Saturday, May 02, 2009

Film Yang Tidak Sengaja Aku Tonton...

semalam saya menonton film di stasiun tv swasta, disana diceritakan ada seorang laki-laki sebut saja namanya dino, dia akan dinikahkan dengan seorang perempuan yang bernama lastri. dino menikahi lastri bukan karena cinta, tetapi karena perjodohan kedua orang tua mereka. karena ternyata, orang tua dino mempunyai hutang kepada orang tua lastri.

seminggu sebelum menikah, teman dino yang bernama riki memberi masukan kepada dino agar sebelum menikah berlatih dahulu tentang seks, karena memang si dino agak gagap dengan seks. alhasil, riki membawa pelacur yang sangat cantik yang disewa selama tiga hari untuk dino, nama pelacur tersebut adalah santi.

dan selama tiga hari, santi menemani dino berfantasi seksual. dan tidak disangka dan tidak diduga, mereka jatuh cinta. tetapi karena lastri tahu, santi merasa tidak enak dan mencoba menjauhi dino. tetapi ternyata dino tidak bisa melupakan santi dan terus merengek untuk mendapatkan cinta dari santi.

karena cinta, akhirnya santi menerima cinta dino dengan segala resiko yang harus ditanggungnya. alhamdulillahnya, lastri bisa mengerti, dan ternyata lastri malah jatuh cinta sama riki yang tidak lain adalah teman dino. walhasil, akhirnya lastri memutuskan menikah dengan riki, dan dino berbahagia dengan santi.

sepele sih, tapi satu hal yang saya ambil hikmahnya: bahwa cinta itu memang sangat luar biasa, cinta sama sekali tidak bisa diprediksi dan klaim, cinta bisa muncul kapan saja, dan cinta bisa membuat orang tidak logis sama sekali. cinta sering berjalan dengan maknanya sendiri, bahkan kadang cinta bisa bikin orang tertawa sekaligus menangis pada hari yang sama. cinta juga bisa muncul dalam kebohongan atau dalam kondisi yang serba tidak ideal. begitulah cinta, sampai akhirnya saya kehabisan kata-kata lagi untuk menggambarkan makna cinta.

Continue Reading...

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2009...

hari ini hari pendidikan nasional, yaitu hari dimana kita harus merayakan atas keberhasilan yang telah dicapai oleh dunia pendidikan di indonesia. keberhasilan yang mana ne...??? ketika ada banyak realitas memiriskan tentang dunia pendidikan di indonesia seperti:

1. sekolah makin mahal

2. kuliah apa lagi, sangat-sangat mahal

3. sekolah pada rusak

4. gaji guru swasta segitu-gitu aja

5. anggaran pendidikan 20% belum tercapai dengan sempurna

6. kualitas guru menurun

7. kenakalan remaja menjadi-jadi

jadi, hari pendidikan ini buat siapa...??? yang pasti jawabannya bukan buat rakyat kecil, yang ada juga buat pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan buat orang-orang kaya yang memang tidak bermasalah dengan keuangan sehingga mau sekolah dan kuliah dimanapun tidak ada masalah sedikitpun.

tadi pagi, saya sms mahasiswa saya yang kebetulan seorang guru, kemudian dari sms saya tersebut, dia berdiskusi dengan saya.

saya: "mas aris, sedih banget ya jadi guru di indonesia, banyak tuntutan tetapi gajinya tidak seberapa."

aris: "bener banget bu, pemerintah mensistemkan pendidikan terlalu materialistik, guru-guru menjadi salah motivasi, dan orang tua tidak mampu menjadi figur bagi anak-anaknya."

saya: "sebenarnya kita sih ikhlas jadi guru, tapi kalau untuk makan saja kita masih harus ngutang, gimana coba...???"

aris: "saya 12 tahun jadi guru, selalu pura-pura untuk tidak tahu berapa imbalan yang saya terima sebagai seorang guru."

kemaren, saya ketemu dengan anak muda yang baru lulus sma, yang pekerjaannya sebagai penjaga warnet. dia cerita ke saya, begini dialog saya dengan dia:

anak muda: "mbak, saya pengen banget bisa kuliah s1 jurusan IT."

saya: "bagus dek, ayo saya dukung, mau ambil dimana...???"

anak muda: "di universitas A, tapi gak sanggup kayaknya mbak...???"

saya: " emang kenapa dek...???"

anak muda: "uang masuknya rp. 9.000.000, per semester rp. 2.600.000 belum termasuk sks, sementara per sksnya rp. 75.000."

saya: "gila mahal amat...???, yaudah ambil yang d3 aja dek, gak usah di universitas itu, ambil di akademi aja atau sekolah tinggi."

anak muda: "pengennya di universitas itu mbak, kan keren dan bagus lagi kualitasnya, tapi ya mau gimana lagi mbak...???"

saya: "tetap semangat ya dek, hidup ini penuh perjuangan, dan yakinlah jika kita semangat, kita pasti akan berhasil."

mungkin cerita-cerita seperti di atas tidak sedikit, tapi mungkin sangat banyak sekali, dan idealnya itu tidak terjadi di negara indonesia yang katanya sangat kaya dan makmur tanahnya. tetapi nyatanya, kenyataan tersebut benar-benar ada, dan sampai sekarang tidak pernah ada solusinya.

sedih melihat dunia pendidikan di indonesia, belum lagi kasus perubahan kurikulum yang seolah-olah syarat dengan kepentingan. guru-guru belum paham dengan kbk sudah diganti dengan ktsp, bahkan terakhir akan diganti lagi dengan skm. seolah-olah, kurikulum hanya menjadi uji coba proyek saja, padahal jika bicara kurikulum kita tidak akan lepas dari guru dan murid sebagai penggerak kebijakan.

harusnya yang berhak memberi masukan tentang kurikulum yang layak adalah guru dan murid, karena mereka benar-benar terjun secara langsung, sehingga pasti akan lebih paham dan mumpuni. tetapi kenyataannya, guru-guru dan murid hanya menjadi objek kebijakan pemerintah yang bias dan cenderung merugikan guru dan murid.

selamat hari pendidikan nasional bagi yang merasa bisa merayakannya, sedangkan bagi teman-teman saya yang belum bisa sekolah karena alasan dana, tiada kata lain selain sabar, meski kata sabar sendiri menurut saya adalah kata-kata kepasrahan tanpa usaha maksimal.

termasuk untuk diri saya sendiri, yang begitu ingin bisa s3, tetapi maju mundur dengan alasan tidak punya biaya untuk s3. coba kalau s3 sppnya per semester rp. 2000.000, mungkin saya masih sanggup untuk menjalaninya, meskipun harus hutang kesana kemari. tetapi kalau spp per semesternya rp 10.000.000, dari mana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu...??? belum lagi untuk uang masuk atau uang gedungnya. gaji saya saja jika dikumpulkan selama satu semester tidak akan sebanyak itu. kasian banget ya jadi orang yang tidak kaya.

Continue Reading...

Hari Buruh...

tidak bisa banyak komentar ne, takut mubadzir aja, soale paling-paling juga gak didengerin kok. eh maap, kok jadi pesimis banget ya...??? buruh tu siapa sih...??? bagi saya, buruh itu bukan hanya pekerja pabrik saja, orang-orang kantoran yang memakai dasipun, jika masih menggunakan kontrak kerja dan gajinya tidak sesuai dengan kebutuhan hidup saat ini, dia juga buruh.

saya guru, dan banyak teman-teman guru lainnya, masih banyak guru-guru yang gajinya enggak seberapa alias tidak sesuai dengan jerih payahnya saat kuliah yang menghabiskan banyak uang. bahkan tidak sedikit kasus  nyata seperti: gaji guru dan gaji buruh sama bahkan bisa lebih besar gaji buruhnya.

jadi, hari buruh itu untuk apa dan untuk siapa...??? masih banyak aturan-aturan buruh yang bias seperti:

1. sistem kontrak bagi karyawan baru

2. gaji minimum masih sangat kurang

3. buruh perempuan tidak mendapatkan cuti haid, hamil, dan melahirkan

4. tidak mendapat tunjangan-tunjangan

5. kerja keras tanpa mengenal lelah

6. tidak mendapatkan transportasi dan uang makan

7. pembedaan antara buruh laki-laki dan perempuan

tiap tahun ada hari buruh, dan tiap tahun pula mereka berdemo kepanasan, kelaparan, dan kehausan. satu hal yang mereka inginkan, yaitu perubahan atas nasib hidupnya demi keluarganya yang sangat dicintainya.

sepertinya tidak perlu kita pertanyakan tentang sikap pemerintah, dari hari ke hari bahkan dari bulan ke bulan sampai dari tahun ke tahun, sikap pemerintah ya begitu-begitu saja. kalaupun ada perubahan tidak terlalu signifikan dan progresif.

masyarakat miskin seperti kita, dipaksa untuk selalu mengerti kebijakan-kebijakan pemerintah yang bahkan kita sendiripun tidak mengerti maksud dari kebijakan tersebut. ketika disalahkan, mereka balik menyalahkan kita, mereka menuduh kita sebagai masyarakat yang kurang aktif dan partisipatif dalam membangun bangsa. lha, gimana mau membangun bangsa...??? membangun hidup sendiri aja masih kelimpungan dan kerepotan...???

Continue Reading...

Jamilah Dan Sang Presiden...

jamilah dan sang presiden adalah sebuah film yang mengungkap tentang kasus perdagangan anak-anak untuk dilacurkan. jamilah adalah seorang perempuan dari keluarga miskin yang dijual oleh bapaknya untuk dijadikan pelacur. setelah dewasa, jamilah terjerembab dalam dunia pelacuran, dan karena pahitnya dunia tersebut, jamilah memutuskan menjadi aktivis lsm yang bergerak dibidang perdagangan anak dan pelacuran anak-anak di bawah umur.

suatu ketika, jamilah terjebak cinta dengan seorang pejabat, dan ternyata pejabat tersebut meninggalkan jamilah dalam keadaan hamil, dan kemudia menikah dengan wanita lain. karena tidak terima, jamilah akhirnya membunuh si pejabat tersebut secara tidak sengaja. dan akhirnya karena kasus tersebut, jamilah dijebloskan ke penjara dan mendapatkan hukuman mati. grasi yang diajukan kepada presiden tidak mendapat tanggapan sama sekali.

ada beberapa realitas dalam film tersebut, yaitu;

1. perdagangan anak karena alasan kemiskinan

2. pelacuran anak-anak

3. kerasnya dunia lapas

4. diskriminasi terhadap pelacur

5. pejabat menganggap orang miskin sebagai sampah yang bisa dibeli

6. perempuan yang selalu tertindas

7. presiden sering tidak peduli denan kondisi masyarakat miskin

dari beberapa realitas di atas, kita hendaknya bisa melihat dengan mata kepala sadar, bahwa di negara indonesia tercinta yang katanya sudah reformasi, masih banyak penindasan-penindasan yang dilakukan oleh para pembuat kebijakan dan sistem yang sudah mendogma secara sistematis.

mungkin kita bisa iba, meski kita tidak mampu melakukan sesuatu secara nyata, tetapi pertanyaannya, cukupkah hanya dengan iba...??? pelacuran, perdagangan anak, pelecehan terhadap perempuan, kekerasan terhadap perempuan, penindasan, tidak bisa diselesaikan hanya dengan rasa iba, tetapi perlu tindakan kongkrit dan strategis.

kita tidak bisa memicingkan mata atas realitas yang diceritakan dalam film tersebut, karena film tersebut bukan bohongan atau sesuatu yang dipaksakan ada, tetapi merupakan gambaran nyata yang terjadi dalam realitas masyarakat indonesia yang sebagian penduduknya masih berstatus miskin.

perempuan selalu menjadi korban penindasan, bahkan korban kepentingan sistem yang diciptakan oleh kaum laki-laki sebagai pembuat kebijakan. bahkan tidak banyak kaum perempuan sendiri, yang rela hati membela sesama kaum perempuan yang sedang tertindas. tidak sedikit kaum perempuan yang menghujat para pelacur perempuan, padahal banyak juga pelacur yang jenis kelaminnya laki-laki.

bahkan perdagangan anak perempuan untuk dijadikan pelacur seolah-olah sesuatu yang wajar, karena ada anggapan yang mengatakan bahwa memang perempuanlah yang bisa dijual, karena perempuan punya keperawanan yang harganya bisa sangat mahal.

ada juga yang beranggapan bahwa selain punya keperawanan, perempuan memang layak dijual karena alasan kegunaannya yang minimal dibandingkan kaum laki-laki. sungguh sangat ironis, jika masih ada orang yang menganggap bahwa perempuan tidak punya peran dalam dunia ini. karena bagi saya pribadi, dunia ini bisa maju dan tetap eksis atas partisipasi laki-laki dan perempuan.

Continue Reading...

Tentang Seorang Teman...

Saya punya seorang teman asalnya dari bandung. Hidupnya sangat sederhana dan biasa-biasa saja. Dia tidak punya cita-cita yang muluk-muluk alias pengen yang biasa-biasa saja yang penting bisa makan dan bertahan.

Bukan tidak pengen berhasil, tetapi hidup harus dijalani dengan enjoy dan apa adanya. Prinsipnya yaitu: tiap hari harus selalu bahagia dan tersenyum. Sehingga jika saya lihat dia, hampir tiap saat senyumnya selalu merekah tanpa kepentingan apapun.

Selain senyum, dia juga selalu mencoba ramah dengan semua orang yang menyapanya, bahkan saking ramahnya, dia sering senyum dengan orang-orang yang bahkan tidak meliriknya sama sekali. Tapi dia tidak peduli, baginya senyum kepada orang lain tidak harus terbalas, karena yang penting baginya adalah dirinya telah memberikan senyum kepada orang lain.

Dalam masalah cinta, dia mencoba untuk menunggu cinta yang tulus, bukan mencari cinta sampai malakukan apapun untuk cinta tersebut. Cinta baginya memang kebutuhan, tetapi bukan berarti harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cinta tersebut.

Saking baiknya tersebut, dia sering kecewa dengan pacar-pacarnya, dari yang ditinggal pulang kampung, ditinggal menikah duluan, sampai yang diputusin tanpa sebab yang jelas. Dia sebenarnya sakit hati, tetapi dia tidak pernah merencanakan pembalasan atau dendam kepada mantan-mantannya. Karena bagi dia, hak orang untuk tidak mencintainya lagi, karena cinta tidak boleh dipaksakan, meski bercinta juga tidak boleh main-main.

Temanku itu baik, suka senyum, suka membantu, ramah, dan tidak pernah marah. Wajahnya asri dan teduh hampir tanpa masalah. Sikapnya seperti anak yang belum terlalu dewasa tetapi bisa mengayomi hati. Gayanya agak sedikit liberal secara fisik tetapi ternyata hatinya sangat baik.

Baginya lagi, hidup adalah hidup, dan hidup tidak boleh berhenti, tetapi dalam menjalani hidup, hendaknya harus selalu dengan bahagia dan selalu tersenyum.

Continue Reading...

Cerita Dari Anak SMA...

Suatu hari saat jalan sama murid saya sebut saja namanya dini, dia bercerita tentang pengalamannya morotin bapak-bapak yang telah beristri. Ceritanya, dini sedang pergi dengan temanya yang bernama dita, mereka hendak membeli sendal dan sepatu di pasar baru senen. Nah si dita tersebut ditelephone sama bapak-bapak yang naksir berat sama dirinya, si bapak tersebut ngajak ketemuan. Awalnya dita menolak karena alasan takut, tapi setelah dibujuk oleh di dini, dita akhirnya bersedia mengundang bapak tersebut ke pasar baru.

Bapak yang telah beristri tersebut bernama budiman, dia ngebet banget pengen ngajak dita menikah, dita menolak karena alasan tidak suka dan karena alasan bapak budiman telah mempunyai istri dan anak. Bagaimanapun dita perempuan, sehingga dirinya tidak tega menyakiti perempuan lain, apalagi bapak tersebut telah mempunyai dua orang anak.

Dini memberitahukan niatnya kepada dita, dia bermaksud morotin si bapak, yah minimal diajak makan dan bisa membelikan sepatu dan sendal. Awalnya dita tidak setuju karena tidak enak, tetapi setelah dibujuk oleh dini, dita menjadi setuju dan enjoy aja. Beberapa jam kemudian, si bapak datang dan benar, dia langsung mentraktir dini dan dita ke makanan siap saji.

Setelah makan, dini bilang bahwa dia pengen beli sendal tapi tidak punya uang, dini bilang bahwa dirinya pengen membeli sendal yang sama dengan dita, harganya rp. 150.000 jadi jika beli dua pasang semua jadi rp. 300.000. Si bapak senyum-senyum dan beralasan tidak punya uang, dia bilang hanya sanggup membelikan satu pasang saja. Dan itupun akan diberikan kepada dita, perempuan muda yang digandrunginya. Karena tidak enak denan dini, dita menolak menerima tawaran si bapak, akhirnya keduanya memilih tidak membeli sendal maupun sepatu.

Akhirnya mereka berdua pamit untuk pulang duluan, dan saat berpisah, si bapak memberikan uang rp. 50.000 kepada dita. Karena tidak enak sama dini, uang itu diberikan kepada dini. Kata bapak tersebut, uang itu untuk beli bensin motornya dita. Sepulang dari pasar baru, dini ngomel-ngomel dan bilang bahwa dia nyesel, dia nyesel karena ternyata dia salah morotin bapak-bapak. Dini mengira, bapak-bapak tersebut kaya, tetapi ternyata tidak punya uang.

Continue Reading...

Friday, May 01, 2009

Kadang Cinta Tak Pandang Usia...

Fenomena artis perempuan yang menikah atau pacaran dengan anak muda atau lebih tepatnya yang usianya jauh di bawahnya sudah bukan hal aneh lagi. Dan saya kira hal ini tidak hanya terjadi pada dunia artis, akan tetapi pada realitas masyarakat pada umumnya juga pasti terjadi. Menurut saya, sudah sangat wajar dan manusiawi jika orang menyukai orang yang usianya lebih muda dari dirinya, tidak peduli laki-laki atau perempuan. Laki-laki pasti suka dengan perempuan yang lebih muda, begitu juga dengan perempuan pasti suka dengan laki-laki yang lebih muda dari dirinya. Dan menurut saya tidak masalah dan sah-sah saja. Hanya sayangnya, budaya patriarkhi di indonesia seolah menganggap bahwa laki-laki layak dengan perempuan yang lebih muda, sedangkan perempuan pantasnya hanya dengan laki-laki yang lebih tua darinya. Itu semua tidak lepas dari anggapan tentang bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, sehingga laki-laki seakan-akan harus lebih dari istrinya baik secara usia maupun secara kecerdasannya. Padahal kalau kita mau objektif memandang kata cinta, menurut saya cinta itu tidak memandang usia, harta, pendidikan, agama, bahkan latar budaya yang dibawanya. Sehingga sah-sah saja ketika perempuan yang berusia 40tahun menikah atau pacaran dengan laki-laki yang berusia 22tahun. Yang penting mereka saling mencintai dan menyayangi dengan tulus ikhlas.

Laki-laki bebas mencintai perempuan yang usianya berapapun, sedangkan perempuan juga bebas mencintai laki-laki yang usianya berapapapun. Karena jika kata cinta dibenturkan dengan usia, maka yang ada adalah bahwa cinta itu sangat objektif dan seolah-olah sangat kaku. Sementara cinta itu bagi saya sangat personal dan menyangkut perasaan dua orang, sehingga orang lain tidak punya hak mendogma tentang cinta kepada orang lain.

Saya punya cerita ketika saya mengajar di smu swasta di tangerang, ada seorang guru laki-laki yang pacaran dengan muridnya, dan hampir semua civitas academika merestui bahkan mendukung mereka berdua untuk melanjutkan hubungan tersebut agar supaya sampai pernikahan. Nah, ketika ada seorang guru perempuan yang pacaran dengan muridnya, tiba-tiba semua civitas academika gempar tidak setuju dan memfitnah sang guru perempuan, kata orang-orang sang guru perempuan tersebut terlalu memaksakan diri dan keganjenan.

Saya berfikir, apa bedanya kasus guru laki-laki dan perempuan di atas...??? Menurut saya, kalau guru laki-laki di dukung, seharusnya guru perempuan juga di dukung dunk...??? Kan yang penting masih sama-sama lajang dan tidak terikat dengan orang lain. Berikut debat saya dengan salah satu guru yang tidak setuju dengan hubungan guru perempuan di atas dengan muridnya:

Saya: Ibu eki kenapa tidak setuju dengan hubungan bu dina dengan riko...???

Ibu eki: Karena usia bu dina lebih tua hampir 10 tahun dari riko...

Saya: Lho terus, kenapa ibu setuju dengan bapak ali dan riri...??? Kan usia mereka juga terpaut hampir 10 tahun juga...???

Ibu eki: Sebagai guru sosiologi, saya sadar dengan kenyataan yang mengatakan bahwa; perempuan tidak pantas menikah dengan laki-laki yang usianya lebih muda darinya... Yang ada juga laki-laki yang lebih tua dari sang perempuan...

Saya: Alasan ibu gak logis... Kalau guru laki-laki dibolehkan menikah dengan murid perempuannya, berarti sebaliknya dunk...???

Ibu eki: Saya tetap tidak setuju, karena bagaimanapun laki-laki adalah pemimpin dan laki-laki harus lebih pinter dari perempuannya...

Saya: Sangat tidak masuk akal bu, menurut saya cinta itu tidak pandang usia bu, laki-laki dan perempuan punya hak yang sama untuk menentukan siapa pasangannya kelak, tidak peduli usia, status kekayaan, suku, bahkan agamanya apa...??? Dan menurut saya lagi, ibu dan guru-guru yang lain tidak punya hak menghakimi bu dina dan riko, karena mereka benar-benar saling mencintai, yang penting bu dina tetap objektif terhadap murid-murid yang lainnya...

Ibu eki: Terserah ibu, kalau saya sih orang yang sepakat dengan aturan yang ada, bahwa perempuan pantasnya menikah dengan laki-laki yang lebih tua dari dirinya...

Saya heran saja sama masyarakat kita, kita sering mengklaim orang tapi tanpa dasar logika yang jelas. Kita sering sepakat dengan aturan yang ada, tanpa berani mempertanyakan aturan tersebut, apakah aturan tersebut masih layak untuk ditaati atau jangan-jangan aturan tersebut sudah kadaluarsa...???
Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog