Wednesday, August 12, 2009

Taman Safari Bogor...

hari minggu tanggal 09 agustus perguruan muhammadiyah mengadakan family gathering ke taman safari bogor. ada sekitar 12 bus yang membawa para guru dan karyawan beserta sanak keluarganya. rombongan berangkat pukul 07.00 pagi dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 pagi. rombongan yang begitu banyak berjalan beriringan hingga sampai ke lokasi. saya terus terang baru pertama kali ke taman safari bogor. dan ketika sudah sampai bus berputar-putar memperlihatkan para hewan-hewan yang sungguh bagus. dan setelah saya lihat-lihat ternyata hewan-hewannya tidak jauh berbeda dengan yang di ragunan jakarta selatan.

bedanya dengan ragunan, di taman safari melihat hewannya dari mobil dan tidak bisa turun langsung. sedangkan kalau di ragunan, para pengunjung di perbolehkan untuk turun dan melihat-lihat dengan kaki. tapi sama saja, karena toh akhirnya kita bisa melihat para hewan-hewan yang ternyata sungguh luar biasa. luar biasa karena habitatnya di jaga oleh pemerintah agar tidak punah dari peredaran.

sampai di tempat acara saya turun dan mengikuti acara sebentar, setelah itu saya berjalan-jalan dengan subchan untuk melihat-lihat lokasi taman safari. dan ternyata saya tidak kecewa karena saya bisa melakukan banyak aktivitas seperti: melihat pertunjukkan harimau sumatra, naik kereta gantung, naik perahu dayung, melihat pertunjukkan burung, melihat coboy show, melihat motor setan tampil, dan melihat pinguin. banyak hal yang menarik di taman safari, apalagi hijaunya alam yang sungguh menyegarkan dan menyejukkan hati. sehingga saya membayangkan, seandainya jakarta ditumbuhi oleh banyak tumbuh-tumbuhan, maka akan segarlah jakarta.

saat melihat coboy show saya sungguh terpesona dan bangga, sungguh luar biasa dan banyak memberikan inspirasi. para penampilnya sangat semangat dan tampil sungguh-sungguh maksimal. mereka menceritakan tentang bandit-bandit yang suka mengganggu warga dan akhirnya bisa dikalahkan oleh polisi dan warga indiana yang peduli dengan kedamaian. ada beberapa aksi-aksi keren seperti: tembakan, bom kecil, ledakan api, ledakan air, dan ambruknya rumah-rumahan. apresiasi penonton ternyata sungguh luar biasa, bahkan mereka terlihat tidak menyesal melihat pertunjukkan coboy show.

setelah keluar dari coboy show saya menyaksikan motor setan yang sedang tampil, mereka sungguh berani dan kuat ketika berputar-putar di bola setan. ada empat motor dan mereka melakukannya dengan formasi yang begitu cantik dan indah. saya juga menggunakan motor, dan saya juga suka ngebut di jalan. tetapi rasanya jika saya harus melakukan hal tersebut saya tidak sanggup dan belum tentu berani.

setelah bus datang sekitar pukul 16.00 wib, seluruh rombongan dari perguruan muhammadiyah memasuki bus masing-masing dan bersiap-siap untuk meluncur ke jakarta. bus kembali beriringan menuju jakarta, dan beberapa ada yang berhenti di jalan untuk membeli oleh-oleh. tapi sayang, bus yang saya tumpangi tidak berhenti lantara para penumpangnya tidak ada yang menghendaki untuk membeli oleh-oleh. pukul 19.00 wib saya tiba di sekolah dan yang tersisa adalah pegel-pegel di kaki dan seluruh badan. tapi tidak mengapa, yang penting silaturahmi terjaga dengan baik dan itu jauh lebih penting.
Continue Reading...

Menteng Lantai Empat...

di menteng lantai empat tepatnya di kantor pp muhammadiyah saya terkadang bermalam disini. saya bermalam karena biasanya sorenya harus rapat ppna atau ketika memang ada kegiatan atau lagi memang hanya pengen nginep saja tanpa alasan yang jelas. maklum, tempat tinggalku di bintaro agak jauh jika harus bolak-balik ke menteng jakarta pusat. di menteng lantai empat ini ada beberapa teman-teman amm yang juga tinggal disini dan tidur disini. masing-masing kita mempunyai ruangan sendiri-sendiri yaitu: ipm, imm, pemuda muhammadiyah, na, dan ruangan-ruangan kerja lainnya yang memang bisa untuk ditinggali.

melihat fenomena itu saya tidaklah kaget, karena pada tahun 2005 saya juga sempat menjadi penghuni tetap lantai empat ini. jadi saya tidak heran jika ada teman-teman amm yang tinggal di lantai empat ini. sebenarnya kita semua tahu bahwa ini adalah kantor muhammadiyah alias organisasi. tetapi lagi-lagi demi efektivitas waktu dan kegiatan, teman-teman rela tinggal di menteng. teman-teman tinggal di menteng bukan tanpa tujuan akan tetapi mereka merasa bahwa organisasi muhammadiyah butuh mereka disini.

saya secara pribadi salut dengan mereka semua yang menghuni menteng lantai empat ini. gimana tidak salut, wong cari makan disini agak jauh apalagi tidak ada kendaraan. walhasil jika kelaparan malam-malam atau pagi-pagi buta, anak-anak harus rela berjalan kaki agak lumayan jauh untuk mendapatkan makanan. sebenarnya pagi ada kantin di bawah, tetapi bukanya jam 09.00 wib. lagipula masa iya makan dengan menu yang selalu sama, kan sekali-kali musti makan makanan yang berbeda.

untuk masalah mandi tidak ada masalah, karena disini banyak kamar mandi dan airnya juga sangat bersih. saya lebih melihat pada komitmen dan kesungguhan teman-teman yang sampai merelakan hidupnya untuk menghuni menteng lantai empat. mereka sungguh luar biasa dan manusia-manusia pilihan. mereka adalah penggerak organisasi muhammadiyah yang tanpa lelah. mereka mencurahkan segala waktu dan tenaganya untuk eksisnya muhammadiyah.

di lantai empat ini, sungguh sangat menyenangkan dan menggembirakan. masing-masing sudah merasa seperti saudara sendiri dan bukan orang lain lagi. masing-masing bisa saling memberi dan menolong bagi yang lain ketika membutuhkan pertolongan. apalagi masalah makanan, selalu berbagai dalam suka dan duka. bagaimanapun teman-teman yang di lantai empat ini jauh dari orang tua dan sanak saudara. sehingga sangat tidak salah jika akhirnya menjadikan teman-teman yang ada disini sebagai saudara sendiri.

teman-temanku, meskipun lelah menggapai lantai empat dengan tangga manual. tetapi kelelahan itu tidaklah berarti jika organisasi kita tetap berkibar di luar. apalah artinya kelelahan fisik ketika menaiki tangga. apalah artinya kelaparan ketika memang susah cari makan. demi organisasi tercinta kita, kita harus tetap semangat dan merelakan banyak waktu dan tenaga kita. teruslah menjadi baik dan teruslah berjuang, demi tegaknya amar ma'ruf dan nahi munkar.
Continue Reading...

Saturday, August 08, 2009

Kematian...

kematian terkadang terkesan sangat menakutkan dan mengerikan. hampir semua orang ngeri jika membayangkan tentang kematian. bahkan tidak sekedar ngeri, orang juga sangat takut jika ingat akan yang namanya mati. tapi meskipun demikian, kematian pasti akan menghampiri manusia tidak seperti kisah pada kaum elf dibeberapa novel yang katanya mengalami keabadian dan tidak akan pernah mati. kematian pasti akan tiba, oleh karena itu harus disiapkan dengan sebaik mungkin.

bapak saya telah meninggal sejak saya kelas tiga sekolah dasar, sejak umur tujuh tahun itulah saya telah kehilangan sosok bapak yang dimiliki oleh teman-teman saya. kakek saya juga telah meninggal sebelum saya lahir ke bumi. buyut saya juga meninggal dan untungnya saya sempat mengenal buyut saya. kemudian mbah kakung dan mbah putri dari bapak saya juga akhirnya meninggal dunia.

tidak hanya keluarga dekat, beberapa teman saya juga ada yang meninggal dunia seperti hartoyo, mbak nusaibah, nunung kurniawan, dan beberapa murid-murid saya seperti totok dan fahrurrozi. kematian tidak bisa ditentang dan juga tidak bisa diundurkan jika allah telah menghendakinya. kita bahkan tengah kehilangan dua seniman besar sekaligus yaitu mbah surip dan ws rendra. mbah surip adalah sosok baru tetapi sungguh sangat berkesan karena kesederhanaannya. sedangkan ws rendra adalah seorang seniman lama dan sangat luar biasa karya-karyanya.

tidak ada yang menyangka mbah surip akan pergi secepat itu dikala karirnya sedang menanjak naik. saya meski tidak begitu akrab tapi saya lumayan mengenal mbah surip di kenduri cintanya cak nun di tim. beberapa kali saya ketemu mbah surip dan beliau memang orang yang sangat sederhana dan biasa-biasa saja, bahkan ketika dirinya diisukan mempunyai uang miliaran gara-gara nada sambung 'tak gendong'.

malam hari setelah kematian mbah surip saya bermimpi dan dalam mimpi saya tersebut saya seolah-olah sedang akan di eksekusi oleh polisi. saya di eksekusi karena dianggap bersalah terhadap suatu hal. oleh karenanya saya layak untuk dihukum mati. saya sempat ketakutan akan kematian sampai saya hampir teriak-teriak, tetapi akhirnya saya sadar bahwa itu hanyalah sebuah mimpi.

apapun dan seperti apapun kita hendaknya kita selalu berusaha dengan semaksimal mungkin agar meninggal dengan cara mudah. dan agar ketika kita meninggal banyak teman-teman yang datang melayat kita. bahkan kalau bisa ada karya yang ingin saya buktikan kepada keluarga saya.
Continue Reading...

Sunday, August 02, 2009

Wanita Tangguh...

ketika itu fina sedang sharring di fb tentang wanita cantik menurut dia, bahwa wanita cantik menurut dia adalah wanita yang tidak hanya cantik secara fisik tetapi juga yang hatinya cantik. ada yang nanggapin: "berarti yang dipoles hatinya dung? emang bisa?" jelas itu hanya guyonan saya tahu itu. ada lagi yang bilang" "semoga fina termasuk wanita yang cantik hatinya." nah karena saya ingat akan sesuatu hal yang langsung nanggapi fina dengan bilang: "menurut saya wanita yang cantik itu adalah wanita yang berani, kuat, tanggung, tidak cengeng, bertanggung jawab, tidak lemah, dan bisa mengangkat galon aqua ke dispenser." saya bilang gitu karena saya pengen ingetin fina bahwa wanita juga bisa angkat galon aqua yang kata para wanita agak berat. karena kalau pas galon habis dan saya ada di ppna, maka saya yang mengangkatnya hingga masuk ke dispenser. dan saya kira tidak aneh dengan hal itu dan itu biasa-biasa saja menurut saya.

nah saya juga pengen bilang ke semua orang dan semua laki-laki, bahwa fina benar wanita yang cantik itu tidak hanya dilihat dari fisik sebagaimana laki-laki dipandang oleh wanita, dia dipandang bukan karena cakep dan tampan secara fisik tapi juga hatinya. cakepnya setengah mati kalau hatinya tidak baik atau bodoh banget buat apa coba? atau cakepnya setengah hidup kalau tidak bisa mengerti perasaan kita mau diapain coba? pasti kita akan bosan mendapatkan pasangan yang seperti itu. bagusnya sih emang sempurna, cakepnya dapat, pinternya dapat, duitnya juga dapat. tapi saya kira untuk jaman sekarang tidak terlalu penting, yang penting untuk dipertimbangkan adalah benar-benar kebaikannya.

ternyata dari curhatan fina ada juga yang nanggapin saya, dia bilang: "saya setuju dengan mbak sri, bahwa wanita harus kuat dan tidak cengeng, kasihan ibu kartini perjuangannya tidak dihargai." saya bilang aja ke dia: "jangan hanya setuju mas, tapi anda sebagai laki-laki harus membuktikan ke wanita bahwa kaum laki-laki juga mendukung kemajuan bagi kaum wanita, jangan sebelum menikah bilangnya mau nyuci baju bareng-bareng eh setelah menikah malas membantu istrinya." eh dia jawab gini: "kayaknya pengalaman pribadi ne?" dalam hati saya bilang: "ini realitas mas, buka mata anda dan lihatlah sekeliling anda, betapa masih banyak perempuan yang terkungkung oleh kelicikan dan ego para suaminya, tiba-tiba para suami tersebut menjadi sangat berkuasa dan seolah-olah memiliki istrinya secara penuh, hanya karena dia menafkahi istrinya, alasan yang konyol dan sangat tidak manusiawi menurut saya."
Continue Reading...

Skripsi Bagaikan Momok...

saya tidak mengerti harus mulai bicara dari mana, yang jelas adekku tercinta saat ini juga belum lulus kuliah karena skripsi. saya bilang tinggal skripsi karena mata kuliahnya sudah hampir selesai bahkan sepertinya sudah selesai. untuk kasus adek saya, saya tidak bisa brutal seperti ketika saya marah-marah sama teman-teman saya yang belum lulus-lulus gara-gara skripsi. saya cukup punya beban mental untuk bisa memaksa adek saya menyelesaikan skripsinya. saya seolah menjadi sangat mengerti betapa dia sangat tersiksa dengan skripsinya. tapi lagi-lagi jika tidak segera diselesaikan, maka kitalah yang akan tergilas oleh waktu yang terus berjalan dengan maju bukan dengan mundur.

saya paham tidak mudah bisa menyelesaikan skripsi, butuh keseriusan dan banyak waktu yang harus tersedia. selain itu dibutuhkan dana yang juga tidak sedikit, apalagi jika dosennya agak susah ditembus. saya ketika skripsi juga mengalami hal-hal aneh yang juga dialami oleh seluruh mahasiswa di dunia. saya takut dengan dosen pembimbing, saya merasa tidak bisa mengerjakan, saya takut salah, saya takut uang saya kurang, saya juga takut tidak lulus kuliah gara-gara gagal skripsi.

tapi saya mencoba realistis, bahwa saya bukan orang kaya dan saya harus bergantian dengan adek saya yang ketika saya lulus kuliah dia juga telah lulus smu. semester enam saya sudah mengajukan judul dan semester tujuh saya menyelesaikan proposal skripsi saya. semester delapan sembari menyelesaikan mata kuliah yang belum diambil saya menyusun skripsi saya. dan alhamdulilah saya bisa lulus tepat waktu yaitu delapan semester.

selama skripsi banyak halangan dan rintangan yang menghadang diantaranya:
1. Dosen

saya benar-benar gemetaran ketika ingat dosen pembimbing satu dan dua. saya benar-benar hampir merinding ketika membayangkan bertemu dengan beliau berdua. tapi saya tetap menyusun skripsi saya dan terus membuat janji untuk bisa bimbingan dengan dosbing satu dan dosbing dua. selain telephone saya juga menghubungi beliau lewat sms dan kadang nebeng teman yang kebetulan juga mau bimbingan sama dosen tersebut. saya menemui dosbing di kampus, di rumahnya, bahkan sampai di rumah sakit. saya tidak gentar meski pernah dimarahi salah satu dosbing hanya karena saya menghubunginya lewat sms. saya juga tidak putus asa meski kedua dosbing saya sangat sibuk dan hampir tidak ada waktu. saya selalu mengkesampingkan rasa takut saya terhadap beliau berdua. bahkan saya harus ke demak dan ke pucang gading yang lumayan jauh dari kampus. saya harus kehujanan dijalan dan kelaparan karena belum makan dari pagi. tapi saya selalu optimis bahwa saya pasti bisa melewati semuanya.

2. Uang

selain takut dosen, saya juga takut banget jika kekurangan uang dalam penyusunan skripsi. karena tidak munafik ternyata untuk membuat skripsi dibutuhkan uang yang tidak sedikit. tapi lagi-lagi saya harus tetap optimis bahwa semua pasti ada jalan keluarnya. lagipula untuk mahasiswa uang masih menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya, meski saya sadar bahwa orang tua saya tidak kaya.

3. Penelitian

saya sempat takut ketika ingat tentang penelitan, bagaimana tidak takut saya harus penelitian ke purwokerto banyumas. daerah yang sangat-sangat jauh dari semarang, otomatis saya harus benar-benar meluangkan waktu banyak untuk fokus penelitan. belum lagi ketakutan akan susahnya mencari data dari pemda maupun dari objek yang saya teliti. ternyata setelah saya jalani penelitan sangat enak dan menyenangkan. saya mengajak serta afri untuk menemani saya selama penelitian di purwokerto. saya lupa berapa lama tinggal di purwokerto, yang pasti saya cukup lama tinggal di kos yani dan keliling purwokerto untuk mencari data-data yang saya butuhkan. saya begitu bangga dan sangat berkesan dengan penelitian saya, apalagi ada afri yang selalu menemani saya.

4. Menyusun skripsi

selesai penelitian, ternyata saya agak males menyusun hasil penelitiannya. saya merasa kepala saya hampir mau pecah saat melihat tumpukan dokumen hasil penelitian. saya hampir menangis membayangkan bagaimana cara menyusunnya, ditambah saya tidak punya komputer pada waktu itu. tapi saya hanya berfikir satu hal, jika saya menyerah dan berhenti pasti saya akan malas selamanya dan pasti skripsi saya tidak akan selesai. akhirnya semangat saya timbul lagi meski saya harus nginep di rental komputer punya kirun teman saya, teman karena saking seringnya saya rental disitu. saya yakin pada diri saya bahwa saya bukan mahasiswa bodoh yang tidak bisa menyusun hasil penelitian.

5. Bimbingan setelah penelitian

ternyata setelah saya menyelesaikan bab empat dan bab lima saya mempunyai masalah baru yaitu bimbingan pasca penelitian yang ketika saya sedang penelitian saya lupa akan rasa takut itu. saya juga tidak tahu kenapa rasa takut itu bisa muncul lagi, dan jika saya tidak berfikir secara logis pasti saya sudah menyerah dan tidak mau bimbingan. tapi semangat saya tidak pernah saya turunkan sejengkalpun. saya berfikir ketika itu bahwa dosen juga manusia biasa sama seperti saya. setelah beberapa kali bimbingan dan setelah beberapa kali dicoret-coret juga, saya mulai lemas lagi dan hampir putus asa. tapi saya selalu mencoba untuk tidak berhenti, karena jika saya berhenti resiko yang bakal saya terima pasti saya akan terhenti untuk waktu yang sangat lama.

6. Sidang skripsi, revisi, dan nilai

bimbingan kelar masih ada yang menakutkan dan masih menjadi beban yaitu sidang skripsi, revisi, dan nilai. saya ngeri membayangkan sidang skripsi setelah mendengan cerita dari kakak kelas saya yang sudah sidang skripsi. saya bahkan sampai tidak nafsu sarapan gara-gara memikirkan mau sidang. saya takut jika dibantai dan tidak bisa menjawab dengan benar. tapi alhamdulillah sidang skripsi saya lancar meski ada salah satu dosen yang tidak bisa hadir ketika itu. jadi saya hanya di uji oleh dua dosen yang seharusnya di uji oleh tiga dosen. dan revisi saya alhamdulillah lagi tidak begitu banyak artinya saya masih mampu untuk melakukannya. dan untuk nilai saya pasrah asal tidak dapat nilai c saya sudah sangat senang, meski yang saya harapkan adalah nilai a.

kejadian-kejadian ketika skripsi tersebut juga saya alami ketika mengerjakan thesis, tapi lagi-lagi semangat dan berfikir positif bisa mengalahkan segalanya. buktinya saya bisa menyelesaikan s2 dan tidak kapok dengan melanjutkan s3 di unj, hehe. bagi teman-teman yang mengalami masalah dalam skripsi, bisa hubungi saya untuk berkonsultasi, insya allah gratis tanpa biaya sepeserpun.

oya jadi ingat mahasiswaku ne, saya kan juga membimbing skripsi di kampus, gara-gara kasian sama nasib teman-teman saya yang belum pada lulus kuliah gara-gara skripsi, saya sampai menghubungi mahasiswa saya untuk segera menyelesaikan skripsinya. maksud hati mau memberi tahu mereka bahwa mereka tidak perlu takut dengan dosen pembimbing, eh tetap saya dari lima mahasiswa yang saya bimbing baru dua yang menemui saya. yang tiga sama sekali tidak menghubungi saya apalagi menemui. yang menyebalkan lagi, yang dua juga ikut-ikuttan menghilang tanpa jejak. padahal ketika mereka bimbingan saya sudah bersikap sebaik mungkin dan seramah munkgin menghadapi mereka. jadi sebenarnya masalah mahasiswa itu apa?
Continue Reading...

Kos DI Baitul Izzah...

awal kenapa saya bisa masuk kos baitul izzah karena saat daftar ulang saya ketemu sama mbak ana orang magelang yang waktu itu kalau tidak salah sudah dua tingkat di atasku. saya sebenarnya berharap bertemu dengan teman-teman imm karena kebetulan saya pengurus irm dari kelas satu smu. tapi karena ketemunya mbak ana ya sudah saya mengikutinya ketika dia menawarkan kos kepada saya. saya diajak ke patemon agak jauh dari kampus tapi masih terjangkau jika jalan kaki kurang lebih sekitar setengah kilo lebih, dan lebihnya berapa saya lupa, hehe.

ada beberapa hal yang membuat saya terkesan ketika kos di baitul izzah, dan akan saya coba rangkai dari cerita saya ini:

1. Masak bersama-sama

saya tidak tahu ini budaya dari mana, karena sewaktu smu saya tidak pernah ngekos. saya awalnya kaget ketika ada jadwal untuk masak, dan masaknya untuk semua anak kos yang jumlahnya sekitar dua belas orang. saya kaget karena tidak bisa masak dan karena iurannya sangat murah dibandingkan kita harus makan tiap hari di warung makan. meski tidak bisa masak akhirnya saya percaya diri karena masaknya bareng-bareng sama teman-teman yang lainnya, dan saya paling bertugas belanja atau mengiris-iris bahan yang mau di masak. lama-lama saya semakin sibuk di pw irm dan saya juga agak males karena memang saya benar-benar tidak bisa masak, akhirnya saya memutuskan untuk tidak ikut masak bersama.

2. Sholat berjamaah

sholat maghrib, isya', dan subuh diusahakan dilakukan secara berjamaah. bahkan bagi yang mau disarankan untuk sholat malam sekitar pukul 03.00 pagi dini hari. saya meskipun agak males sholat berjamaah karena itu sudah aturan kos mau tidak mau ikut sholat berjamaah. imam selalu bergantian dan biasanya yang menjadi imam adalah mbak-mbak yang sudah senior, kalau seperti saya yang masih baru hanya menjadi makmum saja untuk sementara. mbak-mbak yang menjadi tanggung jawab mengimami juga bacaannya sudah lumayan bagus, dan dia punya kewajiban untuk selalu meningkatkan hafalan dan meningkatkan bacaannya.

3. Umi kos

umi kos adalah semacam ketua kos dan yang menjadi ibu pengganti dari anak-anak yang memang sedang jauh dari orang tua kandungnya. umi kos biasanya diambil dari yang paling tua dan paling bijaksana, meskipun mbak-mbak disana saya lihat hampir semuanya bijaksana. umi kos juga bertugas memantau seisi kos barangkali ada yang bermasalah secara pribadi, kuliah, maupaun keuangan. umi kos juga bertanggung jawab terhadap hal-hal lain seperti memimpin rapat dan mengur bagi anak kos yang pulang terlambat. semua penghuni kos menyayangi dan menghormati umi kos hampir seperti kakak sendiri.

4. Tadarus dan membaca al-ma'syurot

tadarus bareng dilakukan tiap hari setelah sholat maghrib, sedangkan al-ma'syurot dibaca rutin setelah sholat subuh. tadarus dilakukan sebagai kewajiban agar anak-anak kos semakin fasih bacaan ngajinya dan agar anak-anak kos lebih senang lagi untuk mengaji. sedangkan al-ma'syurot dibaca untuk keselamatan dan kesehatan anak-anak kos. sehingga karena alasan itu hampir tidak ada yang tidak ikut acara itu kecuali sedang tidak ada di kos.

5. Piket pekerjaan rumah

hampir semua hal sekecil apapun di kos tersebut sangat terjadwal dengan rapi, bahkan piket untuk menyapu lantai, menyapu halaman depan dan belakang, dan mengepelpun ada jadwalnya. meski sangat bosan dan tidak begitu suka diatur, saya tetap harus menjalankan aturan yang ada di kos tersebut. karena bagaimanapun saya harus komitmen dengan keputusan bersama, meski berat untuk melakukannya.

6. Guru untuk mengaji

saya bingung lama-lama, bahkan saya juga dicarikan guru untuk mengaji. bukan masalah saya sudah pinter mengaji, kalau untuk sekedar baca dan tajwid saya sudah agak paham. kalaupun masalah pelajaran-pelajaran agama, saya smu di muhammadiyah dan saat itu juga saya sedang aktif di organisasi dakwah yaitu pw irm jawa tengah. kalau gurunya adalah orang yang lebih tua jauh dalam artian memang biasa mengisi acara-acara pengajian sih tidak apa-apa. masalahnya menurut saya, guru ngajinya adalah senior saya yang juga masih kuliah di kampus, mohon maaf saja saya pikir saya dan dia juga masih sama-sama belajar agama islam. jadi alasan apa yang mengharuskan saya belajar mengaji sama dia?

karena banyak benturan dan ketidakcocokan saya dengan teman-teman kos, saya hanya bertahan selama setahun dan setelah itu saya memutuskan untuk pindah kos. meskipun dilarang saya tetap bersikeras dan tidak mempedulikan pelarangan dari mbak-mbak kos saya. apalagi waktu itu saya sedang patah hati gara-gara ditinggal meninggal oleh hartoyo teman dekat saya. sehingga saya merasa butuh suasana baru untuk menenangkan kembali pikiran saya yang sempat agak goyah dan kacau. saya berharap akan mendapatkan pencerahan dan kebahagiaan di kos baru saya.

oya saya lupa, saya punya teman satu kos sebut saja namanya siti, dia selain satu kos juga satu jurusan sama saya. orangnya pendiem, baik, sopan, lembut, dan suaranya sangat pelan. dia pernah mengeluh sama saya, bahwa dia pengen pindah jurusan tetapi harus menunggu sampai semester tiga. saya tanya kenapa siti mau pindah jurusan? dia tidak suka belajar di PPKn karena pelajaran-pelajaran di PPKn tidak islami. saya sangat kaget dengan jawaban siti yang menurut saya sangat aneh, kok bisa tidak islami? dari mana dia mempunyai pikiran sepicik itu? saya lebih bisa menerima ketika ada teman sejurusan juga yang ingin pindah ke ekonomi karena alasan tidak suka pelajaran PPKn bukan karena PPKn tidak islami. tapi biarlah, itu kan cara pandang siti bukan cara pandang saya, dan saya kita itu adalah hak siti sebagai individu. tapi secara pribadi dan juga sangat berharap, semoga tidak ada lagi orang-orang yang berfikir bahwa pelajaran PPKn tidak islami.
Continue Reading...

Acara Di Gedung Juang Nasional...

Siang itu sekitar pukul 11.30 wib hari rabu tanggal 29 Juli 2009, saya telah sampai di Gedung Juang Nasional daerah senin jakarta pusat. Hari itu ada seminar tentang menakar kepemimpinan bangsa indonesia di masa yang akan datang. Pembicaranya tidak diragukan lagi dan sangat ahli di bidangnya yaitu:
1. Bapak Frans Magnis Suseno
2. Bapak Azumardi Azra
3. Bapak Rizal Ramli
4. Bapak Syafi'i Ma'arif sebagai pengantarnya

Bukan hanya pembicaranya yang keren, pesertanya juga saya lihat keren-keren dan dari berbagai latar belakang seperti:
1. Aktivis organisasi
2. Dosen
3. Mahasiswa
4. Masyarakat
5. Pejabat
6. Dan beberapa cucu pejuang Indonesia

Saya pertama masuk ke Gedung Juang tersebut sedikit memaki diri sendiri dan sebel sama diri sendiri, hampir empat tahun saya di Jakarta tapi baru tahu bahwa ada Gedung Juang yang sangat sarat dengan suasana perjuangan. Saya hampir menangis dan trenyuh ketika melihat tingginya bangunan yang menjulang, apalagi setelah masuk ke aula tempat acara dimana di dinding-dinding terpasang photo-photo para pahlawan nasional Indonesia. Saya jadi teringah ketika menanyakan ke murid saya:
Saya: "Bagaimana pahlawan menurut kalian anak-anak?"
Murid: "Pahlawan adalah orang yang rela mati untuk negara Indonesia."
Saya: "Yang lainnya?"
Murid: "Pahlawan adalah orang yang berani dan tangguh serta berjuang sampai titik darah penghabisan".
Saya: "Yang lain lagi?"
Murid: "Pahlawan adalah orang yang tidak bisa dinilai jasa-jasanya."
Saya: "Sekarang saya tanya, jika tiba-tiba Indonesia di serang oleh musuh apa yang bisa kalian lakukan untuk Indonesia tercinta?"
Murid-murid: "Saya akan ikut membela Indonesia, saya akan berperang, saya akan mengatur rencana, saya akan bergabung dengan tentara Indonesia, saya akan rela mati untuk Indonesia."
Saya: "Jawaban kalian sungguh luar biasa anak-anak, saya salut sama kalian semuanya, kalau demikian berarti kalian siap untuk perang kan?"
(sunyi tidak ada yang menjawab)

Dari acara tersebut ada beberapa hal yang akhirnya mengganjal benak saya:
1. Politisi yang Negarawan atau Negarawan yang Ahli Politik

Bapak Syafi'i Ma'arif menyampaikan betapa orang telah memisahkan antara negarawan dengan politisi, sehingga politisi kerjanya hanya ngurusi politik sedangkan hanya negarawan saja yang saat ini bisa diandalkan oleh negara untuk membenahi negara menjadi lebih baik lagi. Beliau seperti ingin mengatakan bahwa masyarakat dan negara tidaklah perlu berharap banyak dari para politisi Indonesia saat ini, bukan karena tidak percaya tapi realitasnya memang mengatakan demikian. Dari pendapat beliau tersebut saya lebih berfikir secara agak khayal, bagaimana seandainya ada politisi yang negarawan? atau seorang negarawan yang juga ahli dalam bidang politik? Dalam benak subjektif saya, saya sangat mengharapkan ada orang-orang yang paham akan manajerial teknis negara sehingga bisa kita percaya untuk membangun negara dan dia juga seorang yang mempunyai sifat yang mulia sehingga hanya mementingkan urusan rakyat dibandingkan dengan urusannya sendiri.

Tentu itu bukan hanya harapan saya dan pastinya menjadi harapan semua orang, apalagi di tengah kondisi Indonesia yanga sangat terpuruk saat ini. Saya masih yakin dengan sepenuh hati, bahwa sebenarnya masih banyak orang-orang baik dan jujur yang layak memimpin negeri Indonesia tercinta. Orang baik dan jujur adalah orang yang benar-benar punya prinsip kuat sehingga tidak akan terpengaruh oleh sistem yang telah terbangun di Indonesia. Tapi saya tidak tahu, barangkali baik dan jujur menurut saya berbeda maknanya dengan baik dan jujur menurut orang lain. Karena saat ini orang hampir-hampir muak menafsir tentang kebaikan dan kejujuran.

2. Pasal yang di Khianati Oleh Negara

Saya ketika Bapak Syafi'i Ma'arif membacakan makalahnya sebagai pengantar acara saya menikmatinya dengan seksama, sampai pada paragraf terakhir saya baru kaget dan tersentak tentang beberapa kalimat yang ditegaskan oleh beliau yaitu: bahwa sila ke lima dari pancasila adalah pasal yang dikhianati oleh pemerintah Indonesia. Di khianati karena sila ke lima tentang: keadilan sosial bagi rakyat Indonesia tidak bisa terwujud dengan baik bahkan sama sekali tidak ada niat dari pemerintah untuk mewujudkan sila ke lima tersebut. Keadilan hanya seolah menjadi simbol kata yang hanya bisa didengungkan sebagai janji-janji bukan sebagai bukti nyata. Dan hampir semua orang menjanjikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, meski realitasnya keadilan belum memihak kepada orang-orang miskin. Hanya orang-orang tertentu yang mengecam keadilan, dan itupun jumlahnya sangat sedikit.

3. Tentang Ketuhanan yang Maha Esa

Dulu sila satu pancasila pernah agak ekstrim yang berbunyi: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Saya bilang agak ekstrim karena Indonesia adalah negara dengan banyak agama dan dengan latar belakang dijajah yang cukup lama, sehingga akan sangat berat jika diberlakukan pasal tersebut. Bukan akan mendamaikan tetapi sepertinya justru akan lebih mengacaukan Indonesia. Saya lebih setuju dengan Ketuhanan yang maha esa karena maknanya lebih universal dan melindungi semua agama yang ada di Indonesia.

Kemudian selain dari masalah sila ketuhanan yang maha esa, saya juga berfikir tentang bagaimana keagamaan masyarakat Indoensia yang mayoritas Islam dan hampir semuanya memiliki agama. Baiknya tentu masyarakat beragama dan agamis kelakuannya, meskipun dalam realitasnya banyak orang-orang beragama yang tingkah lakunya tidak agamis. Bukan berarti saya sepakat dengan masyarakat yang tidak beragama tapi agamis ya? Saya hanya berfikir saja, kok bisa ada ya masyarakat yang tidak beragama secara teks tetapi tingkah lakunya sangat agamis dan mulia. Saya kita itu patut untuk di diskusikan lebih jauh dan lebih detail lagi, supaya semua orang bisa paham bahwa agama itu tidak hanya secara tekstual tetapi juga harus kontekstual.

4. Tentang Seniman yang Merasa Terpinggirkan

Saya bukan seniman dan saya juga belum lama kenal dengan beberapa seniman, mereka pernah cerita ke saya betapa kadang pemerintah seperti mencampakkan keberadaan para seniman. Mereka merasa bahwa pemerintah kurang peduli dan membantu mereka dalam mengembangkan karya-karyanya. Padahal karya yang mereka ciptakan benar-benar tulus untuk membangun negeri Indonesia tercinta. Saya bilang aja ke teman saya itu, bahwa pemerintah terlalu banyak kerjaan dan terlalu sibuk sehingga tidak mungkin mengurusi semua masalah yang ada di Indonesia. Atau jangan-jangan karena di Indonesia terlalu banyak masalah, sehingga pemerintah kebingungan mau menyelesaikan yang mana dulu.

5. Rendahnya Semangat Nasionalisme anak Muda

Saya tidak tahu kenapa anak-anak smu begitu tidak peduli dengan masalah-masalah di negerinya. Negeri yang seharusnya dicintainya dengan segenap hati dan jiwa. Apakah karena orang tua mereka tidak pernah mengajari untuk mencintai Indonesia? Saya kira tidak mungkin ada orang tua yang mengajarkan anaknya untuk membenci Indonesia. Atau memang mereka telah melihat sendiri bagaimana buruknya tatanan sistem di Indonesia dan kemudian mereka memunculkan sendiri pandangannya tentang Indonesia? Bisa jadi, karena smu memang bukan anak kecil lagi bahkan mereka sudah sangat dewasa. Apapun alasannya, saya melihat betapa rendahnya semangat nasionalisme anak-anak smu sekarang. Dan karena alasan itu, semua orang tua dan semua guru berkewajiban mengarahkan anak-anaknya dan murid-muridnya agar lebih bisa menghargai negeri Indonesia. Bukan hanya menghargai tetapi juga berfikir untuk memberikan yang terbaik bagi negerinya tercinta.

Selesai acara saya mencoba melihat beberapa orang yang masih tinggal sama seperti saya. Betapa semangatnya mereka dengan seminar ini, dan saya melihat ketulusan-ketulusan mereka untuk membangun negeri Indonesia yang sudah kehilangan banyak kepercayaan bahkan dari rakyatnya sendiri. Tapi dengan lantang saya katakan: saya masih percaya dengan negara Indonesia dan saya tetap semangat memberikan cinta saya untuk Indonesia tercinta. Sebelum mulai acara saya sempat ditawari panitia untuk jadi dirijen lagu Indonesia raya, saya benar-benar tidak bisa sehingga saya menolak tawaran panitia. Saya kaget ketika dia bilang: "berarti tidak nasionalis dung?" Saya kaget bukan karena marah tetapi saya malah mencoba untuk mereview diri sendiri, jangan-jangan meskipun saya guru PPKn saya memang benar-benar belum nasionalis?
Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog