya yang sempat tertunda. Baru setelah agak tenang saya menuju ke gedung pasca untuk kembali kuliah desain eksperimen. Satu hal yang saya dapatkan, bahwa kadang ada kejadian yang sangat mengagetkan kita yang kita tidak pernah siap dengan kejadian itu. Dan atas ketidaksiapan tersebut berarti kita memang harus senantiasa menjadi manusia yang eksis dan tangguh, sehingga separah apapun musibah yang kita hadapi, kita tidak terlalu stress dan mengeluh.
Continue Reading...

Friday, January 01, 2010

Tahun Baru 2010...

Euforia masyarakat Indonesia terhadap sesuatu yang berbau kebiasaan sangat luar biasa. Masyarakat sangat bangga dan senang dengan sesuatu yang sudah ada. Tidak banyak yang bertanya dan tidak banyak pula yang mengkritik. Hampir semua menerima keadaan yang ada dengan sepenuh hati bahkan hampir pasrah tanpa kompromi. Sebenarnya bukan menyalahkan kebiasaan yang ada, karena kebiasaan yang ada di masyarakat adalah sesuatu yang alami. Karena masyarakat tidak akan mungkin hidup tanpa kebiasaan atau tradisi.

Tahun baru atau pergantian bagi masyarakat Indonesia adalah suatu moment yang menarik untuk diperhatikan. Menarik karena ada ritual-ritual acara yang berlangsung hampir disetiap sudut ibu kota. Dan acara itu bertambah menarik karena berlangsung dalam waktu yang lama yaitu setahun sekali. Kata menarik tentu tidak pernah disepakati secara bersama-sama, kata menarik itu muncul dengan tiba-tiba dan diterima secara serentak.

Malam pergantian tahun baru dari 2009 ke 2010 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada pesta-pesta di sudut ibu kota seperti di Monas, Kota Tua, Ancol, TMII, Taman Menteng, Taman Suropati, Taman Kebun Sirih, Taman Barito dan pojok-pojok ibu kota lainnya. Bahkan tidak hanya di sudut ibu kota, perayaan pesta kembang api juga dirayain di kompleks-kompleks perumahan, di lapangan, di kampung-kampung dan hampir di semua yang disitu terdapat kehidupan bermasyarakat.

Beberapa hal menarik dalam perayaan pesta pergantian malam tahun baru yaitu:
1. Silaturahmi
Orang-orang dari masing-masing tempat tinggal mempunyai tujuan yang sama disuatu tempat dan akhirnya saling bertemu satu sama lain. Pertemuan yang tidak sengaja sekalipun bisa kita sebut dengan silaturahmi. Dan tentunya semua orang tahu bahwa silaturahmi dalam agama Islam memberikan banyak manfaat yaitu bertambahnya usia.

2. Melepas lelah
Orang-orang Jakarta adalah orang-orang yang hari-harinya padat akan aktivitas baik kerja maupun aktivitas sosialnya. Sehingga menurut saya orang-orang Jakarta memang perlu untuk merefresh dirinya. Kelelahan yang berkepanjangan tentu membutuhkan saat dimana tubuh dan jiwa kita harus beristirahat sejenak. Dan acara perayaan pergantian tahun baru adalah acara yang bisa menyegarkan otak warga ibu kota Jakarta.

3. Omset bagi tempat wisata
Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah pengujung Ancol pada hari biasa dan tahun baru berbeda berkali-kali lipat, dan itu pasti sangat menguntungkan bagi para pengelola tempat wisata. Tidak hanya bagi tempat wisata tetapi juga bagi para pedagang asoangan yang mangkal di dalam tempat wisata tersebut.

4. Melanggengkan tradisi
Bagaimanapun kebiasaan atau tradisi tidak boleh dihanguskan dari bumi Indonesia. Indonesia bisa terus eksis dan berjaya juga berkat adanya kebiasaan-kebiasaan di masyarakat. Tanpa kebiasaan Indonesia akan berjalan tidak seimbang, tidak akan ada etika yang dipertahankan dalam pola berhubungan di masyarakat.

5. Moment berkumpul dengan teman-teman atau keluarga
Berteman maupun berkeluarga juga butuh hiburan di tempat-tempat khusus dan dalam acara-acara tertentu. Karena dalam pertemanan maupun dalam berkeluarga pasti membutuhkan waktu khusus untuk bersendau gurau dan bergembira ria. Tahun baru yang dirayakan setahun sekali merupakan moment yang cocok untuk bisa bertemu dengan keluarga atau teman-teman dekat bahkan teman-teman lama.

Hal-hal yang menurut saya kurang menarik yaitu:
1. Tahun baru dijadikan ajang buat pacaran dan berbuat mesum
2. Penggunaan kembang api yang berlebihan sehingga pemerintah harus menghabiskan banyak dana sekedar untuk merayakan malam pergantian tahun
3. Ketidaktertiban para pengguna jalan
4. Sampah berserakan dimana-mana karena para pengunjung tidak sadar membuang sampah pada tempatnya
5. Tahun baru dijadikan tempat untuk berfoya-foya
6. Tahun baru disakralkan sebagai acara yang seolah-olah wajib dan harus diikuti

Tidak ada yang salah dengan perayaan tahun baru, karena bagaimanapun prosesi perayaan itu dibutuhkan dalam sesi kehidupan manusia. Sama halnya hidup manusia tidak akan senang jika tanpa hiburan dan kemeriahan. Ada yang lebih substansi dari perayaan tahun baru menurut saya, bahwa bagaimanapun agar pergantian tahun baru bisa kita jadikan refleksi dan sekaligus renungan buat hidup kita. Bahwa manusia tidak ada yang sempurna dengan segala harap dan inginnya. Bahwa manusia ada kalanya harus mengerti dan menyadari akan kesalahan-kesalahannya. Oleh karenanya jadikan moment pergantian tahun ini sebagai moment untuk memperbaiki diri, sehingga kehidupan kita ke depan jauh lebih baik dari yang sudah-sudah, amien.
Continue Reading...

Selamat Jalan Gus Dur...

Kematian adalah sesuatu yang pasti akan datang menghampiri setiap manusia, seperti apapun takutnya manusia terhadap kematian itu. Hampir semua manusia yang hidup pasti akan berhadapan dengan yang namanya kematian. Oleh karena itu hendaknya sebagai manusia yang berfikir dan berkeyakinan kita harus siap menghadapi kematian yang akan menjemput. Jika kematian bisa direncanakan dan diketahui datangnya mungkin kita akan bersiap-siap, tetapi sayangnya kematian datang secara tiba-tiba. Intinya apabila ajal datang menjemput, kita sebagai manusia tidak bisa menunda atau menolaknya.

Pada Tanggal 30 Desember 2010 tepatnya pukul 18.45 Gus Dur telah tutup usia tepatnya di RSCM Jakarta Pusat. Jenazah kemudian di bawa ke Ciganjur dan esok harinya di bawa ke tanah kelahirannya yaitu Jombang Jawa Timur. Jenazah dikebumikan di tanah kelahirannya berdasarkan wasiat dari Gus Dur sebelum meninggal dunia. Presiden SBY beserta kabinetnya menyempatkan datang ke upacara resmi pemakanan Gus Dur, dan beliau bahkan membatalkan beberapa acara untuk bisa menghadiri upacara pemakaman Gus Dur, sosok pemimpin yang pernah menjadi atasan SBY.

Lautan manusia baik yang merupakan saudara, santri, tetangga, dan para penggemar Gus Dur berkumpul di Pesantren Tebu Ireng Jombang. Tidak usah diragukan bahwa hampir seluruh rakyat Indonesia kehilangan Gus Dur. Beliau adalah sosok manusia yang luar biasa yang layak dijadikan panutan tidak hanya bagi warga NU tetapi juga untuk semua masyarakat Indonesia. Kepergian diiringi dengan simpati dan empati banyak orang adalah kepergian yang diharapkan semua orang. Karena itu berarti bahwa keberadaan orang tersebut sungguh disenangi dan diingini.

Gus Dur adalah mantan Presiden RI ke empat yang lahir di Jombang Jawa Timur pada tanggal 7 September 1940 dan meninggal di Jakarta 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun. Ketika menjadi Presiden beliau di dampingi oleh Ibu Megawati Soekarno Putri. Pada masa pemerintahannya yang meskipun tidak sampai tuntas, beliau menelurkan banyak hal-hal baru yang sangat kreatif dan sebelumnya belum pernah dilakukan.

Gus Dur menegaskan kembali kepada rakyat Indonesia agar menegakkan bhineka tunggal ika dengan benar, karena bhineka tunggal ika sesungguhnya simbol bagi bersatunya perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia. Gus Dur juga mendorong agar kong hu chu disahkan menjadi agama yang resmi di Indonesia, karena menurut Gus Dur kong hu chu sudah layak menjadi agama. Beliau juga mengusulkan agar TAP MPR No. XXV Tahun 1966 dicabut karena dirasa merugikan para anak cucu mantan PKI.

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara, beliau lahir dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan kakek dari pihak ibu adalah KH Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur yaitu KH Wahid Hasyim terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya Ny Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Pada Juni 1999 PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif dan PKB memenangi 12 persen, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen. Dengan kemenangan partainya, Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB. Pada bulan Juli Amien Rais membentuk Poros Tengah yang berisi koalisi partai-partai Islam.
Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah. Pada 7 Oktober 1999 Amien Rais dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999 MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.

Pada sambutannya saat pemakaman Gus Dur, SBY menetapkan Gus Dur sebagai bapak pluralisme dan multikulturalisme di indonesia. SBY mengatakan bahwa Gus Dur adalah sosok tokoh yang menghargai kemajemukan. Gus Dur dinilai oleh SBY sebagai tokoh yang sangat bijaksana dan banyak memberikan ide-ide moderat bagi negara Indonesia.
Selamat jalan bapak bangsa yang sungguh luar biasa, jasa-jasamu akan dikenang oleh negara Indonesia selama-lamanya. Pemikiran-pemikiranmu yang cerdas, kreatif, baru, dan berani sungguh memberikan inspirasi yang tidak ternilai untuk kita semunya.

Sekali lagi kematian adalah hak Tuhan, manusia tidak punya hak untuk mendikte Tuhan atas kematian. Tuhan mempunyai kuasa dan kehendak atas kematian hamba-hambanya. Dan kematian saya kira bukan akhir dari segalanya, karena Tuhan telah menjanjikan kehidupan yang abadi setelah kematian itu sendiri.

Tidak salah jika manusia takut dengan kematian, karena ada beberapa alasan kenapa manusia takut mati yaitu:
1. Belum siap untuk meninggalkan dunia
2. Takut akan rasa sakit saat nyawa dicabut dari badan
3. Merasa belum memiliki banyak karya
4. Terlalu takut dengan egonya sendiri
5. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab
6. Ketakutan akan dosa

Tetapi ketakutan-ketakutan tersebut hendaknya tidak menjadi belenggu dan momok yang mematikan potensi diri sendiri. Karena betapapun takut dan menghindarnya kita dari kematian, toh kematian tetap akan datang menghampiri. Bagi saya satu hal yang terpenting sebelum kita meninggal yaitu bahwa ketika kita meninggal hendaknya orang merasakan kehilangan. Itu artinya bahwa keberadaan kita selama hidup memberikan banyak konstribusi buat banyak orang, sehingga orang merasa bahwa kehadiran kita begitu dibutuhkan dalam kondisi apapun, amien.
Continue Reading...

Tuesday, December 29, 2009

Mengendalikan Diri...

Dalam Keadaan Kepepet...

Pernah suatu ketika kita dalam keadaan mencari alamat yang sama sekali belum kita tahu letaknya, pasti kita akan mencoba mencari tahu dari orang-orang yang berada disekitar situ. Jika satu orang tidak tahu kita pasti akan mencari tahu pada orang lainnya lagi. Jika orang berikutnya tahu apalagi orang pertama yang kita tanya tahu kita pasti sangat bahagia dan berbunga-bunga, karena alamat yang kita cari akan segera ditemukan. Menjadi sedikit bermasalah ketika kita sudah bertanya kebanyak orang tapi orang-orang tersebut tidak ada yang tahu alamat yang kita maksud. Ditambah kondisi kita dalam keadaan kepanasan, kehausan, kelelahan, dan lain sebagainya. Pasti kita sangat sebal, pusing, ingin marah, dan tidak karuan. Nah disaat itulah kita perlu mengendalikan diri dengan sempurna, karena jika ego kita naik dan dibiarkan membrutal maka kemarahan kita pasti akan meledak, dan dikhawatirkan kita akan menggerundel dan berucap kata-kata kasar. Jangan sampai alamat tidak ketemu tapi kemarahan sudah meluber kemana-mana, yang ada malah diri kita yang rugi dan merasa sangat tidak nyaman.

Oseng-Oseng Mercon...

Beberapa tahun lalu waktu saya ke Jogjakarta, saya dikenalkan sebuah masakan yang bernama oseng-oseng mercon. Oseng-oseng mercon tersebut berada di depan kantor Muhammadiyah Jogjakarta. Saya sangat bahagia menikmati makanan tersebut, karena sejatinya saya sangat suka dengan masakan yang pedasnya menggila. Meskipun pedasnya menggigit dan jumlah daging dengan cabai masih banyakan cabainya, saya enjoy menikmati oseng-oseng mercon tersebut. Bahkan saya menjadi ketagihan dengan masakan tersebut, setiap kali saya ke Jogjakarta saya menyempatkan diri untuk menikmati masakan tersebut.

Tidak banyak yang suka dengan oseng-oseng mercon tersebut karena kepedasannya, tapi tidak dengan saya. Kemaren beberapa waktu lalu saya ada kegiatan di Jogjakarta, sore hari menjelang pulang ke Jakarta saya menyempatkan diri untuk kembali menikmati oseng-oseng mercon di depan kantor Muhammadiyah Jogjakarta. Saya mengajak Ulfa teman saya untuk menemani saya makan, tanpa bertanya ke Ulfa saya langsung memesan dua posri nasi dan dua porsi oseng-oseng mercon. Setelah tersedia saya langsung melahap oseng-oseng tersebut, tidak seperti biasanya sore itu saya merasa sangat kepedasan dan hanya memilih dagingnya sambil menyisihkan cabainya. Saya juga minum berkali-kali disela-sela pedasnya masakan oseng-oseng mercon. Karena sudah tidak kuat, akhirnya saya menghentikan makan makanan tersebut dan mencari lauk penggantinya yaitu bebek dan kerupuk.

Sambil menikmati bebek (kepala bebek) dan kerupuk, saya melihat temans aya Ulfa yang ternyata sama sekali tidak menyentuh makanannya. Saya baru tahu kalau ternyata Ulfa teman saya itu tidak suka pedas dan tidak pernah mau makan oseng-oseng mercon meskipun dia tinggal di Jogjakarta. Saya sangat tidak enak hati dan merasa bersalah, karena merasa demikian saya langsung mencarikan Ulfa lauk pengganti yaitu ayam (kepala ayam maksudnya). Dan karena oseng-oseng Ulfa masih utuh, akhirnya saya memutuskan untuk makan oseng-oseng punya si Ulfa.

Setelah selesai makan, saya langsung menuju mobil dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Saya sudah menyangka kalau saya bakalan mule dijalanan karena makanan tersebut, tapi saya berusaha tetap berbaik sangka terhadap perut saya meskipun saya tidak yakin. Ternyata benar, gara-gara oseng-oseng mercon sepanjang jalan saya merasakan sakit perut yang luar biasa dan saya buang air besar kurang lebih 8-10 kali. Meskipun mobil bisa setiap waktu berhenti, saya tetap merasa tidak enak sama kak Mia dan Ayat, dan saya juga tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Bagaimana mau nyaman, setiap kali dan setiap saat perut saya tiba-tiba mules tidak karuan.

Saya sih tidak menyesal dan tidak akan pernah kapok memakan oseng-oseng mercon tersebut, hanya saja seharusnya saya tidak makan makanan tersebut disaat saya ingin melakukan perjalanan kembali ke Jakarta. Karena bagaimanapun perjalanan itu harus dipersiapkan segala sesuatunya, termasuk kondisi kesehatan perut. Nah bagi teman-teman yang juga suka makan oseng-oseng mercon, tolong makannya jangan ketika hendak melakukan perjalanan. Pasti akan menganggu perjalanan anda dan teman-teman yang menyertai perjalanan anda.

Mencari Sesuatu Tidak Dapat...

Tadi malam saya mencari dua benda yaitu: pulsa untuk internetan dan bedak, saya mencari pulsa tersebut sampai ke enam counter dan ternyata hampir enam counter tersebut tidak menyediakan pulsa dalam jumlah yang cukup besar. Alasannya lagi kosong, ada juga yang alasannya tidak ada voucher fisik adanya elektronik, sementara saya tidak tahu nomornya sehingga saya mencari yang fisik.

Sama dengan mencari bedak, saya sampai keliling ke lima mini market tapi tetap tidak dapat bedak yang saya inginkan. Alasannya sama tidak ada dan lagi kosong, dan jawaban itu merupakan jawaban kompak dari kelima mini market yang saya kunjungi. Saya sih tidak mepermasalahkan kekosongan produk tersebut, hanya saya heran kenapa orang jualan tapi barang-barangnya kurang lengkap. Bukannya seharusnya produk yang umum itu harus tersedia? Akhirnya saya harus sebal dan merasa tidak enak hati malam itu. Saya tambah sebal dan dongkol karena ternyata saya belum makan dari siang hari.

Saya ingin berteriak saat itu juga, tapi kemudian saya berfikir bahwa manusia dan siapapun tidak ada yang sempurna. Sesuatu yang kita inginkan juga tidak musti harus tercapai dan terwujud saat itu juga. Semua yang kita ingin dan harapakan musti diusahakan terlebih dahulu dalam proses. Sehingga hasil yang akan kita dapatnya merupakan hasil yang sempurna dan sesuai dengan keinginan kita. Oleh karena itu, tersenyumlah dalam keadaan apapun, meski dalam keadaan sedih sekalipun.
Continue Reading...

Friday, December 25, 2009

Bersepeda Bareng Mbak Eny...

Berangkat pagi hari sekitar pukul 05.15 Wib, disamperin sama teman saya mbak eny. Malam harinya saya dan mbak eny sudah menyiapkan dua sepeda untuk dipakai esok harinya. Tapi pagi-pagi sepeda satunya tidak bisa dipakai dan alhamdulillah mbak eny dapat sepeda pengganti. Kita telah siap untuk berangkat, hanya siap secara fisik dan mental, tanpa menyiapkan perbekalan apapun. Mulailah kita berdua mengayuh sepeda membayangkan bisa sampai di senayan. Senayan ide mendadak yang muncul tanpa direncanakan, saya dan mbak eny berfikir bahwa hari libur jalanan pasti bisa dikendalikan, karena orang-orang banyak yang beristirahat di rumah. Senayan menjadi impian karena bayangan kita di senayan pasti akan dipenuhi orang-orang yang juga berolahraga, dan ternyata benar tidak hanya orang-orang yang berolahraga tetapi juga banyak para pedagang yang berspekulasi mengais rejeki.

Sepanjang jalan menuju senayan, saya mencoba berbagi cerita dengan mbak eny. Kadang-kadang kita berdua tertawa-tawa sendiri, kadang marah-marah sama mobil dan motor yang mengklakson tanpa ampun. Saya yang paling tidak terima, menurut saya pengendara mobil dan motor terlalu berlebihan. Mungkin mereka bermaksud mengingatkan saya dan mbak eny agar tidak ke tengah. Tapi mengklakson menurut saya bukan cara yang bijak, karena mengagetkan saya dan mbak eny, dan kami berdua selalu hampir meloncat setiap mendengar klakson. Karena sepeda kami tidak ada spionnya apalagi lampu sen, sehingga kami harus ekstra berhati-hati.

Kita berdua melewati jalan daerah tanah kusir, karena menurut kami jalan itulah yang paling dekat menuju senayan, selain tanjakannya tidak terlalu banyak dibandingkan jika harus lewat ulujami dan kebayoran lama. Banyak hal yang kita berdua dapatkan seperti dengan bersepeda kita berdua merasa lebih jeli melihat satu persatu rumah dan bangunan yang berdiri di pinggir jalanan. Berbeda dengan menggunakan sepeda motor, kita tidak akan punya banyak waktu untuk mengamati sekitar jalan raya.

Pukul 06.15 saya dan mbak eny telah tiba di senayan dengan senang hati tentunya, senang karena apa yang kita berdua angankan bisa tercapai dengan tanpa suatu halangan apapun. Kita berdua masuk ke senayan dan berkeliling senayan dengan menggunakan sepeda. Beberapa waktu setelah itu saya dan mbak eny mencari makan disekitar situ, karena kita berdua baru sadar bahwa kita berdua kelaparan dan kehausan. Kita beruda makan lontong sayur dengan mencoba menikmatinya, karena kadang orang lapar sering tidak bisa menilai makanan secara objektif.

Setelah makan dan minum kita berdua bercerita tentang banyak hal, seperti biasa saya yang banyak melontarkan tema untuk diskusi. Mbak eny sebagai sahabat yang baik dan tidak banyak menuntut, dia oke saja sama tema-tema yang saya ajukan. Dimanapun dan dalam keadaan apapun, ketika saya dan mbak eny bersama, saya selalu mengajaknya untuk mendiskusikan sesuatu yang up to date. Diskusi dengan mbak eny adalah diskusi yang sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Dia bisa menjadi pendengar yang baik sekaligus menjadi lawan diskusi yang menarik. Saya tidak pernah bosan berdiskusi dan bercerita tentang apapun kepada sahabat saya tersebut.

Usai berdiskusi saya dan mbak eny kembali bersepeda keliling senayan, dan secara tidak sengaja kita berdua menemukan teman kecil yang bernama noval dan ayu. Kita berjabat tangan dan saling menanyakan jati diri masing-masing, berikut petikan dialog kami:
Saya: hai kawan kecil?
Noval: hai juga kawan.
Saya: kelas berapa dek?
Noval: kelas dua sekolah dasar.
Mbak Eny: kalian siapa namanya?
Noval: saya noval dan teman saya ayu.
Saya: ayu kelas berapa?
Ayu: saya kelas TK b.
Mbak eny: kalian hebat ya, kesini sama siapa?
Noval: saya sama ibu dan ibu lagi belajar nyetir mobil.
Saya: kalau ayu sama siapa, bareng sama noval?
Ayu: saya sama mama saya kak.
Saya: jadi kalian berdua satu mobil?
Noval: iiihhh kok enggak paham-paham sih? saya sama ayu mobilnya beda-beda.
Saya: hah? maaf ya dek.
Noval: makanya dengering dunk kalau saya lagi menjelakan?
Saya: iya maaf ya noval sama ayu?
Noval: yaudah saya maafkan dech.

Saya senang kenal sama noval dan ayu, dan saya dan mbak eny memutuskan mengajak mereka berdua balapan sepeda. Alhamdulillah noval bersedia diajak balapan, meskipun ayu terlihat keberatan. Ayu merasa tidak sanggup mengalahkan rekan-rekannya yang lebih tua dari dirinya. Balapanpun dimulai dan ternyata sepeda noval bagus dan kita berdua kalah cepat dari noval. Ada yang lebih kalah lagi yaitu ayu, karena ayu jauh di belakang kita berdua. Selesai balapan kita berempat foto-foto dan kami kembali mengulang balapan untuk yang kedua kalinya. Bahkan yang kedua kalinya pun saya dan mbak eny tetap kalah cepat sama noval. Itu anak memang luar biasa cara bersepedanya, kayaknya saya dan mbak eny harus banyak belajar lagi dari noval.

Pukul 09.00 saya dan mbak eny memutuskan untuk pulang, karena terik matahari telah memanggang kulit kita berdua. Pulangnya kita tidak lagi lewat tanah kusir, kita berspekulasi lewat kebyaoran lama. Sebenarnya kita sadar bahwa jalanan itu sangat tinggi tanjakannya, bahkan tanjakannya sangat banyak, tetapi kita berdua memutuskan untuk tidak lewat jalan yang sama, biar tidak bosan kata mbak eny. Ternyata benar, kita berdua sangat kecapean dan hampir tepar gara-gara banyaknya tanjakan. Tapi alhamdulillah saya dan mbak eny akhrinya bisa sampai bintaro dengan selamat tanpa halangan apapun. Pukul 11.00 kita berdua sampai bintaro, dan perjalanan pulang agak lama karena saya dan mbak eny harus muter-muter dulu di kebayoran, saya dan mbak eny ada urusan sebentar disana.

Sampai rumah saya rebahan dikasur dan bermaksud istirahat, ternyata saya ketiduran dan baru bangun sekitar pukul 17.30. Saya tiba-tiba merasa sangat lelah dan kecapean, badan saya terasa pegel semuanya. Saya langsung ke mbak eny dan mengkhawatirkan keadaan mbak eny, dan ternyata benar mbak eny juga sedang kecapean dan kepegelan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan naik sepedanya, yang salah adalah kebiasaan saya dan mbak eny yang jarang olah raga tiba-tiba olah raga pakai sepeda ke senayan. Tapi seperti apapun keadaan saya dan mbak eny, saya dan mbak eny merasa tidak pernah kapok. Kita berdua merasa senang dan kapan-kapan akan kembali bersepeda ke tempat yang lebih jauh lagi, ke monas atau kebundaran HI misalnya, semoga tercapai amien.
Continue Reading...

Tuesday, December 22, 2009

Tahun Baru Islam...

Tahun Baru 1431 Hijriyah seharusnya sebagai momentum untuk memperbaiki diri guna meraih kehidupan yang lebih baik. Karena manusia yang baik adalah manusia yang jika:
1. Hari ini lebih baik dari hari kemaren
2. Hari esok lebih baik dari hari ini

Kebaikan memang sangat abstrak dan terkadang terasa sangat subjektif, tetapi kita tidak boleh menafikkan bahwa ada kebaikan-kebaikan yang sifatnya universal atau diakui oleh semua agama di dunia. Agama apapun secara substansi mengajarkan akan kebaikan, karena tujuan keberadaan agama yaitu mengajarkan kebaikan dan kemuliaan.

Tahun baru Islam jua hendaknya mampu menjadikan umat Islam lebih progresif dan toleran, karena selama ini pertikaian antar agama yang ada di Indonesia salah satunya disebabkan oleh kurangnya toleransi antar umat beragama. Masing-masing agama merasa agamanya paling baik dan paling benar, sehingga memandang agama lain buruk dan tidak benar. Ego tersebut ada baik dan ada buruknya, baiknya jika diaplikasikan dalam bentuk komitmen beribadah, sedangkan buruknya jika diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat yang disitu terdapat lebih dari satu agama. Dan bentuk aplikasinya berupa merendahkan dan menganggap agama lain sebagai musuh yang harus diberantas.

Dalam tahun baru Islam ini, hendaknya merupakan refleksi bersama bagi umat Islam di Indonesia khususnya. Seperti halnya tentang kasus terorisme yang belakangan ini terjadi di Indonesia. Klaim yang berkembang teroris itu adalah Islam, sementar Islam jelas tidak pernah mengajarkan kejahatan karena Islam adalah agama yang menginginkan kedamaian dalam hidup. Klaim teroris tentunya bukan tanpa alasan, karena secara kebetulan pelaku bom yaitu orang yang beragama Islam. Meskipun menurut saya agama tersebut hanya kebetulan bukan suatu kesengajaan.

Dalam masalah terorisme, umat Islam perlu melakukan klarifikasi damai kepada agama-agama lain bahwa Islam bukan agama keras dan juga bukan agama yang membenarkan teror. Pihak agama lainpun harus dapat berfikir secara objektif, bahwa terorisme sesungguhnnya tidak ada hubungannya dengan agama. Karena semua orang dengan agama apapun bisa melakukan teror jika memang mental dan jiwanya terganggu.

Islam memang mayoritas di Indonesia, tetapi tidak dibenarkan jika Islam merasa paling hebat dan paling kuat. Indonesia adalah negara hukum dan negara demokrasi, Indonesia punya aturan hukum yang jelas yang dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Indonesia punyai nilai-nilai pancasila yang dapat digunakan untuk pedoman bagi kehidupan bermasyarakat. Intinya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, dan perbedaan itu akan selalu ada dalam kehidupan, sehingga penyikapan terhadap perbedaan tidak perlu dengan cara-cara anarkis. Karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang lembut, orang-orang yang berhati mulia, dan orang-orang yang menghargai perbedaan.

Baru artinya membuka sesuatu yang baru atau sama dengan mensucikan kembali diri kita dari segala dosa dan keburukan yang telah kita lakukan selama hidup. Penghapusan dosa memang hak mutlak Allah, dan kita tidak punya hak untuk memaksa Allah agar mengampuni dosa-dosa kita. Tetapi usaha untuk menjadi lebih baik dan lebih bijaksana saya kira tidak perlu mendapat persetujuan dari Allah. Karena pada hakikatnya Allah adalah suci dan Allah mencintai hamba-hambanya yang berusaha untuk mensucikan dirinya.
Continue Reading...

Koin-Koin...

Fenomena koin untuk Prita adalah fenomena sosial yang sangat hebat dan cepat. Fenomena itu adalah fenomena riil sebagai bentuk kepeduliaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Karena saya yakin semua manusia pasti sadar bahwa hidup tidak akan eksis tanpa bantuan dan dukungan dari orang lain yang berada di sekitar diri kita. Fenomena sosial untuk Prita tidak hanya sekedar fenomena biasa, tetapi adalah fenomena kepekaan rakyat Indonesia yang akhir-akhir ini tercabik-cabik oleh bobroknya sistem di negara Indonesia tercinta. Masyarakat ibu kota Jakarta sudah diklaim sebagai masyarakat yang hedon, cuek, acuh, dan mementingkan diri sendiri. Dengan koin Prita masyarakat akhirnya bisa membaca bahwa klaim terhadap orang Jakarta tidak mutlak benar.

Justru menurut saya, koin Prita ini perlu digalakkan lebih giat lagi untuk membantu orang-orang yang miskin dan butuh pertolongan. Masih banyak Prita-Prita lain yang juga butuh untuk di support dan dibantu. Jakarta memang pusat ibu kota, tetapi Jakarta juga merupakan pusat kekumuhan dan kemiskinan. Di balik gedung-gedung megah terdapat rumah-rumah kumuh yang setiap saat akan berterima kasih jika dibantu. Kemiskinan, pengangguran, perampokan, dan kasus kriminal lainnya memang tanggung jawab pemerintah. Tetapi masyarakat juga punya andil yang besar jika ternyata pemerintah tidak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik.

Masyarakat Jakarta adalah masyarakat kaya yang jika diminta koinnya pasti tidak akan keberatan. Saya berhayal seandainya saja koin-koin itu dikumpulkan tiap hari oleh semua warga Jakarta yang bekerja, maka koin-koin itu pasti akan bisa mengatasi kemiskinan dan kekumuhan di ibu kota Jakarta.Tidak perlu mengemis-ngemis dan menunggu uluran tangan dari pemerintah yang kelihatannya sangat sibuk dengan pekerjaannya. Tidak perlu mengais program-program pemerintah yang katanya diperuntukkan bagi warga miskin di seluruh Indonesia.

Maka dari itu saya secara pribadi berharap kepada warga di ibu kota Jakarta dan warga di seluruh Indonesia untuk mulai menyisihkan uang koinnya, dalam rangka bahu-membahu mengatasi kemiskinan di Indonesia tercinta. Seperti apapun kemiskinan itu tidak menyenangkan dan kemiskinan itu sangat menyengsarakan. Bagaimana tidak? di jaman modern seperti ini ada orang yang makan hanya satu kali dalam sehari, atau bahkan tidak sempat makan sama sekali dalam sehari. Kemiskinan harus menjadi beban bersama dan harus menjadi usaha bersama dalam proses pemberantasannya. Karena segala sesuatu jika dikerjakan secara bersama-sama maka hasilnya akan lebih optimal dan maksimal.
Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog