Thursday, May 14, 2009

Takut Pada Allah...

suatu hari, temen saya bu rita menceritakan kejadian yang agak lucu, beliau sedang berdialog dengan anaknya yang baru berusia empat tahun, riko namanya, berikut petikan dialog antara bu rita dengan riko anaknya:

rita: riko, kita kan orang islam, jadi harus selalu kuat dan tangguh...
riko: iya bu, saya akan menjadi anak yang kuat dan tangguh bu...
rita: kita juga tidak boleh takut sama apapun dan siapapun kecuali hanya sama allah swt...
(tiba-tiba terdengar adzan maghrib dari masjid yang kebetulan deket rumah bu rita)
(tiba-tiba riko lari ke kamar dan bersembunyi di bawah ranjang tempat tidurnya)
rita: (kaget), riko kamu kenapa bersembunyi di bawah ranjang...???
riko: saya takut bu...
rita: takut sama siapa...???
riko: saya takut sama allah bu, tadi di masjid ada yang menyebut nama allah, jadi riko sembunyi bu...
Continue Reading...

Suka Ngantuk...

saya sangat heran dengan diri saya sendiri, mau tau kenapa...??? karena saya punya penyakit yang cukup merepotkan diri saya, apalagi ketika saya sedang mengendarai motor atau sedang mendengarkan ceramah kuliah maupun ceramah pengajian. mau tau gak, kira-kira apa penyakit saya tersebut...??? penyakit saya yaitu suka ngantuk ketika sedang dalam keadaan resmi dan sangat penting, sedangkan dalam keadaan nyantai dan ada waktu, penyakit ngantuk saya tiba-tiba menghilang begitu saja.

saya ingat ketika smea dulu, saya duduk di depan sama sutatik, saya tidak hanya sekali tetapi berkali-kali suka mengantuk saat guru memberi penjelasan mata pelajaran. parahnya tidak hanya saya yang ngantuk, sutatik juga lebih parah dari saya. kalau sutatik wajar, karena malam harinya dia harus membantu ibu angkatnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang begitu banyaknya. maklum, ibu angkat sutatik punya toko besar dan anaknya banyak, sehingga pekerjaan rumah tidak pernah ada habisnya. nah kalau saya...??? paling-paling saya ngurusi irm dan pramuka, dan saya tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah, sehingga sebenarnya tidak ada alasan bagi saya untuk mengantuk saat guru menerangkan.

saat kuliah di unnes, saya juga masih suka ngantuk saat dosen menerangkan pelajaran. bukan hanya ngantuk, saya juga sering datang terlambat karena bangun kesiangan. parahnya lagi, saat ngantuk saya duduk di bangku paling depan sekali, sehingga dosen benar-benar melihat bagaimana saya sedang mengantuk dengan gaya saya. saking seringnya ngantuk, temen saya yang duduk di sebelah saya, pasti menjadi korban karena tak minta untuk bagaimana agar saya tidak ngantuk lagi. biasanya temen saya melakukan aksi: cubit tangan saya sampai merah, mukul punggung saya agar kaget, mengajak saya ngobrol, sampai senyum-senyum sama saya agar saya bisa tertawa.

dari cara-cara yang dilakukan temen saya, kadang berhasil dan kadang sama sekali tidak berhasil. dan saya mulai akan tidak mengantuk alias hilang rasa kantuknya ketika: jam belajar telah habis, dosen mengajak mahasiswa untuk diskusi, dan ada sesi presentasi makalah yang kemudian dilanjutkan dengan debat antar penyaji makalah dengan para audiens. atau ada satu lagi yang membuat saya tidak ngantuk yaitu: ketika ada mata kuliah yang saya sukai seperti mata kuliah filsafat atau logika. boro-boro ngantuk, bahkan ketika jam usaipun saya merasa masih belum puas dan masih ingin debat dengan profesor suyahmo. dosen yang tidak begitu disukai oleh mahasiswa karena alasan terlalu liberal, tetapi sangat saya cintai karena sangat cerdas dan progresif.

tidak hanya di unnes, ketika kuliah s2 di uhamka pun, saya masih ngantukkan dan suka tertidur di kelas jika dosennya sedang menerangkan, apalagi dosen yang nyantai dan tidak galak. saya sempat merasa tidak enak sama dosen dan temen-temen, tetapi karena temen-temen saya yang lain juga banyak yang ngantuk, dan mata saya juga ternyata tidak bisa diajak kompromi sama sekali, yaudah deh saya tidur di kelas. sebenarnya malu banget sih, merasa bersalah juga sama dosen yang sedang menyampaikan ilmunya buat saya, tapi sekali lagi saya hanya bisa mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa melawan rasa kantuk saya saat dosen sedang memberikan materi.

ngantuk di ruangan masih mending, alias tidak membahayakn hanya membuat malu diri sendiri saja, nah akan menjadi masalah jika ngantuk saat mengendarai motor...??? nah itu dia yang sedang menjadi masalah dalam diri saya, bahwa ketika sedang mengendarai motor jarak jauh saya sering banget dalam keadaan mengantuk dan bahkan sering juga seperti melayang karena setengah tertidur. saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi...??? yang pasti, malamnya saya tidur cukup atau kurang tidurpun, paginya ketika mengendarai motor saya pasti ngantuk juga.

saya sempat mencari cara bagaimana agar tidak ngantuk saat mengendarai motor: dari minum kopi, makan permen, menyanyi keras-keras, senam mulut, membuka kaca helm, dan bahkan samapi memelototi pengguna jalan yang ada di belakang dan di depan saya. tetap saja masih ngantuk dan melayang rasanya, bahkan saking ngantuknya saya pernah terjatuh di trotoar jalan raya tb simatupang. saya jatuh ke kanan tertindih oleh motor saya dan plat motor saya sampai lepas.

dalam acara-acara resmi sekalipun, saya tidak jarang merasa sangat ngantuk sekali dan hampir tertidur, klo ini tidak hanya malu tetapi juga sangant disayangkan karena saya ketinggalan materi yang sedang disampaikan oleh pemateri. kadang jika tidak ketinggalan, paling materi yang saya dapatkan jadi setengah-setengah alias tidak nyambung. yah semoga temen-temen yang lain tidak mengalami penyakit mengantuk kayak saya, karena sungguh tidak mengenakkan hati dan menyengsarakan diri sendiri.
Continue Reading...

Sunday, May 10, 2009

Mata Pelajaran IPS Nasibmu...

saya kebetulan punya basic keilmuan ips alias sosial, kuliah s1 saya jurusan PPKn dan s2 saya penelitian dan evaluasi pendidikan. di smu saya mengajar PPKn sedangkan di kampus saya mengajar yang berhubungan dengan pendidikan dan kurikulum. untuk dikampus, saya merasa tidak ada masalah, karena di kampus semua mata kuliah dihargai sama dan tidak dibeda-bedakan satu sama lainnya.

saya merasa sedikit tidak sreg dengan sistem sekolah yang memetak-metakkan mata pelajaran ips dan ipa. bukan apa-apa, mata pelajaran yang di ujian nasionalkan tidak melibatkan semua mata pelajaran, hanya mata pelajaran tertentu saja yaitu:
untuk jurusan ipa; matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia, kimia, fisika, dan biologi.
untuk jurusan ips:
matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia, geografi, ekonomi, dan sosiologi.

seinget saya dan pasti semua juga tahu, bahwa mata pelajaran di sekolah ada banyak dan jumlahnya sekitar 13 mata pelajaran. masing-masing pelajaran ada gurunya dan masing-masing guru tersebut pasti kuliah dengan sungguh-sungguh pada jurusan itu. dan setahu saya lagi, ketika kuliah di universitas masing-masing guru tersebut pastinya kuliah dengan mati-matian tanpa dibeda-bedakan dengan jurusan ipa.

saya s1nya PPKn, ada teman saya yang s1nya matematika, setelah saya cek biaya kuliah jurusan PPKn (ips) dengan matematika (ipa) sama saja. bahkan kedua jurusan tersebut untuk kelulusan sama-sama menggunakan skripsi. dan ternyata lagi, dosen di jurusan sosial dan jurusan ipa sama-sama susah dan sama-sama punya birokrasi yang ketat.

jadi menurut saya kok tidak adil, ketika masuk di sekolah dasar, smp, dan sma anak-anak didik diajarkan seolah-olah hanya fokus pada mata pelajaran uan saja. sementara mata pelajaran ips hanya menjadi sampingan, keculai jika gurunya benar-benar tegas dan galak.

meskipun sebenarnya standar kelulusan itu ditentukan dari uan dan uas, tetapi klaim yang berkembang, ketika anak-anak murid lulus uan dia pasti akan lulus uas, jika tidak lulus uan pasti uaspun tetap diluluskan. belum pernah ada cerita, anak lulus uan tetapi uasnya tidak diluluskan. guru-guru ips menjadi sangat beban moral karena tertekan oleh birokrasi uan, yang akhirnya meluberkan idealismenya.

di kelas tiga pada semester kedua, anak-anak sudah tidak belajar mata pelajaran ips, mereka sudah sangat sibuk dengan mata pelajaran yang hanya akan di uankan. mata pelajaran yang hanya uas, akan dipelajari setelah uan selesai, itupun sering sudah tidak sempat lagi untuk belajar serius, karena anak-anak sudah kelelahan dan bosan menunggu hasil uan.

sekali lagi, menyangkut wacana ini, saya lebih senang jika uan dihapuskan sehingga anak-anak didik akan lebih bisa menghormati dan menghargai semua mata pelajaran di sekolah tanpa membeda-bedakan yang ips dan yang ipa. karena saya rasa sangat tidak adil dan sangat tidak bijaksana.
Continue Reading...

Film-Film Indonesia...

saya sedang berdiskusi dengan ibu ratna serumpait via facebook, kita sedang membicarakan tentang maraknya film horor di indonesia dan tidak lakunya film-film bagus (sosial masyarakat). menurut bu ratna, masyarakat kita sangat tergila-gila dengan film yang tidak begitu bermakna, sementara ketika ada fiml yang sifatnya kritik, tidak banyak orang yang tertarik untuk menonton, beliau bilang: "kasian amat ya".

sebenarnya, jauh hari saya sempat berfikir, kenapa industri perfilman kita sangat tidak adil dan sangat materialistik. kita tidak usah mungkir, bahwa banyak film-film 21 yang kurang bagus secara substansial tetapi masyarakat berbondong-bondong menyaksikannya. film-film tersebut rata-rata dibuat bukan untuk menyampaikan pesan moral, tetapi lebih pada pesanan masyarakat yang sifatnya hanya untuk hiburan semata-mata.

katakanlah sebagai contoh, hampir semua fil-film horor yang menurut saya tidak banyak memberikan pelajaran sangat marak dan sangat digandrungi oleh para masyarakat secara umum. bahkan mereka ketika menonton tidak sempat mempertanyakan tentang latar belakang cerita dalam film horor tersebut. mohon maaf saja ya, setahu saya dalam konsep agama (spesifik islam), orang yang sudah meninggal itu ya selesai kehidupan dunianya. dia sudah tidak berkomunikasi lagi dengan manusia yang masih hidup, apalagi sampai menjalin hubungan (cinta dan dendam).

rata-rata film horor kita, melambungkan hayalan yang secara teori adalah kesalahan. banyak film horor yang menceritakan tentang kehidupan orang mati setelah meninggal, bahwa orang mati masih bisa menjalin hubungan dan kerjasama dengan orang yang masih hidup.

jika kita telisik secara aqidah, saya takut bahwa orang yang tidak mengerti tentang teori kematian dalam konsep agama, akan membenarkan dan meyakini bahwa orang setelah mati masih bisa menjalin hubungan dengan manusia yang masih hidup. jiki sudah pada tahap meyakini, sama dengan memutlakkan dan akan menyebarkannya kepada orang lain.

lha saya jadi kepikiran aja, kasian aja jika akhirnya orang tidak takut mati bukan karena merasa banyak amal (pahala) tetapi lebih karena dia merasa bahwa orang-orang terdekatnya yang masih hidup, masih akan menolongnya jika menghadapi pertanyaan dari malaikat...??? tentu ini akan merepotkan dan merancukan konsep yang telah ada.

yang saya sebenarnya agak heran lagi, indonesia itu kan punya majelis ulama indonesia (mui), yang selama ini cukup gencar berperan dalam menyuarakan kasus-kasus yang dianggap tidak islami alias menyimpang. lha kenapa mui tidak protes dengan film-film horor yang menurut saya ada yang salah dari konsep ceritanya...??? saya kira itu jauh lebih penting dan lebih substansial untuk dikomentari.

untuk film-film yang bagus atau kritik sosial, menurut saya harus lebih sabar dan jangan putus asa. kita hanya harus sadar saja bahwa negara kita adalah negara indonesia, negara yang rakyatnya tidak mau atau enggan diajak berfikir yang berat-berat, apalagi sampai diminta menonton film yang isinya tentang kritik sosial, karena menonton bagi mereka bukan untuk pusing tetapi untuk bersenang-senang semata.
Continue Reading...

Syukuran Aisyah Sahabatku...

aisyah atau biasa saya panggil isyah keterima pns di tangerang, dia lulusan sarjana biologi dari unj. saat diterima, dia bercerita kepada saya dan temen2 primagama yang lainnya. waktu itu saya tanya apakah dia bahagia karena telah keterima pns...??? dia bilang dia sangat bahagia dan bersyukur, dan karena dia bahagia maka saya pun mengucapkan selamat kepada aisyah.

kenapa saya bertanya terlebih dahulu...??? karena ternyata, tidak semua orang berminat menjadi pns, termasuk saya. meskipun hampir rata2 orang tertarik menjadi pns. rata2 orang berfikir bahwa dengan menajadi pns, masa depannya akan dijamin dengan uang pensiunan. padahal bagi saya secara pribadi, makna pensiunan itu sangat luas dan umum. karena pensiun bagi saya tidak hanya mendapatkan pensiun dari pns, tetapi bisa digantikan dengan yang lainnya seperti investasi rumah, investasi usaha, atau asuransi diri.

sehingga sudah tidak layak ketika orang saat ini masih berfikir bahwa investasi jangka panjang hanya dari pensiunan pns. oke, disini saya tidak akan mengklaim orang yang memilih menjadi pns, karena bagaimanapun itu adalah hak pribadi mereka. karena kita tidak bisa menafikkan bahwa hampir orang tua diseluruh dunia, masih mewanti-wanti anaknya untuk menjadi pns. tentu, kita juga tidak bisa menyalahkan pola pikir orang tua juga.

kembali ke isyah, malam itu dia syukuran di steak obong bintaro, dia bermaksud bagi-bagi rejeki atas keberhasilannya menjadi seorang pns guru. isyah bahagia karena akhirnya bisa menjadi pns, jabatan yang diinginkan oleh banyak orang secara umum. isyah mengundang temen2 tentor primagama pondok aren dan alhamdulillah yang datang lumayan banyak.

yah meski tidak resmi acaranya, ada sepatah dua patah kata daria isyah sebagai pihak pengundang. tapi sepertinya para tentor yang datang asyik dengan makanan yang telah tersedia di meja makan. dan akhirnya isyah memutuskan untuk pamit lebih dulu, begini dialog saya dengan isyah:
isyah: mba, gw pulang dulu ya...
saya: lo mau kemana syah...???
isyah: gw gak tega ma alif mba...???
saya: nggak tega kenapa...??? mang alif lagi sakit...???
isyah: ya enggak sih, cuman jarang di bawa keluar malam2 mba...
saya: ah lo, alif aja dijadikan kambing hitam, orang dia juga tenang2 aj koq...
isyah: bukan kambing hitam mba, tapi karena gw sayang banget ma alif, jadi gw gak pengen alif kenapa2...
saya: yaudah sana kalau mau pulang duluan...
Continue Reading...

Monday, May 04, 2009

Rika Dan Siswandari....

saya sedang membahas materi sistem politik di indonesia di kelas 10. Saya mencoba transfer pengalaman saya ketika nyaleg kemaren, berharap murid-murid saya mengerti tentang realitas perpolitikan di indonesia yang sungguh luar biasa parahnya.

rata-rata murid saya merespon, meski respon mereka bermacam-macam, dari yang cuek, biasa-biasa saja, sampai yang sangat peduli dengan kondisi perpolitikan di indonesia.

ditengah saya berdiskusi dengan anak-anak, ada dua orang murid saya yang lumayan merespon materi yang sedang saya sampaikan, begini dialog saya dengan mereka:

rika: ibu, wajib belajar kan gratis ya...??? tapi sayang ya, cuma untuk sekolah dasar dan smp yang negeri, swasta tetap aja mahal...??? gimana tu kebijakan pejabat kita...???

saya: iya dek, yang gratis baru negeri, yang swasta tetap aja mahal banget, ada masukan gak...???

rika: menurut saya bu, karena yang negeri gratis, harusnya yang gratis itu dikhususkan aja untuk orang-orang yang miskin, orang-orang kaya jangan diperbolehkan sekolah di negeri, tapi karena mereka punya uang, mereka wajib menyekolahkan anaknya di sekolah swasta...

saya: keren juga tu ide, emang yang sekolah di negeri orang-orang kaya semua ya...???

rika: enggak semua bu, tapi rata-rata orang kaya ngejar ke sekolah negeri karena alasan prestise...

saya: oya ya, kok saya baru kepikiran ya, maksudnya saya baru sadar kalau orang-orang kaya ngejar sekolah negeri...???

rika: kan kasian orang-orang yang gak punya uang bu, masa mau sekolah aja gak bisa gara-gara sekolah negeri udah penuh ma orang kaya, eh adanya sekolah swasta, dan sekolah swasta bayar...

saya: enaknya gimana coba...??? jadi pusing ne mikirin kondisi indoensia...

wanda: kayaknya enggak ada bagus-bagusnya ya bu... atau memang ada yang salah ya bu...???

saya: menurut kamu salah siapa...???

wanda: tapi kita kan juga gak bisa nyalahin pemerintah aja bu...??? kita sebagai warga negara juga ikut salah kan bu...???

saya: iyalah, masa pemerintah aja yang kita salahkan...???

wanda: jadi pusing ni bu, mikirin masalah indonesia gak habis-habis, udah gitu kita gak bisa ngapa-ngapain lagi...???

saya: iya ya, jadi pusing juga dech, sedih juga karena belum bisa ngasih apa-apa buat indonesia...

wanda: smile aja bu...

saya: hehehehehe...

ternyata murid-murid saya sangat luar biasa ya, diusianya yang masih sangat muda, mereka sudah sangat peduli dengan kondisi indonesia yang carut-marut, saya yakin, merekalah generasi-generasi muda yang akan menggantikan yang tua-tua...
Continue Reading...

Saturday, May 02, 2009

Manohara Sang Puteri...

belakangan ini, berita infotainment sedang digegerkan oleh kasusnya manohara, gadis indonesia berusia belia yang telah dinikahkan oleh orang tuanya dengan seorang anak raja di negara bagian malaysia. usia manohara saat dinikahkan yaitu 16,5 tahun, usia yang menurut undang-undang pernikahan belum saatnya untuk menikah. tetapi kita semua tidak tahu, kenapa pernikahan itu bisa terjadi...??? atau karena yang menikahi adalah orang kaya yang mempunyai gelar ningrat...???

ada hal yang sangat menohok hati saya sebagai perempuan, saya tidak akan mengurusi motif ibunda manohara, tetapi saya lebih tertarik pada dunia kerajaan yang secara teori sangat religius tradisional (agamis yang tekstual). apalagi malaysia adalah negara islam yang sangat memegang teguh aturan-aturan islam dengan tekstual.

ibunda manohara hanya ingin dipertemukan dengan anaknya, dan dia tidak menuntut apa-apa dari keluarga besan kecuali hanya dianggap sebagai manusia dengan dilibatkan pemantauan terhadap anak tercintanya. ternyata, pihak besan mungkin berbeda persepsi dengan keluarga manohara. selain karena birokrasi kerajaan yang pastinya sangat protokoler, indonesia dan malaysia adalah negara yang berbeda tentunya dengan aturan-aturan yang berbeda pula.

meskipun menurut saya pribadi, persoalan sesungguhnya adalah adanya anggapan dari keluarga kerajaan dan suami manohara, bahwa perempuan setelah menikah menjadi hak suami dan keluarga dari pihak suami. ditambah dengan sistem aturan kerajaan yang pastinya sangat ketat dan cenderung menempatkan orang pada posisi yang lebih tinggi dari masyarakat umum.

saya tidak menyalahkan aturan kerajaan, meskipun saya juga tidak sepakat dengan aturan-aturan yang cenderung mendiskriminasi perempuan dalam kancah sosio masyarakat. yang menjadi salah adalah, kenapa ibunda manohara tidak menyelidiki dulu bagaimana kondisi dan resiko-resiko apa yang akan diterima anaknya, jika menikah dengan keluarga kerajaan yang memegang aturan-aturan islam...???

kalau sudah seperti ini, mau tidak mau kan harus melibatkan dua negara, yang sangat ditakutkan jika berimbas pada hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara tersebut. bukan tidak peduli dengan nasib wni yang memang sedang dalam masalah, tetapi saya pikir pihak keluarga manohara juga harus bijaksana dan tidak bisa juga egois memaksa pemerintah untuk terlibat. kecuali manohara terbukti secara riil telah diperlakukan secara sadis dan psikis. sekali lagi bukan menunggu hingga terluka atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi sepertinya kita semua harus melihat akar masalahnya secara detail dan hati-hati.

apapun alasannya, saya adalah orang yang tidak pernah sepakat dengan penindasan terhadap kaum perempuan, apalagi atas nama agama yang mengatakan bahwa: perempuan itu haknya suami, sehingga ketika perempuan telah menikah, dia harus selalu patuh dan tunduk kepada suaminya.

bagi saya tidak demikian, suami dan istri adalah patner yang harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain. suami harus mengerti istrinya, dan istri juga harus mengerti suaminya. suami tidak punya hak mengekang istrinya dalah hal apapun, istri juga demikian. sehingga rumah tangga dalah hayalan saya adalah rumah tangga yang antara istri dan suaminya tidak saling menyalahkan dan tidak saling mengklaim posisi berdasarkan jenis kelaminnya.

pekerjaan domestik adalah pekerjaan yang bisa dikerjakan bersama-sama, mengurus anak juga bisa dikerjakan bersama-sama, sehingga mencari nafkahpun bisa dilakukan keduanya. karena pelarangan kerja dari suami ke istri akan berdampak tidak bagus untuk psikologis sang istri yang merasa bahwa pendidikannya tidak dihargai lagi.

sehingga bagi saya, kita tidak perlu kaget ketika melihat seorang suami tengah mencuci baju istri dan anak-anaknya, atau melihat seorang suami sedang memasak untuk keluarga tercintanya. karena bagi saya, mengerjakan pekerjaan domestik bagi laki-laki atau suami bukan perbuatan dosa dan bukan perbuatan keji dan mungkar.

dalam kasus manohara, ibunda manohara harus menyadari terlebih dahulu, bahwa dirinya juga turut melakukan kesalahan karena telah menikahkan anaknya yang masih sangat belia. pihak kerajaan juga salah karena tidak menanggapi pertanyaan dari ibunda manohara, padahal bagaimanapun ibundanya punya hak untuk mengerti keadaan anak kandungnya.

semoga manohara tidak apa-apa, dan semoga manohara tidak diperlakukan seperti putri-putri kerajaan arab saudi yang meskipun memiliki harta melimpah, mereka merasa sangat terkungkung dan terpasung oleh dunia laki-laki. seperti yang diceritakan oleh sultana dalam ketiga bukunya, dia mengisahkan tentang nasib-nasib perempuan saudi yang sama sekali tidak dihargai layaknya manusia. perempuan saudi hidup dalam ketiak laki-laki, bahkan perempuan saudi seolah-olah tidak mempunyai hak sama sekali untuk menentukan nasibnya.

sangat menyedihkan dan memprihatinkan, apalagi jika pembenaran itu atas nama salah satu agama, agama yang dianggap suci oleh para pemeluknya.

Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog