Tuesday, March 10, 2009

Kadang Kita Lupa, Bahwa Kita Mengklaim Orang...

saya punya beberapa cerita yang berkaitan dengan klaim atau dogma, sesuatu yang mungkin sering kita lakukan kepada orang lain, namun kita tidak sadar bahwa di balik klaim atau dogma tersebut tersimpan buruk sangka kita terhadap orang lain. berikut cerita-cerita yang akan saya sajikan, semoga bermanfaat untuk saya pribadi dan juga untuk orang banyak.

cerita I:
ada seorang murid sma swasta, sebut saja namanya awal. awal adalah anak kelas 11 ips yang tidak banyak neko-neko baik dengan teman-temannya maupun dengan guru-guru di sekolahnya. saking tidak neko-nekonya, tidak banyak guru yang kenal dengan awal, bahkan ada beberapa guru yang bilang bahwa awal anak yang sangat biasa-biasa saja dan hampir tidak punya kelebihan yang bisa dibanggakan.

suatu ketika, ada guru baru yang mencoba untuk tidak akan mengklaim siswa, bahkan untuk tujuan itu, guru tersebut tidak pernah menanyakan siswa terpandai dan terbodoh di setiap kelas, tujuannya hanya satu: agar dirinya tetap adil kepada semua siswa.

suatu ketika, guru baru tersebut harus mendampingi murid-muridnya yang ikut marawis untuk tampil di suatu acara nasional, dan ternyata awal termasuk murid yang tergabung dalam kelompok marawis sekolah. disitu sang guru mencoba mengamati semua murid-muridnya yang tampil begitu sempurna, termasuk juga awal, murid pendiam yang dianggap sangat biasa-biasa saja.

setelah acara tersebut, awal mulai dekat dengan sang guru. awal mulai bercerita tentang hobynya di luar sekolah. awal juga mulai percaya pada sang guru tentang masalah-masalah dirinya dan keluarganya. ternyata, seorang awal murid yang pendiam dan dianggap biasa-biasa saja mempunyai banyak bakat dan kelebihan diantaranya: futsal, marawis, sepak bola, band, dan taekwondo. bahkan awal termasuk anak yang baik dan tidak pernah membantah perintah orang tua. awal juga tipe laki-laki yang begitu setia dengan pacarnya. dia juga sangat setia kawan terhadap teman-temannya.

tidak ada yang mengira bahwa awal adalah anak baik yang mempunyai segudang kemampuan. kemampuan yang merupakan bakat terpendam yang dimilikinya. memang, awal bukan anak yang cerdas yang mempunyai nilai bagus. tetapi tetap saja, kita tidak punya hak mengklaim awal sebagai anak yang bodoh. karena potensi yang dimiliki awal di luar pelajaran, adalah potensi bakat yang harus dihargai dan di dukung, supaya kelak akan memberikan prestasi bagi dirinya dan keluarganya. bahkan tidak menutup kemungkinan, awal akan turut serta mengharumkan nama bangsa indonesia lewat bakatnya.

cerita II:
ada seorang anak smp dengan pakaian tidak rapi bahkwan mukanya sangat muram menyiratkan banyak persoalan yang dideritanya. bajunya dikeluarkan sembarangan, celananya cingkrang, rambutnya di semir merah setengah, memakai gelang dan cincin, juga memakai kalung, dan dia juga sedang memegang rokok yang sedang dinikmatinya.

pemandangan yang sangat memilukan dan pasti orang secara umum akan berfikir bahwa anak tersebut adalah anak nakal yang kurang dididik oleh orang tuanya. bahkan orang secara umum juga akan mengatakan bahwa anak tersebut adalah anak bandel dan badung, dan bahkan kemungkinan tidak punya perasaan baik sedikitpun.

si anak sedang nongkrong ditikungan jalan raya, saat tiba-tiba ada seorang ibu-ibu usia 50th sedang mengendarai motor dengan barang bawaan yang begitu banyak, sehingga si ibu hampir-hampir tidak kelihatan karena tertutup oleh barang-barang yang dibawanya. tiba-tiba, si ibu terjatuh dengan motornya, barang-barangnyapun jatuh berantakan, si ibupun jatuh ke aspal dan kesulitan untuk bangkit.

kira-kira akankah si anak smp tersebut menolong? sangat tidak disangka, anak tersebut bangkit dan membuang rokoknya yang masih panjang, dia langsung menolong si ibu untuk berdiri, dia juga langsung mengangkat barang-barang yang jatuh ke aspal, dan dia juga meminggirkan motor ke trotoar jalan. anehnya lagi, orang-orang di sekitarnya tidak ada satupun yang menolong, kecuali si anak smp tersebut, anak yang dari dandanannya orang langsung mengklaim bahwa dia adalah anak nakal dan badung. ternyata sangat tidak kita nyana, bahwa anak tersebut berhati malaikat dan berkarakter emas.

cerita III:
ada seorang guru baru yang agak pendiam dan memang tidak suka mencampuri urusan orang lain, sehingga guru tersebut terlihat kurang akrab dengan guru-guru lainnya. tetapi guru tersebut berprinsip, bahwa dirinya akan tetap menjaga mulutnya agar tidak membicarakan kejelekan orang lain, seperti apapun kondisinya.

suatu ketika, dia diberitahu sama salah satu temannya, bahwa kemaren-kemaren dirinya digunjingkan oleh salah satu guru lama. karena tidak mendengar langsung, guru baru tersebut tidak ambil pusing dan tetap mecoba untuk tidak berburuk sangka dan mencoba untuk tidak membenci siapapun, termasuk guru yang menggunjingkannya.

keesokan harinya, guru yang menggunjingkan guru baru tersebut datang menemui guru baru tersebut dan bermaksud meminjam uang untuk keperluan mendesak. dengan lapang hati guru baru tersebut meminjami guru tersebut uang yang diperlukannya. dia tetap mencoba untuk selalu berbaik sangka dan selalu berusaha semaksimal mungkin membantu teman yang memang membutuhkan dirinya. tentunya tidak memaksakan diri, tetapi sesuai dengan kemampuannya.

cerita IV:
sutau ketika ada security sekolah yang menyukai seorang guru, awalnya guru tersebut enjoy dan tidak ada masalah dengan security tersebut, karena dirinya berfikir bahwa security tersebut tidak mungkin suka dengan dirinya.

suatu ketika sang guru tersebut tahu, bahwa ternyata security tersebut menyukainya meski security tersebut tidak berani mengungkapkan secara langsung. karena sudah tahu, tiba-tiba guru tersebut menjadi tidak objektif dan cenderung menjauhi sang security tersebut. dia merasa bahwa sikap dan perasaan sang security terlalu berlebihan, sehingga dirinya lebih baik memilih menjauh, dari pada tidak bisa bersikap baik di depan security tersebut.
Continue Reading...

Saturday, March 07, 2009

Masih Tentang Cinta...

sampai sekarang, saya tidak pernah tahu definisi tentang cinta. bahkan saya juga tidak begitu paham tentang makna cinta. benarkah ada cinta yang sejati? atau juga benarkah ada cinta yang buta? atau benarkah juga ada cinta yang sehidup dan semati? sepertinya terlalu berlebihan jika kita memaknai cinta sedemikian hingga. seolah-olah cinta adalah segala-galanya dan segala-galanya adalah cinta.

ada sebuah cerita tentang percintaan anak sma, berikut ceritanya:
siti adalah anak sma kelas 10, dia sekolah di sma swasta milik yayasan islam. otomatis karena sekolah islam, siti harus mengenakkan jilbab. sebenarnya, siti tidak suka menggunakan jilbab, tapi karena di sekolah di wajibkan, maka siti mau tidak mau harus mengikutinya. ceritanya, siti tertarik dengan teman lelaki sekelasnya, namanya yanto. proses perkenalan dan pendekatan berlangsung kurang lebih satu bulan, dan dalam proses tersebut siti dibantu oleh teman-temannya. akhirnya siti dan yanto berpacaran dan membuat komitmen untuk saling mencintai satu sama lainnya.

siti bukan tidak pernah pacaran, sewaktu duduk di bangku smp, siti sudah dua kali ganti pacar. tapi, meski sudah pernah pacaran, siti tetap malu dan canggung dengan pacarnya yanto. pacaran siti dan yanto tidak neko-neko, mereka hanya ketemu di sekolah dan sesekali yanto maen ke rumah siti. siti juga sesekali maen ke rumah yanto.

setelah pacaran sekitar dua bulan, yanto meminta kepada siti untuk berpisah alias putus. siti sangat kaget dan hampir tidak percaya, bahwa yanto yang dicintainya memutuskan hubungannya. karena panik, siti minta tolong kepada suci temannya untuk mengantarnya menemui yanto di rumahnya. akhirnya, siti dan suci pergi ke rumah yanto. dan setelah bertemu, yanto meminta maaf karena tidak bisa melanjutkan hubungannya dengan siti. siti tidak terima dan masih ingin berhubungan dengan yanto. tapi rupanya, yanto sudah kekeh dengan keputusannya.

sampai di rumah, siti tidak nafsu makan, dan siti menangis di dalam kamar. siti membingungkan orang tuanya, dan orang tua siti sampai menggedor-gedor pintu kamar siti. meskipun sudah di gedor-gedor, siti tetap tidak mau keluar kamar. akhirnya karena bosan, orang tua siti membiarkan siti sendirian di kamar. semalaman siti menangis di dalam kamar dan tidak keluar sama sekali. dan parahnya lagi, besoknya siti tidak masuk sekolah.

lusanya, siti kembali masuk sekolah, dan otomatis siti ketemu dengan yanto. yanto berulang kali meminta maaf kepada siti, tapi siti tidak mau, dan siti masih berharap untuk bisa bersatu kembali dengan yanto. tapi, meski siti memohon, yanto tetap tidak bisa melanjutkan hubungan dengan siti. alasannya: yanto tidak percaya diri karena siti anak orang kaya, dan yang kedua yanto tidak cocok dengan siti. bagi yanto, siti terlalu keras kepala dan mau menang sendiri.

hari itu sedang pelajaran olah raga, tiba-tiba siti pergi ke warung membeli obat sakit kepala dua butir dan di minum dengan sprite. karena tubuh siti tidak kuat, dan karena obat tidak boleh diminum dengan sprite, siti langsung pingsan dan terkapar. guru-guru dan teman-teman siti kaget dan langsung membawa siti ke uks. siti baru sadar setelah satu jam kemudian. siti masih tertolong, dan siti tidak mengaku saat ditanya gurunya. tapi rupanya yanto tahu, dan akhirnya siti mengaku kepada yanto, bahwa dirinya telah hendak melakukan bunuh diri. yanto kaget dan yanto menasehati siti agar tidak gegabah. kata yanto, hidup itu cuma sekali dan hidup itu terlalu indah jika diakhiri dengan bunuh diri.

tiga bulan kemudian, siti kenal dengan cowok beda sekolah, sebut saja namanya didik. didik saat itu sudah duduk di bangku kelas 12 sma. dan kebetulan juga, didik beragama kristen. didik dan siti melakukan pendekatan sekitar satu bulan, dan akhirnya mereka jadian. karena beda sekolah, didik dan siti tidak bisa tiap hari ketemu. tapi, didik sering menunggu siti di terminal. dan mereka kerap pulang bareng, karena kebetulan angkutan yang mereka naikki searah.

selama pacaran, siti banyak tahu tentang hal-hal yang baru seperti ciuman dan pegangan tangan. awalnya, siti sangat tabu dan tidak pernah melakukan hal itu. tapi setelah pacaran dengan didik, siti sudah biasa berpegangan tangan, meski untuk ciuman, hanya sesekali saja, itupun didik yang nyerobot.

pacaran mereka hanya berlangsung sekitar tiga bulan, siti meminta putus dan didik juga setuju. mereka putus karena alasan ketidakcocokan dan karena alasan kesibukan didik yang sudah kelas 12. meski sudah putus, mereka masih berteman, dan sesekali masih bertemu. siti tidak membenci didik, dan didik juga tidak membenci siti. beda dengan yanto, siti sangat membenci yanto, karena telah memutuskan hubungan dengannya.

saat itu siti telah duduk di bangku kelas 11 sma. dan siti kini telah sibuk di organisasi intra sekolah dan ekstra sekolah. siti aktif di osis dan di pramuka. kegiatan siti sangat padat dan terkadang membuat siti lupa akan pentingnya pacaran. tetapi tiba-tiba, di sela kesibukannya, siti suka dengan adek kelasnya, namanya wawan. karena siti merasa lebih tua dari wawan, maka sitilah yang melakukan pendekatan secara agresif dengan wawan. ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena ternyata wawan adalah anak yang sangat pemalu. dan siti sering dibuat kebingungan oleh tingkah wawan yang masih seperti anak kecil.

di saat yang sama, siti di taksir oleh anak stm namanya slamet. siti sebenarnya sudah kenal slamet sejak kelas 10 sma, tapi siti tidak tahu kalau slamet ternyata suka dengannya sejak kelas 10 sma. dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari teman-temannya, siti meninggalkan wawan dan pacaran dengan slamet. siti sering ketemu slamet karena kebetulan siti dan slamet berada di organisasi ekstra sekolah yang sama yaitu pramuka. slamet sangat baik dan alim, dia sangat sayang dan cinta sama siti. bahkan, slamet sudah mengenalkan siti kepada keluarganya.

karena slamet orang baik, slamet berpacaran dengan cara baik juga. slamet tidak pernah menyentuh siti. mereka berpacaran dengan cara baik-baik. sesekali mereka bertemu di organisasi, dan sesekali mereka berdua jalan-jalan melepas lelah dengan menggunakan motor punya slamet. pernah suatu ketika, saat dibonceng oleh slamet, siti terjatuh dari motor, dan slamet sangat kaget dan panik. tapi untungnya siti tidak apa-apa dan juga tidak terluka parah hanya lecet-lecet saja.

saat masih berpacaran dengan slamet, siti kenal dekat dengan cowok namanya yadi. yadi juga anak stm tetapi tidak satu sekolah dengan slamet. yadi anak yang baik dan pinter, dan siti simpatik dengan yadi, karena ternyata yadi berasal dari keluarga yang tidak mampu. yadi ternyata suka dengan siti dan yadi menyatakan cintanya kepada siti. saat itu yadi tidak tahu kalau siti sudah punya pacar slamet, dan sebenarnya yadi juga kenal slamet. siti juga ternyata tertarik dengan yadi, dan akhirnya tanpa memutuskan slamet, siti menerima cinta yadi, dan siti jadian sama yadi.

siti tetap aktif di osis dan pramuka, dia juga tidak pernah ketinggalan pelajaran di sekolah. selain itu, siti juga dekat dengan guru-guru di sekolahnya. siti juga mempunyai banyak teman dekat di sekolah baik perempuan maupun laki-laki. jadi secara umum, siti tidak mempunyai masalah, kecuali hanya masalah mempunyai dua orang pacar. siti sebenarnya merasa bersalah dengan yadi dan slamet, tapi selama mendua, yadi dan slamet tidak pernah tahu, bahwa dirinya diduakan oleh siti.

setelah berjalan sekian waktu, siti merasa sangat berdosa dengan slamet dan yadi. dan karena merasa sangat berdosa, siti memutuskan keduanya. untuk yadi, karena dia sangat pendiam, yadi tidak berontak dan pasrah menerima keputusan siti. tetapi tidak dengan slamet, slamet sangat terpukul dan tidak bisa menerima keputusan siti. bahkan slamet sampai sakit dan tidak masuk sekolah beberapa hari. slamet juga gigih mendatangi rumah siti, berharap siti mau menerimanya kembali. karena sudah merasa berbohong sekian lama, siti kekeh pada pendiriannya untuk adil terhadap keduanya. dan siti menegaskan kepada slamet, bahwa dirinya tidak mau berpacaran lagi. akhirnya siti sendiri alias jomblo, yadi dan slamet tidak pernah tahu bahwa dirinya diduakan oleh siti.

saat jombo, siti kenal dengan anak stm adek kelasnya slamet, namanya dharma. siti mulai dekat dengan dharma, dan dharmapun dekat dengan siti. mereka juga bareng di organisasi, kali ini bukan ekstra tetapi organisasi intra sekolah. meskipun intra, mereka tetap sering ketemu dalam pertemuan-pertemuan organisasi di luar sekolah. dharma sempat hampir jadian dengan siti, sampai akhirnya dharma tahu bahwa siti pernah pacaran dengan slamet. dan dharma juga tahu, bahwa slamet masih mencintai siti. karena alasan itu, dharma tidak bisa jadian dengan siti, dan dharma menjelaskan hal itu kepada siti.

sebenarnya siti bisa mengerti, karena bagaimanapun dharma adalah adek kelasnya slamet. tetapi kali ini siti benar-benar jatuh cinta dengan dharma. dan siti berharap bisa menjadi pacar dharma. akhirnya slamet tahu, kalau siti sedang melakukan pendekatan dengan dharma. slamet langsung mendatangi dharma, dan memintanya untuk menjauhi siti. karena takut dengan slamet, dharma akhirnya menjauhi siti dan hanya menganggap siti sebagai kakaknya saja.

setelah jauh dengan dharma, siti kembali dekat dengan cowok namanya ari. ari adalah teman slamet satu angkatan tapi tidak satu kelas. ari juga merespon siti, tetapi karena tidak enak sama slamet, ari sebisa mungkin menjauh dari siti ketika ada slamet. di luar sekolah, siti dan ari melakukan pendekatan, bahkan ari telah maen ke rumah siti. tetapi tiba-tiba, ada satu cewek namanya iin yang juga suka sama ari. iin adalah anak sma negeri yang katanya telah mencintai ari dari kelas 10 sma. iin sangat agresif dengan ari, bahkan di depan sitipun, iin menunjukkan bahwa dirinya akan berusaha untuk mendapatkan cinta ari.

ari adalah anak baik dan juga alim, dia terkesan tidak mau menyakiti perempuan. dan karena alasan itulah, ari akhirnya menjauhi iin dan juga siti. selain juga, ari tidak enak dengan slamet yang ternyata masih mencintai siti. akhirnya, siti bisa mengerti keputusan ari, dan siti hanya berteman dengan ari. meskipun sesungguhnya, siti masih suka dengan ari.

kisah cinta siti demikian rumit dan unik, dari stress karena diputus cinta oleh yanto, menjadi perempuan yang brutal dengan cinta. bahkan siti berpacaran dengan banyak laki-laki seolah-olah tanpa dosa. kita tidak pernah tahu, kenapa siti berbuat seperti itu? apakah karena siti dendam dengan yanto? ataukah karena siti punya alasan yang lain seperti: siti mudah jatuh cinta dengan laki-laki? masih ada cerita berikutnya, kita simak lagi ya?

sejenak kisah cinta siti terhenti, kala itu siti duduk di bangku kelas 12 sma. siti sudah mulai membenahi dirinya dan sudah mulai menyiapkan diri untuk ujian kelulusan. ternyata, ditengah kesibukannya menyiapkan ujian akhir, siti kenal dengan cowok namanya budi. mereka berkenalan lewat organisai ekstra, saat itu mereka bertemu di musyawarah tingkat provinsi. budi juga duduk di bangku kelas 12 sma. karena sedang kosong, dan juga karena suka, siti memutuskan untuk berpacaran dengan budi. karena rumah budi beda kabupaten dengan siti, maka mereka berpacaran lewat surat, dan sesekali budi menyempatkan ke rumah siti meskipun sangat jauh.

budi dan siti berpacaran hampir setahun, saat itu siti dan budi telah sama-sama menempuh ujian akhir sekolah. dan mereka sama-sama diterima diperguruan tinggi negeri, meski tidak satu universitas. saat itu, ada acara musyawarah tingkat nasional di jakarta. dan karena telah ujian akhir, siti dan budi menerima tawaran untuk menjadi peserta dalam acara tersebut. siti dan budi ketemu di jakarta selama satu minggu, dan bahkan saat pulang ke jawa tengah, mereka menggunakan bus yang sama.

dari situlah, hubungan siti dan budi berakhir. karena duduk bersebelahan, budi menggenggam tangan siti tanpa seijin siti. siti tidak terima, karena semenjak putus dengan didik, siti sudah berjanji untuk tidak berpegangan tangan dengan pacarnya kelak jika dirinya punya pacar lagi. karena marah, siti langsung memutuskan budi saat itu juga. dan karena merasa sangat bersalah, budi langsung meminta maaf kepada siti. tapi rupanya, siti sudah sangat marah dan tidak bisa lagi memaafkan budi. dan dengan terpaksa, budipun menerima keputusan siti untuk berpisah. meskipun setelah itu, budi masih berusaha untuk bisa kembali dengan siti. tetapi keputusan siti sudah kekeh, dan dirinya berjanji untuk tidka akan pernah kembali lagi dengan budi.

masa sma siti telah berakhir, dan kini siti telah masuk ke perguruan tinggi negeri lewat jalur pmdk. masa-masa sma siti tidak akan pernah siti lupakan, dan akan dijadikannya kenang-kenangan seumur hidupnya. siti berusaha untuk selalu menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. dan siti berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak lagi mempermainkan perasaan laki-laki, karena siti tahu bahwa diputuskan cinta itu sangat sakit. karena di awal pacarannya dengan yanto, siti pernah merasakan sakitnya diputus cinta.

sekian dan terima kasih, masih akan ada lagi kisah cinta siti saat di bangku kuliah. kita tunggu kisah berikutnya ya...???
Continue Reading...

Thursday, March 05, 2009

Poligami Dan Nikah Siri...???

semalam saya nonton debat di tv swasta yang sedang membahas tentang poligami dan nikah siri. ada dua pembicara, yang satu pro dan yang satunya kontra dengan poligami serta nikah siri.

pihak yang pro atau sepakat mengatakan bahwa poligami itu untuk:
1. mengangkat derajat perempuan
2. memuliakan perempuan
3. mengurangi jumlah perempuan yang belum menikah
4. untuk ibadah

sedangkan nikah siri itu untuk:
1. menghindari zinah
2. untuk mengesahkan nikah dari pada kumpul kebo
3. agar hubungan halal

pihak yang kontra atau tidak sepakat mengatakan bahwa poligami itu:
1. menyakiti hati perempuan
2. menjadikan perempuan tidak memperoleh hak nafkah dengan penuh
3. dilakukan oleh orang-orang yang berfikiran masih primitif

sedangkan nikah siri itu:
1. sangat merugikan pihak perempuan
2. merugikan anak
3. masyarakat jadi tidak tahu
4. mengurangi salah satu manfaat nikah yaitu untuk dipublifikasikan

kalau saya secara pribadi sangat tidak sepakat dengan poligami dan nikah siri. saya tidak sepakat dengan poligami karena:
1. derajat perempuan dan laki di hadapan allah dan hukum sama.
2. tanpa dipoligamipun perempuan sudah mulia di hadapan allah.
3. jumlah perempuan dan laki-laki perbedaannya tidak signifikan.
4. ibadah bisa dengan cara lain seperti: beramal, zakat nyantunin anak yatim.
5. merendahkan derajat perempuan, karena si laki-laki jadi tidak menghargai perasaan perempuan.
6. alasan pembenar bagi orang yang hiper seks.
7. pasti ujung-ujungnya akan menyebabkan masalah.
8. tidak ada manusia yang mau cintanya dibagi dua, tiga, atau empat.
9. laki-laki yang poligami tidak berempati terhadap istrinya.
10. saya yakin bahwa manusia itu tidak akan mampu berbuat adil.

untuk nikah siri, menurut saya, jika orang belum siap untuk menikah mending tidak usah nikah terlebih dahulu, dari pada ke depannya tidak baik bagi kelangsungan rumah tangga. jadi tidak ada alasan pembenar lagi bagi orang untuk melakukan nikah siri. jika memang sudah merasa mampu dan siap untuk menikah, maka menikahlah dengan cara-cara yang syah secara hukum. karena bagaimanapun indonesia adalah negara hukum, sehingga kita sebagai warga negara yang baik harus taat dan patuh terhadap hukum yang ada di indonesia.
Continue Reading...

Kata Orang Cinta SMA Itu Indah...

Saya guru di SMA swasta di Jakarta, dan saya mengajar anak kelas 10, 11 dan 12. Saya mengajar semua kelas karena bidang study saya PPKn. Saya lumayan dekat dengan anak-anak, sehingga sedikit banyak saya tahu kehidupan percintaan mereka. Setelah mengamati dan terkadang menjadi curhat mereka, saya tahu bahwa ternyata banyak anak murid saya yang pacaran dengan teman satu sekolahan. Ada yang pacaran dengan teman sekelasnya, ada yang dengan kakak kelas, atau ada juga yang dengan adek kelasnya.

Sebenarnya saya tidak resah dengan hubungan percintaan mereka, karena mencintai menurut saya adalah hak semua orang. Dan yang pasti, manusia normal tidak bisa mengelak dari perasaan cinta dan sayang kepada lawan jenisnya. Sebagai guru yang lebih tua dari murid saya, dan yang pastinya sebagai orang yang juga pernah muda dan pernah pacaran, saya sering menasehati murid-murid saya berkenaan dengan pacaran/percintaan mereka. Begini nasehat saya tentang pacaran kepada anak-anak:

Saya: saya tidak melarang kalian pacaran, tapi karena kalian masih sekolah dan masih minta uang orang tua, saya pesan kalau pacaran jangan serius-serius.

Anak-anak: masa pacaran gak serius bu? maen-maen doank dunk?

Saya: bukan maen-maen, tapi jangan serius banget seolah-olah kalian seperti suami dan istri.

Anak-anak: maksudnya apa bu?

Saya: ya pacarannya dibawa santai saja, untuk having fun dan untuk tempat diskusi. Syukur-syukur dengan punya pacar, ilmu kalian lebih bertambah lagi dan motivasi belajar jadi lebih tinggi.

Anak-anak: jadi pacarannya yang bagaimana bu?

Saya: pacarannya jangan berduan-duaan di tempat yang sepi, jangan ngomongin pernikahan dulu, jangan pakai cemburu segala, dan jangan banyak aturan sama pasangan.

Anak-anak: boleh ciuman atau pelukan gak bu?

Saya: emang penting? saya rasa belum saatnya untuk itu, lagipula kalau kalian orang baik, pasti kalau pacaran maunya yang baik-baik saja.

Saya tidak pernah melarang anak-anak pacaran, tapi saya tidak ingin anak-anak terganggu pelajarannya gara-gara mereka pacaran. Saya punya idealisme, gimana caranya agar pacarannya anak smp dan sma tidak berat. Saya membayangkan cara pacaran mereka sebagai berikut:
1. Jalan-jalan ke toko buku untuk membeli buku-buku pelajaran atau buku novel tapi yang bagus.
2. Sesekali nonton film, tapi nonton film yang berideologi.
3. Sesekali ikut acara seminar bersama-sama.
4. Mengerjakan PR bersama-sama.
5. Diskusi tentang mata pelajaran di sekolah.
6. Memberi masukan jika pasangannya melakukan kesalahan.
7. Membantu jika pasangannya memerlukan bantuan.

Karena kalau menurut saya pribadi, belum saatnya bagi anak sma berpacaran dengan sangat serius dan disertai dengan cinta yang 100%. Karena jika itu terjadi, maka dia akan terbebani dengan masalah-masalahnya dalam pacaran. Sehingga kewajiban utamanya sebagai pelajar akan terlupakan dan akan terbengkelai. Masa iya, ada anak sma bunuh diri gara-gara diputusin sama pacarnya? Seolah-olah pacarnya yang di smp atau sma adalah manusia tunggal dan tiada duanya. Sehingga ketika diputus oleh pacarnya, dia merasa sangat putus asa dan seakan-akan sudah tidak punya tujuan hidup lagi. Padahal kita semua tahu, bahwa diri kita masih mempunyai bapak, ibu, kakak, adik, saudara-saudara lain, dan teman-teman dekat yang juga sayang dan cinta dengan diri kita.
Continue Reading...

Monday, March 02, 2009

Cinta Atau Nafsu...

Alkisah ada sebuah cerita tentang percintaan seorang anak remaja, berikut kisahnya:
Ada seorang anak smu cowok namanya didik, dia duduk di bangku kelas 11 ips. Dia mempunyai pacar bernama wati yang juga duduk di bangku kelas 11 jurusan ipa. Karena mereka tidak satu kelas, intensitas pertemuan mereka sangat jarang, paling-paling sepulang sekolah atau jam istirahat.

Suatu hari, didik dekat dengan salah satu guru perempuan yang kebetulan sudah berkeluarga. Didik dekat dengan guru tersebut karena merasa bahwa guru tersebut bisa dijadikan tempat curhat. Didik bahkan biasa bersmsan dengan guru tersebut, sebut saja namanya bu sugy. Bu sugy tidak ada masalah dengan kedekatannya dengan didik, karena bu sugy memang dekat dengan semua murid.

Selama dekat dengan bu sugy, didik tidak pernah bercerita kepada pacarnya wati, karena didik merasa bahwa kedekatannya dengan bu sugy adalah haknya, dan ceweknya tidak mesti harus tahu. Ternyata, dikemudian hari, cewek didik mempermasalahkan kedekatan didik dengan bu sugy. Bu sugy tidak begitu kenal dengan wati, karena bu sugy tidak mengajar di kelas wati.

Suatu hari, wati membuka-buka hp didik, dan wati menemukan sms bu sugy di hp didik. Tiba-tiba wati menjadi sangat cemburu dengan bu sugy, dan wati merasa bahwa bu sugy adalah orang yang menyebabkan didik menjadi menjauhi wati belakangan ini. Karena marah dan cemburu, wati langsung menghubungi bu sugy lewat sms, begini ringkasan dialognya:

wati: ibu suka sama didik?
bu sugy: nggak, didik kan sudah punya kamu?
wati: ibu jujur saja dech, saya tahu kok kalau ibu suka sama didik.
bu sugy: dari mana kamu tahu, kalau saya suka sama didik?
wati: dari sms ibu ke didik.
bu sugy: saya cuma menganggap didik murid dan hanya murid saja, jadi tidak ada alasan bagi kamu untuk cemburu dengan saya.
wati: tapi tetap saja, saya cemburu dengan ibu.
bu sugy: lho kenapa kamu cemburu? saya kan sudah berkeluarga?
wati: saya tetap cemburu dan saya harap ibu tidak usah sms didik lagi.
bu sugy: saya kasih tahu ya, didik tu cinta mati sama kamu, jadi kamu gak perlu meragukan cinta didik buat kamu, so kamu tidak usah cemburu dengan saya, oke?
wati: saya tetap cemburu dengan ibu.
bu sugy: ya kalau kamu pengennya begitu, ya silahkan saja, mohon maaf saya masih ada urusan yang lainnya.

Dari cerita di atas, ada satu pertanyaan yang sangat menggelitik kita semua, benarkah wati sungguh-sungguh mencintai didik? Atau jangan-jangan wati hanya sangat bernafsu dengan didik, dalam artian dia tidak mau didik dimiliki oleh orang lain, sehingga ketika ada orang lain yang dekat denga didik, dia anggap sebagai musuh dan harus disingkirkan.

Jika kita lihat dari cerita di atas, seharusnya wati bisa berfikir secara logis yaitu: bahwa bu sugy adalah guru didik, dan bahwa usia bu sugy dengan didik selisih sekitar kurang lebih 9 tahun. Sehingga seharusnya wati sadar, bahwa bu sugy tidak mungkin merebut didik darinya.

Ternyata, atas nama cinta, wati merasa bahwa cinta itu tidak logis dan cinta itu boleh menghalalkan segala cara. Bahkan wati tidak mencoba berfikir, kenapa didik bisa dekat dengan bu sugy? Jangan-jangan sebagai pacar, dirinya tidak mampu menjadi teman curhat yang baik, sehingga didik lebih memilih orang lain untuk curhat.

Kawan, terkadang dalam mencintai orang, kita terlalu berlebihan dan subjektif. Kita merasa bahwa orang yang kita cintai adalah benar-benar milik kita sepenuhnya. Bahwa orang yang kita cintai tidak boleh bersentuhan dengan orang lain. Bahwa orang yang kita cintai harus selalu ada bersama kita.

Padahal secara nalar sugesti, kita pasti sadar, bahwa dalam berkehidupan, kita memiliki dimensi sosial. Dimensi dimana kita tidak bisa lepas dari berhubungan dengan orang banyak. Dimensi yang mengharuskan kita untuk bersosialisasi. Dimensi dimana kita sangat dibutuhkan oleh orang lain. Dimensi bahwa kita harus aktif dalam organisasi masyarakat. Dimensi yang mengharuskan kita untuk mempunyai karir yang bagus.

Bahkan seorang suami sekalipun, menurut saya tidak punyak hak untuk memiliki istrinya secara utuh. Apalagi hanya seorang pacar, yang tidak mempunyai ikatan hukum apa-apa, kecuali hanya ikatan emosional yang tidak kasat mata.

Sehingga dalam berhubungan dengan seseorang, hendaklah tidak hanya melibatkan emosi dan rasa, tetapi juga harus mengikutsertakan logika, bahwa hidup hanya sekali, dan di kehidupan yang sekali tersebut, hendaknya kita menjadi manusia yang humanis dan bijaksana. Menjadi manusia yang banyak berbakti untuk orang lain. Menjadi manusia yang ketika meninggal ada yang mengenang karena kita memiliki jasa yang layak untuk dikenang.

Intinya, tidak ada alasan bagi seorang laki-laki atau perempuan untu melarang pasangannya menjadi manusia yang berguna untuk banyak orang. Karena setelah menikah sekalipun, suami dan istri tetap mempunyai dimensi sosial masyarakat.
Continue Reading...

Guru Yang Tidak Gila Hormat...

Saya mengajar mahasiswa di sekolah tinggi agama islam bina madani, saya mengajar mahasiswa transfer yang pernah kuliah D3 dan sekarang tengah melanjutkan program S1. Saat itu, mahasiswa saya sedang presentasi makalah tentang: kekerasan guru terhadap siswa di sekolah, menjadi guru yang baik dan disenangi, dan kisah tentang anak petani yang pengen menjadi orang hebat di kemudian hari.

Ada beberapa kesimpulan dari diskusi mahasiswa saya, diantaranya:
1. mereka sepakat untuk menjadi guru yang baik bagi murid-muridnya
2. mereka sepakat bahwa ketika murid nakal, guru juga harus mengerti latar belakang kenapa murid tersebut nakal
3. mereka sepakat untuk tidak malu meminta maaf kepada murid, tersenyum, menengok muridnya yang sakit, dan berani mengakui kesalahan jika memang bersalah
4. mereka juga sepakat, bahwa murid dan guru adalah patner yang harus saling mendukung satu sama lainnya

Saya terharu dengan diskusi mahasiswa saya, saya terharu karena mereka sepakat untuk menjadi guru yang baik, yaitu:
1. guru yang tidak mengklaim muridnya
2. guru yang bisa menjadi tempat curhat
3. guru yang bisa ngertiin muridnya
4. guru yang menganggap muridnya adalah teman
5. guru yang tidak akan menggunakan kekerasan fisik ketika menghukum
6. guru yang tidak gila akan hormat

Saya sangat tertarik dengan bahasa yang terakhir, guru yang tidak gila hormat. Artinya bahwa sebagai guru, tidak sepantasnya gila hormat oleh muridnya. Karena pada hakikatnya, murid juga ingin dihargai dan dihormati oleh guru. Sehingga menurut hemat saya, ketika guru memang layak untuk dihormati, maka dia tidak perlu mencari kehormatan dengan segala cara, misalnya sampai mengkambinghitamkan murid dalam rangka mendapatkan penghormatan dari murid. Saya kira kita semua sepakat, bahwa kita akan dihormati jika kita juga mampu menghormati orang lain. Itu artinya bahwa, murid pasti akan menghormati kita, jika kita memang layak untuk dihormati. Selamat mencoba: menjadi guru yang tidak gila hormat.
Continue Reading...

Ojek Payung...

Sore itu saya mengajar di primagama pondok aren, karena bel masuk belum berbunyi, saya pergi ke super market untuk membeli minuman dingin. Setelah saya keluar dari super market, ternyata hujan sangat deras disertai gelegar petir yang memekakkan telinga saya. Karena jarak dari super market ke primagama tidak dekat, saya memutuskan untuk menunggu hujan hingga reda. Sayapun bersandar ke tembok sambil mengamati lalu lalang orang yang lewat di depan mata saya. Saat sedang santai memandang, tiba-tiba saya melihat seorang anak laki-laki masih menggunakan seragam SD sedang berlari kesana-kemari mencari orang yang mau ngojek payung. Karena tertarik, saya memutuskan untuk berdiam diri di depan super market tersebut sampai hujan agak sedikit reda, dan tujuan saya hanya satu yaitu ingin mengamati respon orang terhadap si ojek payung.

Ada-ada saja respon orang terhadap si anak tersebut. Si anak mengejar mobil yang baru parkir dan langsung memayungi ibu-ibu yang baru keluar dari mobil, setelah diantar si ibu memberikan uang 1000 ke anak tersebut. Ada banyak orang yang terlihat memilih menerobos hujan, dibandingkan harus membayar ojek payung 1000. Ada beberapa mahasiswa stan yang sepertinya karena kasihan kemudian memutuskan mengojek payung. Ada juga orang yang marah karena diikutin terus oleh si anak. Dari sekian pengojek, rata-rata membayar 1000 rupiah.

Setengah jam telah berlalu, dan ternyata hujan belum juga berhenti. Karena harus segera mengajar, saya memutuskan menggunakan ojek payung tersebut. Sambil jalan, saya mencoba berdialog dengan si anak, begini dialog saya dengan dia:

Saya: kamu sekolah gak dek?
Anak: sekolah bu.

Saya: kelas berapa?

Anak: kelas 6 SD bu.

Saya: orang tua kamu tahu gak kalo kamu ngojek payung?

Anak: tahu bu, dan mereka mengijinkan, karena uang hasil ngojek payung saya celengin.

Saya: kamu punya celengan? sejak kapan nyelengi?

Anak: sejak dua tahun lalu bu.

Saya: uangnya untuk apa rencananya?

Anak: untuk masuk smp bu, saya orang tidak punya, tapi saya pengen banget sekolah sampai tinggi.

Saya: bagus dek, oya saya sudah sampai, makasih ya.

Anak: ibu guru ya? makasih juga ya bu uangnya.

Saya: sama-sama dan sukses ya dek.

Kawan, betapa mulianya si anak, di usia sekecil itu, dia sudah berfikir jauh ke depan. Pemikiran untuk bisa berpartisipasi terhadap kehidupan orang tuanya yang kurang beruntung. Padahal kita semua tahu, bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab penuh orang tua. Ketika orang tua tidak mampu, tidak kemudian anak menjadi harus disalahkan dan harus membantu orang tuanya. Karena anak dilahirkan tidak untuk diterlantarkan, tetapi untuk dibesarkan dan dibahagiakan secara psikis dan fisik.

Satu lagi, kadang kita sering acuh tak acuh dengan anak-anak seperti anak pada cerita di atas. Kita merasa bahwa anak-anak seperti cerita di atas, dan anak-anak lain seperti pengemis dan pengamen hanya mengada-ada saja. Dan kadang kita dengan kejamnya mengklaim bahwa sebenarnya mereka tidak miskin, mereka mengemis dan mengamen hanya karena mereka kita anggap malas bekerja.

Sebenarnya kita tidak salah, karena memang secara realitas, banyak orang yang menyalahgunakan jabatan mengamen dan mengemis, atau juga mengojek payung. Tetapi coba kita berfikir sedikit logis tentang keikhlasan, bahwa keikhlasan itu hendaknya tanpa kepentingan apapun. Bahwa keikhlasan itu tidak diembel-embeli dengan pertanyaan. Bahwa keikhlasan itu adalah memberikan yang kita punyai tanpa mengharapkan balasan.

Maksud saya, bisa nggak kita memberi dengan tulus tanpa bertanya:
1. Benar nggak sih dia itu pengamen?
2. Benar nggak sih dia itu pengemis?
3. Benar nggak sih dia itu cacat?
4. Jangan-jangan dia berbohong?

Jika ternyata kita belum mampu untuk menyembunyikan tanya prasangka kita, menurut hemat saya, mending kita tidak usah dulu memberi apapun. Karena, memberi dengan kepentingan akan banyak menyakitkan hati. Berbeda dengan memberi tanpa kepentingan, rasanya sangat indah dan tanpa beban sedikitpun.

Continue Reading...
 

Site Info

Welcome to my blog, this blog after upgrade theme.

Text

Berjuang Untuk 'Nilai' Copyright © 2009 imma is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template @rtNyaDesign Design My Blog